Review Call of Duty – Black Ops 3: Pantas Dilirik!

Reading time:
November 10, 2015

Sedikit Inovasi di Multiplayer

Terlepas dari konsep yang lebih futuristik, sensasi multiplayer COD: Black Ops 3 masih terasa sangat familiar.
Terlepas dari konsep yang lebih futuristik, sensasi multiplayer COD: Black Ops 3 masih terasa sangat familiar.

Kita berbicara soal mode multiplayer yang mungkin tak terlalu populer di mata gamer Indonesia, namun selalu jadi bagian yang tak terpisahkan dari daya tarik setiap seri Call of Duty di pasar Barat. Sayangnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, tak banyak inovasi yang ditawarkan di mode multiplayer COD: Black Ops 3 kali ini. Terlepas dari beragam mode multiplayer yang ia usung, dimana Team Deathmatch masih jadi yang paling populer, intinya tetaplah sebuah sensasi multiplayer yang cepat dan lebih difokuskan pada pertempuran jarak dekat. Belari secara aktif, sigap mengangkat senjata, dan menembak begitu Anda bertemu dengan musuh tanpa recoil yang signifikan tetap jadi daya tarik utama.

Namun bukan berarti tak ada inovasi berbeda yang disuntikkan. Salah satunya adalah sistem “hero” yang disebut sebagai Specialist di COD:Black Ops 3. Tak lagi sekedar terbagi ke dalam kelas berdasarkan senjata yang digunakan, Anda kini akan diminta untuk memilih satu Specialist sebagai karakter utama Anda di dalam tiap game multiplayer yang ada. Lantas, apa istimewanya? Berbeda dengan multiplayer COD lain yang sekedar menawarkan perbedaan senjata, Specialist tak ubahnya hero di dalam game-game MOBA. Mereka punya kemampuan uniknya sendiri-sendiri yang bisa dipicu untuk mendapatkan ekstra keuntungan di dalam pertempuran.

Inovasi baru yang disuntikkan adalah sistem Specialist - karakter multiplayer yang bisa Anda pilih dan gonta-ganti. Seperti sistem hero, tiap Specialist akan dibekali dengan skill unik tetentu dengan waktu cooldown yang terhitung lama.
Inovasi baru yang disuntikkan adalah sistem Specialist – karakter multiplayer yang bisa Anda pilih dan gonta-ganti. Seperti sistem hero, tiap Specialist akan dibekali dengan skill unik tetentu dengan waktu cooldown yang terhitung lama.
Outrider misalnya, punya Sparrow - panah dengan ujung peledak.
Outrider misalnya, punya Sparrow – panah dengan ujung peledak.

Tentu saja, kemampuan ini tak bisa dipicu terus-terusan. Dengan waktu cooldown yang cukup lambat dan akan penuh sedikit lebih cepat jika Anda berhasil membunuh banyak musuh, kehadiran sistem Specialist memang menghadirkan dinamika multiplayer yang unik di COD: Black Ops 3. Setiap Specialist akan memiliki dua varian skill utama yang berbeda. Jika Anda memilih Outrider misalnya, Anda bisa memilih menggunakan Sparrow – sebuah panah dengan bahan peledak di ujung atau Vision Pulse – sebuah mekanisme radar dalam jangka waktu pendek yang bisa memperlihatkan posisi musuh dalam jarak tertentu. Atau ketika Anda menggunakan Ruin, yang punya Gravity Spikes – serangan melee area yang bisa membunuh musuh secara instan atau Overdrive yang membuatnya bergerak lebih cepat.  Ada beberapa karakter Specialist juga yang baru terbuka jika Anda sudah menyentuh level tertentu.

Namun bukan sekedar mekanisme Specialist ini saja yang membuat multiplayer COD: Black Ops 3 terasa menyenangkan, walaupun bisa dibilang tak menawarkan banyak inovasi dibandingkan seri sebelumnya. Salah satu yang pantas mendapatkan perhatian tersendiri adalah desain map yang luar biasa. Kita tidak sekedar membicarakan detail visualisasi atau pemandangan indah yang ia racik, tetapi juga pola yang tidak memberikan celah untuk “bermain aman”.  Selalu ada alternatif jalan menuju ke satu titik area sehingga gamer yang sekedar jadi camper tak akan efektif. Semua jalan tertutup? Anda bahkan bisa menggunakan jalur air yang berada di beberapa peta untuk masuk lewat jalur yang bisa jadi, tak dijaga dengan baik sebelumnya. Selalu ada celah, inilah yang jadi daya tarik tersendiri.

Desain visual map multiplayer yang memanjakan mata.
Desain visual map multiplayer yang memanjakan mata.
Banyak jalan menuju ke Roma, tidak ada tempat aman di map multiplayer COD: BO 3. Semua titik selalu punya alternatif jalan yang membuat Anda harus aktif berlari dan bergerak.
Banyak jalan menuju ke Roma, tidak ada tempat aman di map multiplayer COD: BO 3. Semua titik selalu punya alternatif jalan yang membuat Anda harus aktif berlari dan bergerak.
Well, this is awkward..
Well, this is awkward..

Sensasi ini juga kian disempurnakan dengan sistem “jetpack” dan parkour dari seri Advanced Warfare yang lebih disempurnakan. Berlari dan melompat dengan ekstra jet untuk mencapai tempat lebih tinggi atau sekedar berlari di tembok kini terasa lebih natural. Anda bisa melakukannya dengan hanya satu tombol di versi konsol tanpa perlu aksi menahan atau sejenisnya, yang berarti memberikan ruang besar untuk melakukannya sembari menembak. Ia terasa jauh lebih natural dan nyaman untuk digunakan di seri ini. Anda yang senang dengan sedikit kustomisasi personal untuk banner dan senjata juga akan difasilitasi di sini.

Shameless promotion, i know..
Shameless promotion, i know..
Gerak parkour terasa lebih natural dan mudah dieksekusi.
Gerak parkour terasa lebih natural dan mudah dieksekusi.
Balancing yang masih jadi masalah. Karakter multiplayer di level tinggi masih sering bertemu dengan karakter-karakter level rendah yang tentu saja punya opsi senjata, perk, dan specialist yang lebih sedikit.
Balancing yang masih jadi masalah. Karakter multiplayer di level tinggi masih sering bertemu dengan karakter-karakter level rendah yang tentu saja punya opsi senjata, perk, dan specialist yang lebih sedikit.

Namun sayangnya, masalah klasik mode multiplayer Call of Duty di Black Ops masih terjadi di seri yang satu ini. Benar sekali, kita membicarakan balancing yang masih berantakan. Berada di level yang sangat rendah ketika mencicipinya, kami beberapa kali bertemu dengan tim lain yang berada di level super tinggi dengan komposisi yang terlihat sangat  tidak seimbang. Ini tentu saja jadi masalah karena tingginya level di multiplayer COD juga diasosiasikan kuat dengan variasi senjata yang lebih beragam, dan di seri ini, varian Specialist dan kemampuan spesial yang juga bisa mereka pilih.Hal yang tentu saja sangat disayangkan.

Bermain-main dengan Makhluk Kegelapan!

Salah satu daya tarik COD: Black Ops 3? Konten yang padat!
Salah satu daya tarik COD: Black Ops 3? Konten yang padat!

Jika Anda termasuk gamer skeptis yang masih belum melihat COD: Black Ops 3 sebagai sebuah game yang pantas dihargai dengan tingkat layaknya game AAA lain hanya karena ia terus dirilis tahunan, maka Anda mungkin akan tergoda dengan begitu padatnya nilai jual yang ia tawarkan di seri kali ini. Treyarch tampaknya punya ambisi yang kuat untuk memastikan bahwa setiap gamer, terlepas apapun mode yang paling ingin mereka cicipi,  berakhir puas dengan COD: Black Ops 3. Hasilnya? Untuk sebuah game seharga game AAA pada umumnya, ia menyuntikkan begitu banyak mode permainan di dalamnya, yang digarap serius.

Salah satu yang jadi kekuatan Treyarch? Tentu saja mode zombie yang ia usung. Namun berbeda dengan seri sebelumnya yang langsung melemparkan Anda ke sebuah mode survival begitu saja melawan banyak makhluk kegelapan ini, mode Zombie di COD: Black Ops 3 membenamkan latar belakang cerita dan karakter uniknya sendiri. Berbeda dengan single player dan multiplayernya yang hadir dengan setting futuristik, mode Zombie Black Ops 3 justru membawa Anda ke era tahun 1940-an, dimana empat karakter dengan latar belakang kejahatannya sendiri: Jessica Rose, Jack Vincent, Floyd Campbell, dan Nero Blackstone terbangun secara misterius dan berusaha bertahan hidup dari terjangan pada zombie dan varian monster yang lain.

Dengan setting klasik super keren, mode Zombie kini didukung garis cerita yang lebih kuat.
Dengan setting klasik super keren, mode Zombie kini didukung garis cerita yang lebih kuat.
Anda bisa mencicipinya secara offline maupun online bersama 3 player yang lain.
Anda bisa mencicipinya secara offline maupun online bersama 3 player yang lain.
Menarik di beberapa menit awal dan terasa repetitif di akhir, kami sendiri tak terlalu menikmati mode ini.
Menarik di beberapa menit awal dan terasa repetitif di akhir, kami sendiri tak terlalu menikmati mode ini.

Inti permainannya sendiri masih berkisar dengan sistem yang sama. Bahwa Anda berjuang untuk bertahan hidup, sendiri ataupun kooperatif bersama dengan 4 player yang lain. Setiap zombie yang Anda bunuh akan menghasilkan point tertentu yang bisa diposisikan layaknya mata uang, membeli lebih banyak varian senjata, peluru, dan juga kemampuan khusus yang memungkinkan Anda berubah menjadi monster dalam batas waktu tertentu. Ia juga dipaduka dengan sebuah cerita solid yang berkisar pada sosok misterius bernama “Shadowman” yang menjadi narator, sekaligus sumber dari benang  merah keempat karakter yang ada. Bagi kami pribadi, mode ini selalu menarik setidaknya di 15-30 menit permainan dan berangsur-angsur jadi repetitif seiring dengan waktu permainan. Selain Shadows of Evil sebagai garis cerita utama, mode zombie ini juga menawarkan mode campaign lain – The Giant yang bisa dibuka setelahnya.

Treyach menawarkan mode rahasia bernama Nightmare Modes yang akan terbuka setelah campaign selesai.
Treyach menawarkan mode rahasia bernama Nightmare Modes yang akan terbuka setelah campaign selesai.
Ia mengambil dan meramu ulang elemen campaign, dan mengganti musuh dengan zombie yang berkeliaran.
Ia mengambil dan meramu ulang elemen campaign, dan mengganti musuh dengan zombie yang berkeliaran.

Kerennya lagi? Treyarch juga menyuntikkan satu mode rahasia yang tak pernah mereka buka ke publik sebelumnya – Nightmare Modes yang baru bisa dibuka setelah menyelesaikan mode campaign. Ia seperti mode zombie namun dengan ekstra cerita yang lebih padat, dan didesain untuk mengeksplorasi event sebelum mode campaign. Terdengar menarik? Sayangnya tidak sekreatif yang dibayangkan. Mode Nightmares ini sebenarnya hanya merupakan variasi mode campaign yang mengganti sebagian besar musuh yang Anda hadapi menjadi zombie, walaupun tetap harus bertarung melawan beberapa anggota 54 Immortals di beberapa tempat. Menarik? Maka seperti di mode zombie, di awal,  lalu beranjak repetitif seiring dengan waktu gameplay apalagi jika Anda belum lama baru menyelesaikan mode campaign yang ada.

Punya banyak opsi selalu lebih baik daripada tak punya opsi sama sekali.
Punya banyak opsi selalu lebih baik daripada tak punya opsi sama sekali.

Secara garis besar, langkah Activision dan Treyarch untuk menawarkan lebih banyak konten di COD: Black Ops 3 tentu sesuatu yang pantas untuk diacungi jempol. Terlepas apakah ia berakhir menjadi sesuatu yang Anda suka atau tidak, opsi selalu lebih daripada tak punya opsi sama sekali.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…

PlayStation

September 1, 2022 - 0

Wawancara dengan Shaun Escayg dan Matthew Gallant (The Last of Us Part I)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Shuan Escayg dan Matthew Gallant terkait…
August 31, 2022 - 0

Review The Last of Us Part I: Lebih Indah, Lebih Emosional!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Last of Us Part…
August 26, 2022 - 0

Review Soul Hackers 2: Kumpul Iblis, Selamatkan Dunia!

Bagaimana dengan pengalaman yang ditawarkan oleh Soul Hackers 2 ini?…
August 25, 2022 - 0

Review Playstation Plus Tier Baru: Ambil EXTRA, Abaikan DELUXE!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Playstation Plus Tier Baru ini?…

Nintendo

September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…