Call of Duty Kini Franchise Bernilai 10 Miliar USD!

Reading time:
November 21, 2014
Call of Duty®: Advanced Warfare_20141103131031

Gudang uang yang sangat efektif, kalimat yang satu ini tampaknya pantas digunakan untuk menjelaskan posisi Call of Duty di mata Activision. Terlepas dari kritik yang mengemuka karena minimnya inovasi yang ia tawarkan di setiap seri, Activision tidak bergeming dan terus menjadikan game FPS yang mendominasi pasar dunia ini sebagai franchise tahunan. Untuk memastikan pengalaman yang lebih berbeda di setiap seri, mereka bahkan sudah mempersiapkan tiga developer terpisah: Infinity Ward, Sledgehammer Games, dan Treyach untuk menangani franchise ini. Percaya atau tidak, strategi ini ternyata cukup berhasil. Call of Duty berhasil mencatatkan nilai penjualan yang begitu fantastis.

CEO Activision Blizzard – Bobby Kotick mengumumkan pencapaian menakjubkan yang berhasil diraih Call of Duty secara keseluruhan. Sejak tahun 2003, pertama kalinya franchise ini mulai didistribusikan secara tahunan, Call of Duty diklaim telah berhasil meraih pendapatan lebih dari USD 10 Miliar, atau hampir 100 Triliun Rupiah, selama periode ini. Kotick juga mengumumkan bahwa COD: AW kini berhak menyandang sebagai rilis industri hiburan dengan nilai pendapatan tertinggi, mengalahkan nama besar industri film seperti Transformers, Iron Man, dan Hunger Games. Walaupun sayangnya, ia tidak mengumumkan berapa nilai tepat yang berhasil ia torehkan.

Sejak mulai didistribusikan sebagai franchise tahunan 2003 silam, Call of Duty telah berhasil menelurkan pendapatan lebih dari USD 10 Miliar. Wow!
Sejak mulai didistribusikan sebagai franchise tahunan 2003 silam, Call of Duty telah berhasil menelurkan pendapatan lebih dari USD 10 Miliar. Wow!

Dengan kesuksesan seperti ini, bisa dipastikan bahwa Activision tidak akan meninggalkan nama “Call of Duty” dari katalog rilis game mereka dalam waktu dekat ini. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda termasuk gamer yang masih tertarik menantikan kehadiran Call of Duty baru di tahun-tahun mendatang atau termasuk kelompok gamer yang sudah mulai muak?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…