Dukungan Pemain Destiny 2 Diklaim Tak Ubah Keputusan Bungie
Kesuksesan update terakhir Destiny 2 berkat dukungan pemainnya disebut tidak mengubah kondisi internal dan keputusan di dalam Bungie.
Ternyata dukungan komunitas yang begitu kuat terhadap sebuah game tetap tidak mampu mengubah keputusan bisnis yang sudah dibuat jauh sebelumnya. Meski Destiny 2 berhasil menutup perjalanannya dengan update terakhir yang sangat sukses, dengan banjirnya pemain untuk beri penolakan atas keputusan Bungie, kondisi internal di dalam studio tersebut tampaknya sama sekali tidak menunjukkan perubahan.
Beberapa minggu terakhir memang menjadi momen emosional bagi para Guardian. Update terakhir Destiny 2 menjadi momen pemainnya tumpahkan protes atas keputusan Bungie, bahkan sampai berhasil menarik begitu banyak pemain hingga sempat membuat server bermasalah, sampai mencatat jumlah pemain yang melampaui puncak pemain Marathon. Dari sisi pendapatan, game tersebut juga sempat menempati posisi ketiga dalam daftar game dengan pemasukan tertinggi di Steam selama sepekan terakhir.

Namun, menurut jurnalis dan insider terpercaya Paul Tassi dalam video terbarunya, keberhasilan tersebut ternyata tidak membawa perubahan berarti bagi keputusan dan juga masa depan studio. Menanggapi laporan sebelumnya mengenai potensi PHK besar yang dapat berdampak pada sekitar 400 karyawan Bungie, Tassi mengaku tidak dapat mengkonfirmasi jumlah pastinya, tetapi ia memastikan bahwa gelombang PHK besar memang sedang menanti.
Menurutnya, situasi ini sebenarnya sulit dihindari mengingat Bungie telah memutuskan mengakhiri Destiny 2, sementara sekitar setengah tenaga kerja perusahaan itu sebelumnya terlibat dalam pengembangan dan dukungan game tersebut. Bila PHK massal kali ini benar terjadi dan berdampak pada semua personel yang terlibat di Destiny 2, maka masa depan franchise Destiny sudah bisa dipastikan berakhir.
Tassi juga mengaku sempat bertanya kepada sumber internal mengenai apakah keberhasilan update terakhir Destiny 2 berhasil memperbaiki keadaan di dalam perusahaan. Jawaban yang ia terima sangat singkat dan lugas, yaitu tidak.
Situasi ini semakin diperparah dengan informasi bahwa Bungie kini hanya menyiapkan satu hotfix terakhir untuk Destiny 2. Setelah itu, game tersebut praktis tidak lagi mendapatkan dukungan berkelanjutan. Tim hanya akan turun tangan apabila muncul masalah yang benar-benar merusak permainan. Selebihnya, mereka bahkan tidak mengalokasikan tim sama sekali untuk menjaga kondisi game supaya tidak bermasalah.
Menurut Anda, apakah Bungie masih mampu bangkit setelah era Destiny 2 resmi berakhir?










