Preview The Evil Within: Tidak Seseram yang Dibayangkan!

Reading time:
October 16, 2014
The Evil Within_20141016145657

Gamer mana yang tidak bergembira, ketika sang dedengkot game horror – Shinji Mikami memutuskan untuk mengembangkan sebuah seri game horror teranyar. Di bawah bendera baru – Tango Gameworks dan Bethesda, Mikami memperkenalkan The Evil Within. Disebut-sebut sebagai reaksi atas franchise racikannya – Resident Evil yang justru kian bergeser menjadi game action daripada horror, Mikami berambisi untuk menjadikan The Evil Within sebagai sebuah standar baru sebuah game survival horror. Klaim yang tidak berlebihan tampaknya setelah rangkaian screenshot, trailer, dan demo yang dirilis selama satu tahun terakhir ini kian memperkuat alasan untuk mengantisipasi game yang satu ini. Setelah penantian yang cukup lama, kesempatan untuk menjajal game ini akhirnya tiba juga.

Kesan Pertama

Anda yang cukup mengikuti perkembangan JagatPlay tentu saja sangat mengerti, bahwa saya pribadi, bukanlah gamer yang bisa disebut sebagai “penggemar” genre horror. Mudah takut dan bahkan sempat mengalami serangan panik ketika menjajal P.T di masa lalu, ada rasa cemas tersendiri bahwa The Evil Within akan menjadi salah satu tantangan terberat untuk masuk ke dalam proses review. Dengan sedikit ekstra keberanian, berangkat dari rasa percaya diri berkat ilusi kontrol yang hadir lewat ketersediaan senjata dan kesempatan untuk melawan balik, kami pun menjajal game ini di Playstation 4. Kesan pertama yang ditawarkan dari sekitar 3-4 jam permainan? The Evil Within tidak seseram yang selama ini diklaim atau dibayangkan.

Atmosfer yang dibangun memang cukup untuk membuat bulu kuduk Anda merinding. Kita tidak hanya membicarakan para monster dengan desain menyeramkan, tetapi bagaimama Mikami terlihat tidak menahan diri untuk mengeksploitasi brutalitas, darah, dan kematian ke dalam game yang satu ini. Namun semenyeramkan game-game horror seperti Outlast atau P.T? Sayangnya, tidak. Hanya dalam waktu singkat, ketika Anda mulai “menabung” resource senjata, dari shotgun hingga panah peledak, tidak ada lagi musuh yang cukup ditakuti dan membuat Anda gugup. Kematian memang menjadi sesuatu yang pasti terjadi, namun tumbuh menjadi bagian dari proses trial dan error. Berita buruknya? Sistem checkpoint yang disematkan terasa cukup menyebalkan.

Berita yang lebih buruk juga hadir untuk Anda yang mungkin cukup peduli dengan kualitas visualisasi sebuah game untuk dapat dinikmati. Menggunakan engine yang sama dengan Wolfenstein: The New Order, implementasi id Tech 5 di The Evil Within juga tidak terlihat begitu maksimal. Tekstur yang di-load perlahan ketika Anda memasuki lokasi tertentu, tekstur resolusi rendah, dan framerate yang masih sering naik turun menjadi catatan tersendiri. Berita paling buruk? Game ini hadir dengan resolusi gambar “aneh”, yang akhirnya memaksa Anda untuk bermain dengan dua buah bar hitam di bagian atas dan bawah layar televisi Anda. Hal ini mungkin tidak masalah untuk Anda yang bermain dengan layar televisi cukup besar. Namun untuk Anda yang harus berkutat dengan televisi definisi tinggi yang kecil, ini jadi mimpi buruk tersendiri. Ada harapan Bethesda atau Tango Gameworks akan mengeluarkan patch yang memungkinkan gamer konsol untuk menon-aktifkannya. It’s annoying as *piiip*..

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami melemparkan segudang screenshot “segar” di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Evil Within ini. Apakah impresi kami akan berubah seiring dengan progress permainan? Ataukah The Evil Within akan bertahan sebagai game survival horror yang memang tidak terlalu menakutkan? Next week then..

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar!

The Evil Within_20141015174652

 

The Evil Within_20141016110100 The Evil Within_20141016110411 The Evil Within_20141016111550 The Evil Within_20141016112250 The Evil Within_20141016113054 The Evil Within_20141016113209 The Evil Within_20141016113856 The Evil Within_20141016120034

 

The Evil Within_20141016122949 The Evil Within_20141016151927 The Evil Within_20141016160025 The Evil Within_20141016160518 The Evil Within_20141016162146 The Evil Within_20141016163616
Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…