JagatPlay: Game of the Year 2014

Reading time:
December 22, 2014

Best Sports: FIFA 15

FIFA 15 Intros (In Menus)

Untuk persaingan tahun 2014 ini, FIFA 15 tampaknya pantas diposisikan sebagai game olahraga terbaik lewat segudang nilai jual yang akhirnya ia tawarkan. Untuk sebuah game olahraga yang sudah memantaskan diri lewat implementasi kualitas visual dan fitur yang cukup kaya di tahun sebelumnya, FIFA 15 kian berhasil menyempurnakan hal tersebut. Walaupun ia harus bersaing dengan PES 2015 yang akhirnya menuju platform generasi terbaru, FIFA 15 masih punya satu senjata utama – versi PC yang akhirnya mendapatkan adaptasi engine Ignite. Gameplay fun, atmosfer yang begitu luar biasa, animasi gerak pemain yang kian mendekati realistis, dan lengkapnya lisensi kian mengukuhkannya tidak hanya sebagai game sepakbola terbaik saja, tetapi juga game olahraga paling ciamik untuk tahun ini.

Best Fighting: Super Smash Bros for Wii U

Super Smash Bros Wii U part 2 (16)

Game Fighting selama ini selalu diasosiasikan sebagai genre super kompleks yang menuntut Anda untuk mengingat, mengeksekusi, dan mempelajari kombinasi serangan tersendiri. Bayangkan jika konsep ini diluluhlantakkan dan dibangun ulang dengan pendekatan yang boleh terbilang, bertentangan? Hal inilah yang dilakukan Nintendo dengan Super Smash Bros. Tidak hanya berhasil melebur semesta game klasik yang terlihat mustahil dalam bentuk karakter, setting, dan musik sembari tetap mempertahankan identitas franchise originalnya, Nintendo juga berhasil mendesain sebuah mekanisme gameplay sederhana yang membuatnya bisa diakses baik oleh gamer casual maupun hardcore. Sebuah game fighting yang siap untuk membuat Anda dan teman-teman saling berteriak, mengumpat, sekedar meluapkan kesenangan, hingga berkompetisi secara serius. Semua eksekusi tersebut berjalan sangat sempurna, pastinya, menjadikannya sebagai salah satu game fighting paling menyenangkan yang pernah kami cicipi.

Best Male Character: Pagan Min

Far Cry 4 JagatPlay

Anda tidak perlu penuh tato, membawa pedang tajam, dan ekstra senjata mesin untuk membuat orang takut pada Anda. Inilah citra yang boleh terbilang, tercermin oleh diktator asal Kyrat – Pagan Min. Pilihan fashionnya sendiri mengundang tanya, namun Ubisoft harus diakui, berhasil mengeksekusi karakterisasinya dengan sangat baik. Pagan Min bukanlah tipikal karakter antagonis yang selama ini diproyeksikan oleh video game. Ia tidak pernah membuat tangannya sendiri kotor, namun punya karisma yang cukup kuat untuk membuat siapapun, bertekuk lutut. Ada yang unik dari setiap percakapan yang ia lontarkan via radio lewat suara beratnya yang unik. Ia terasa seperti seorang ayah yang tampaknya mengerti mengapa sang anak kesayangannya memilih untuk nakal dan membangkang, namun tidak segan untuk mengakhiri nyawa mereka jika dibutuhkan. Tanpa Pagan Min, Far Cry 4 akan terasa hambar.

Best PC Exclusive: Divinity – Original Sin

Divinity Original Sin part 2 (40)

Dengan arsitektur yang hampir serupa satu sama lain, hampir sebagian besar game yang dirilis di Playstation 4 dan Xbox One saat ini juga akhirnya tiba di PC. Membahagiakan memang, namun di sisi lain – kian membuat posisi game eksklusif PC semakin menipis. Untungnya, PC masih punya ekstra satu senjata utama, sebuah game yang siap untuk menawarkan pengalaman yang tidak akan bisa didapatkan oleh game konsol saat ini. Benar sekali, kita tengah membicarakan Divinity: Original Sin – sebuah game RPG yang akhirnya benar-benar membawa level “role-playing” ke level yang lebih tinggi. Sebuah game RPG super menantang yang tidak hanya menuntut Anda untuk berencana dan berstrategi untuk menang di setiap pertempuran, tetapi juga menawarkan kesempatan untuk beraksi secara rasional ketika dihadapkan pada situasi tertentu. Ia adalah sebuah game RPG yang sudah pasti tidak boleh terlewatkan, apalagi jika Anda memimpikan sebuah konsep yang lebih kompleks.

Pages: 1 2 3 4 5 6
Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…