Review Dune Awakening: Selamat Datang di Arrakis! Planet Paling Berharga di Semesta Dune!

Reading time:
September 22, 2026


Dune: Awakening adalah game open-world survival yang dikembangkan dan diterbitkan oleh Funcom. Game ini bisa dimainkan sendirian maupun bersama pemain lain dalam mode multiplayer.

Screenshot 2026 09 21 22 28 33

Versi PC-nya sendiri sudah lebih dulu dirilis pada Juni 2025 melalui Steam Early Access. Sementara versi PlayStation 5 dan Xbox Series X|S resmi dirilis pada 22 September 2026, sekaligus menghadirkan mode single-player penuh ke semua platform. Game ini juga tersedia melalui Xbox Game Pass.

Untuk review ini, kami menggunakan versi PlayStation 5 dan memainkan Dune: Awakening dalam mode single-player.

Perlu dicatat, meskipun Funcom sudah mengonfirmasi fitur crossplay, fitur tersebut belum tersedia saat peluncuran konsol dan baru akan hadir melalui update setelahnya.

 

Lalu, seperti apa sebenarnya pengalaman bermain Dune: Awakening?

Sebagai konteks, saya pribadi cukup jarang menyentuh game dengan genre seperti ini. Game survival memang membutuhkan kesabaran lebih, mulai dari eksplorasi, mencari resource, looting, sampai membangun base untuk bisa bertahan hidup.

Di sini, kita berperan sebagai karakter yang kita buat sendiri dan dikirim ke Arrakis untuk mencari keberadaan Fremen dan membangunkan sesuatu yang disebut Sleeper.

Namun, sebelum bisa menjalankan misi tersebut, kapal yang membawa kita jatuh di tengah padang gurun Arrakis. Dari sinilah petualangan kita dimulai, sambil berusaha bertahan hidup dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Screenshot 2026 09 21 23 37 36

 

Seperti game survival pada umumnya, kita akan dibekali beberapa alat dasar untuk mengumpulkan resource dan membuat berbagai kebutuhan. Mulai dari pakaian, senjata, hingga membangun base dan berbagai perlengkapan penunjang lainnya.

Kalau ada satu hal yang harus kita perhatikan selama survive itu adalah air dan menghindari sinar matahari! Ya ini sangat essensial di sebuah dunia dimana air sangat langka!

Semakin kita terpapar oleh matahari, maka hidrasi kita akan semakin turun dan akan bila dibiarkan kita bisa mati kehausan.

Untuk itu ada banyak cara juga untuk mendapatkan air selain dari embun tanaman, satu yang akan paling sering kalian lakukan di awal adalah mengambil air dari musuh yang kita kalahkan.

Ya ini mirip seperti di film-nya dimana setiap orang yang sudah tiada akan diambil sari air-nya melalui alat untuk kebutuhan banyak orang.

Screenshot 2026 09 22 003321
Menghisap darah ala Dune

 

Seiring permainan berjalan, kita juga akan mendapatkan akses ke berbagai kendaraan. Kita bisa membangun Sandbike sebagai kendaraan pertama untuk menjelajahi Arrakis, sampai nantinya mendapatkan Ornithopter yang membuka akses eksplorasi ke area yang lebih luas.

Screenshot 2026 09 21 22 32 23

Progression juga terasa dari peralatan yang kita gunakan.

Musuh yang kita hadapi akan semakin kuat dengan perlengkapan yang semakin canggih. Artinya, untuk menghadapi mereka dengan lebih mudah, kita juga perlu terus mencari resource untuk membuat armor, senjata, dan berbagai peralatan baru yang lebih kuat.
Screenshot 2026 09 22 003342
Dan kalau kalian khawatir bakalan zenloss (kehilangan semua inventori) atau kehilangan kendaraan dan gedung ketika mati, tenang saja! Disini kita bisa nge-backup kendaraan dan gedung tersebut dengan base reconstruction tools dan vehicle backup tool. Jadi bila kalian cukup prepare mempersiapkan 2 base dan 2 kendaraan di sini bukan sesuatu hal yang sia-sia. Karena jadi bisa keluarkan di mana saja.

Screenshot 2026 09 21 22 17 54
Backup gedung yang sudah dibuat
Screenshot 2026 09 21 22 18 10
Backup kendaraan yang sudah dibuat

 

Namun, progression karakter di Dune: Awakening tidak hanya bergantung pada equipment.

Kita juga bisa menentukan kemampuan awal karakter melalui empat pilihan class yang tersedia di awal permainan. Ada Swordmaster yang fokus pada pertarungan jarak dekat, Mentat yang lebih berfokus pada pertempuran jarak jauh seperti sniping, Bene Gesserit yang memiliki kemampuan untuk crowd control, dan Trooper yang lebih mengandalkan pertarungan jarak menengah serta mobilitas.

Kemudian ada satu class tambahan, Planetologist, yang bisa dibuka melalui quest. Class ini memberikan skill dan ability yang lebih berfokus pada eksplorasi serta efisiensi dalam mendapatkan resource.

Screenshot 2026 09 21 23 56 23 Screenshot 2026 09 21 23 56 55

Menariknya, kita tidak harus terpaku pada satu class.

Seiring permainan berjalan, kita bisa membuka skill dari class lain melalui quest dan kemudian menggabungkannya dengan kemampuan yang sudah kita miliki. Jadi, build karakter kita tidak sepenuhnya dikunci oleh class yang dipilih di awal.

Dengan banyaknya hal yang bisa dilakukan sejak awal permainan, biasanya saya cukup mudah merasa overwhelmed karena tidak tahu apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Namun, Dune: Awakening cukup baik dalam mengajarkan berbagai mekanismenya secara bertahap melalui quest. Hampir setiap mekanisme baru diperkenalkan ketika kita membutuhkannya, sehingga saya perlahan bisa memahami apa yang harus dilakukan tanpa harus mempelajari semuanya sekaligus.

Bahkan, karena saya punya kebiasaan untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum menjelajahi tempat baru, saya malah sering menghabiskan waktu untuk membangun base, mencari resource, dan memahami berbagai mekanisme yang ada.

Dan secara mengejutkan, loop gameplay Dune: Awakening justru berhasil membuat saya betah bermain.

Setidaknya, selama masih ada cerita dan misi yang mendorong saya untuk terus melanjutkan perjalanan.

Pages: 1 2 3 4 5

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

September 22, 2026 - 0

Review Dune Awakening: Selamat Datang di Arrakis! Planet Paling Berharga di Semesta Dune!

Dune: Awakening adalah game open-world survival yang dikembangkan dan diterbitkan…
November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…