Valve Tegaskan Steam Machine Tak Butuh Game Eksklusif
Valve menegaskan Steam Machine tidak akan memiliki game eksklusif, dan mengandalkan seluruh katalog game PC sebagai daya tarik utamanya.
Bagi produsen perangkat console, keberadaan game eksklusif memang masih menjadi senjata utama dalam mendorong penjualannya. Sony memiliki deretan judul first party, Nintendo mengandalkan Mario dan Zelda, sementara Microsoft terus memperkuat Xbox lewat berbagai akuisisi studio. Namun ketika Valve memasuki pasar perangkat gaming di ruang keluarga melalui Steam Machine, mereka justru memilih mengambil arah yang bertolak belakang.
Melalui wawancara terbaru dengan Bloomberg, engineer Valve Pierre-Loup Griffais menegaskan bahwa perusahaan itu memang tidak pernah berniat menghadirkan game eksklusif untuk Steam Machine. Menurutnya, membatasi tempat pemain bisa menikmati sebuah game bukanlah model bisnis yang sesuai dengan filosofi Valve. Sebaliknya, mereka lebih memilih menawarkan seluruh katalog game PC sebagai daya tarik utama perangkat tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sempat beredar selama ini. Beberapa pihak menduga Valve tengah menyiapkan game baru, bahkan ada rumor mengenai Half-Life baru sebagai judul eksklusif untuk mendongkrak penjualan perangkat tersebut.
Strategi tersebut sejalan dengan visi Valve yang sejak awal menempatkan Steam Machine sebagai PC berbasis SteamOS, bukan console tradisional. Berbeda dengan Sony atau Microsoft yang membangun ekosistem tertutup, perusahaan asal Bellevue itu justru ingin memperluas jangkauan Steam ke lebih banyak perangkat, termasuk produk buatan vendor lain yang menjalankan SteamOS. Selama pemain tetap membeli game melalui Steam, Valve tetap memperoleh keuntungan tanpa harus mengunci pengguna ke satu perangkat tertentu.
Pendekatan ini memang memiliki konsekuensi. Tanpa game eksklusif, Steam Machine harus bersaing lewat kemudahan penggunaan, pengalaman bermain di ruang keluarga, serta akses instan ke jutaan game PC yang sudah dimiliki pengguna. Di sisi lain, keputusan tersebut juga memperlihatkan keyakinan perusahaan itu, bahwa kekuatan terbesar mereka bukan berada pada segelintir game first party, melainkan pada ekosistem Steam yang telah menjadi platform distribusi game PC terbesar di dunia.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda juga merasa Steam Machine tetap menarik tanpa adanya game eksklusif?










