Simak Kinect-Voice Command Mengagumkan FIFA 13!

Reading time:
July 24, 2012
fifa 131

Terlepas dimana Anda berpihak di dalam persaingan terpanas di industri game, PES VS FIFA, melihat dan menikmati beragam inovasi gameplay yang ditawarkan oleh keduanya memang harus diakui, selalu menarik. Keinginan dan kebutuhan untuk saling mengalahkan menjadi “bahan bakar” terbaik untuk meluncurkan fitur gameplay dan grafis yang lebih baik daripada yang lain. Setelah sempat diklaim sebagai “peniru” dari PES, EA tampaknya ingin membuktikan diri bahwa FIFA juga mampu hadir dengan segudang inovasi baru yang belum pernah dilakukan oleh PES sebelumnya. Salah satunya? Tentu saja Voice Command dari Kinect untuk FIFA 13 ini.

Mendengar kata Kinect berarti satu hal: bahwa fitur ini akan hadir eksklusif untuk para gamer konsol XBOX 360. Lantas apa menariknya fitur yang satu ini? Anda yang senantiasa mengikuti news kami tentu masih ingat dengan fitur baru FIFA 13 yang akan membuat Anda tidak bisa lagi memaki di depan layar kaca ketika memainkan game ini. Ternyata fungsi Kinect tidak hanya untuk “kosmetik” ini saja. Voice command ini akan memungkinkan Anda untuk mengganti pemain, formasi, bahkan memerintahkan AI untuk melakukan aksi tertentu untuk menyerang dan bertahan. EA juga mengklarifikasi lewat trailer ini bahwa memaki tidak akan membuat pemain Anda mendapatkan kartu, tetapi akan berpengaruh terhadap sifat wasit yang akan semakin mengetatkan aturan dan perjalanan karier Anda sebagai pemain. Wow!

fifa 13
Beware of your words, fellas!

Bagaimana dengan impresi pertama Anda sendiri? Setelah menimbang dan melihat trailer, visualisasi, dan gemplay dari FIFA 13 dan PES 2013, game sepakbola mana yang berhasil mengahdirkan impresi pertama yang terbaik?

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…