Microsoft Masih Rugi di Setiap Xbox yang Terjual, Bahkan Setelah Naik Harga
Microsoft dikabarkan masih merugi pada setiap Xbox yang terjual meski harganya naik, akibat lonjakan biaya memori yang terus membebani produksi.
Tren kenaikan harga yang terjadi di tengah krisis pasokan memori belakangan ini, terutama untuk console memang sudah ada di luar nalar. Lucunya, setelah Microsoft beberapa kali menaikkan harga Xbox Series X dan Series S, perusahaan tersebut dikabarkan masih merugi pada setiap unit console yang berhasil dijualnya.
Laporan terbaru dari Windows Central menyebutkan bahwa lonjakan harga komponen memori dan penyimpanan menjadi penyebab utama kondisi tersebut. Hanya dalam beberapa bulan terakhir, biaya RAM dan NAND dilaporkan melonjak hingga sekitar 700% dibanding sebelumnya. Akibatnya, setiap Xbox Series X maupun Series S yang dipasarkan masih menghasilkan kerugian ratusan dolar bagi Microsoft, meski harga jualnya mengalami kenaikan lagi pada Agustus ini.

Masalah ini juga diperkirakan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Pasokan memori diproyeksikan tetap ketat, bahkan harga RAM disebut berpotensi kembali melonjak hingga dua kali lipat menjelang musim gugur 2027. Kondisi tersebut tentu membuat biaya produksi console generasi saat ini maupun perangkat generasi berikutnya menjadi semakin sulit ditekan.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi divisi Xbox yang tengah berupaya mengembalikan pertumbuhan bisnisnya. Microsoft dikabarkan menargetkan Xbox kembali mencatat pertumbuhan pada 2027, tetapi penurunan pendapatan hardware serta kerugian di setiap unit console membuat target tersebut sulit dicapai. Menariknya, strategi perusahaan yang kini semakin mengandalkan Game Pass, layanan cloud gaming, serta perilisan game ke platform lain menunjukkan bahwa keuntungan Xbox memang semakin bergeser dari penjualan perangkat keras menuju layanan dan ekosistem digital.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru di industri console. Sony maupun Nintendo juga menjual perangkat keras dengan margin yang sangat tipis, bahkan menjual rugi dengan andalkan keuntungan dari penjualan game. Bedanya, lonjakan harga komponen global kali ini membuat beban yang ditanggung Microsoft menjadi jauh lebih besar daripada siklus console sebelumnya.
Jika tren tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga console generasi berikutnya akan semakin tinggi, atau Microsoft harus mencari model bisnis baru agar platform Xbox tetap menguntungkan.
Bagaimana menurut Anda mengenai masih ruginya penjualan hardware Xbox, bahkan setelah beberapa kali menaikkan harganya?










