Review The Division: Solid tapi Tak Istimewa!

Reading time:
March 17, 2016

Dark Zone – Sisi “Gelap” The Division

Dark Zone - salah satu daya tarik utama The Division.
Dark Zone – salah satu daya tarik utama The Division.

Anda yang sudah mengikuti informasi soal The Division selama satu tahun terakhir ini, apalagi jika Anda sempat membaca impresi beta kami sebelumnya tentu tak asing lagi dengan Dark Zone. Anda bahkan bisa menyimpulkannya sebagai salah satu daya tarik utama The Division sekaligus mekanik unik yang mendefinisikannya. Dark Zone adalah sebuah area terbatas yang berfungsi sebagai sebuah “arena” yang mengkombinasikan PvP dan PvE di saat yang sama. Begitu Anda masuk dari sesi kota biasa ke Dark Zone, Anda seperti berpindah dari sebuah area multiplayer shooter kooperatif ke sesuatu yang lebih mencerminkan sebuah game MMO PvP secara instan. Anda akan bertemu dengan musuh-musuh yang dikendalikan AI di sini, tetapi juga player lain yang juga hendak bersenang-senang di dalamnya. Selalu ada kesempatan Anda akan saling bertempur dan membunuh di sini.

Apakah Dark Zone esensial? Dari sisi cerita, tidak. Anda bisa menyelesaikan The Division dan membangun penuh markas Anda tanpa perlu ke Dark Zone sama sekali. Namun dari sisi gameplay, logikanya, apa gunanya Ubisoft Massive terus mempromosikan dan menjadikannya sebagai sebuah fitur jika Anda tak tertarik untuk menjajalnya sama sekali? Dark Zone adalah sebuah pengalaman yang harus Anda jajal sendiri.

Dark Zone sendiri sebenarnya memuat bagian kota Manhattan, yang dari sisi cerita, diklaim jauh lebih berbahaya dan hadir tanpa keteraturan. Lantas, sisi gameplay seperti apa yang ia tawarkan? Dark Zone memuat banyak pertarungan boss di dalamnya, anggap saja sebuah ruang khusus yang memungkinkan gamer untuk mencicipi sedikit sensasi Raid ala game MMO di dalamnya. Tak ada misi apapun yang jelas di sini.

Tak ada misi sama sekali di Dark Zone. Ia berisikan banyak Boss yang menempati area tertentu.
Tak ada misi sama sekali di Dark Zone. Ia berisikan banyak Boss yang menempati area tertentu.
Dark Zone bukan satu-satunya tempat untuk mendapatkan loot langka. Hanya saja karena ia memuat banyak pertarungan boss yang selalu menjatuhkan loot, ia otomatis memperbesar kesempatan Anda mendapatkan loot langka darinya. Matematika sederhana.
Dark Zone bukan satu-satunya tempat untuk mendapatkan loot langka. Hanya saja karena ia memuat banyak pertarungan boss yang selalu menjatuhkan loot, ia otomatis memperbesar kesempatan Anda mendapatkan loot langka darinya. Matematika sederhana.

Menghuni ruang yang sudah pasti dan akan terus respawn setelah beberapa menit dibunuh, para Boss ini menghadirkan tantangan yang sesungguhnya. Mereka biasanya hadir dengan bar health yang lebih alot dan tentu saja nama di atas kepala gamer. Bagi gamer, ini adalah kesempatan untuk berburu lebih banyak loot karena seperti yang bisa diprediksi, pertarungan boss ini akan selalu menghasilkan loot dengan tingkat kelangkaan yang tetap acak. Jadi secara logika, Ubisoft Massive sebenarnya tak pernah mendesain dan membuat Dark Zone adalah tempat satu-satunya untuk berburu equipment langka dan level tinggi. Namun karena fakta bahwa ia menawarkan pertarungan boss lebih banyak dan cepat, maka frekuensi looting yang lebih tinggi juga memperbesar kesempatan Anda untuk mendapatkan loot lebih baik. Sebuah matematika sederhana. Inilah alasan utama Anda  bermain-main di Dark Zone.

Item yang Anda dapatkan di Dark Zone tak bisa langsung digunakan. Anda harus membawanya keluar via helikopter yang bisa dipanggil di Extraction Zone.
Item yang Anda dapatkan di Dark Zone tak bisa langsung digunakan. Anda harus membawanya keluar via helikopter yang bisa dipanggil di Extraction Zone.
Ada kenikmatan tersendiri ketika melihat loot hasil Dark Zone Anda berhasil diamankan.
Ada kenikmatan tersendiri ketika melihat loot hasil Dark Zone Anda berhasil diamankan.

Menariknya, semua loot yang Anda dapatkan di Dark Zone tak bisa serta merta digunakan begitu saja. Anda harus melewati proses lagi karena semua equipment ini berada dalam status “terkontaminasi”. Untuk menggunakannya, Anda harus membawanya keluar dari Dark Zone. Anda harus menuju ke Extraction Zone terdekat,  memanggil helikopter penjemput loot yang akan datang dalam waktu tertentu, mengaitkan loot Anda di tali yang jatuh, dan kemudian menunggu helikopter tersebut terbang kembali. Terdengar sederhana? Prosesnya memang iya. Kesulitan yang sebenarnya justru muncul dari satu tugas yang lain: bertahan hidup.

Karena seperti yang kami sebut sebelumnya, konsep PvP di Dark Zone membuat player satu dengan yang lainnya bisa saling membunuh jika mereka ingin. Begitu Anda memanggil helikopter untuk membawa loot Anda keluar, semua player di sekitar akan langsung mendapatkan notifikasi super jelas bahwa ada yang memanggil helikopter untuk membawa loot mereka keluar. Dari momen seperti inilah, konsep Dark Zone “bersinar”. Mengapa? Karena selalu ada kesempatan player yang lain berusaha untuk membunuh Anda di extraction zone dan mencuri loot yang hendak Anda bawa keluar. Atau bisa juga sebaliknya, Anda bisa menjadikannya sebagai momen tepat untuk mencuri loot yang lain. Konsekuensinya akan membawa Anda masuk ke dalam status “Rogue” – yang kini membuat Anda jadi target player yang lain untuk sebuah ekstra reward.  Apakah seoarang player cukup menggoda dibunuh untuk dicuri loot-nya atau tidak? Ubisoft masih menjadikannya sebagai bagian dari elemen resiko. Tak ada cara untuk memeriksa loot seperti apa yang mereka bawa selain clue visual dengan sebuah tabung kuning yang terlihat di punggung mereka. Anda baru tahu loot seperti apa yang Anda curi begitu Anda membunuh mereka.

Anda bisa membunuh player lain di Dark Zone dan mencuri loot mereka.
Anda bisa membunuh player lain di Dark Zone dan mencuri loot mereka.

Bahkan bisa dibilang, Dark Zone memang seolah berevolusi pada kata resiko itu sendiri. Setiap kali Anda mati misalnya, Anda tak hanya akan kehilangan loot yang Anda bawa, tetapi juga kehilangan sejumlah mata uang Dark Zone, item Dark Zone Key yang bisa digunakan untuk  membuka peti khusus di Dark Zone, dan tentu saja mata uang khusus Dark Zone itu sendiri. Begitu Anda masuk ke status Rogue atau bahkan lebih tinggi – Manhunt, yang jadi target buruan semua player yang lain, jumlah hal yang harus Anda jatuhkan juga akan semakin besar. Maka dengan semua resiko ini, apalagi dengan banyaknya player yang bergerak di Dark Zone tanpa kita ketahui intensi jelasnya, resiko selalu ada dan membuat kita waspada. Bahkan player lain yang sekedar mengikuti gerak-gerik bisa memicu sedikit rasa paranoid tersendiri.

Tapi, apakah implementasi Dark Zone ini terhitung berhasil? Anda yang sempat membaca impresi beta kami tentu sudah mengetahui keluhan kami yang dengan terbuka menyebut mode ini butuh lebih banyak penyesuaian agar lebih menarik. Karena sejauh masa beta kemarin, masuk ke dalam status Rogue masih bukanlah sesuatu yang terasa menguntungkan dan cenderung dijauhi oleh para user yang lain. Loot tak berasa sepantas itu untuk dikejar dan hasil akhirnya, gamer bermain dengan sangat aman. Zona yang seharusnya dibangun untuk mendukung gameplay PvP justru terasa seperti zona kosong lain tanpa misi yang jelas. Berita baiknya, ada sedikit perbaikan di versi final yang kami jajal ini.

Dark Zone kini hadir dengan sistem bracket untuk memastikan disparitas kekuatan dari senjata dan equipment karakter level tinggi dan rendah tidak menjadikannya sebagai ajang bully. Bracket level berfungsi sebagai pembatas karakter level apa saja yang bisa masuk ke dalam satu area yang sama, sehingga batas level dan prediksi kemampuan seperti apa yang dipikul menjadi lebih jelas. Di bracket level awal, Anda akan menemukan Dark Zone yang serupa dengan masa beta kemarin, sebuah zona ekstra looting yang terhitung sangat aman. Sesama player lebih memilih untuk tidak menempuh resiko tak penting dan lebih disibukkan dengan membunuh NPC-NPC yang bisa ditemukan sekaligus menaikkan level Dark Zone karakter yang  memang terpisah dari level utama karakter. Namun begitu Anda sudah berada di level tinggi, dinamikanya menjadi berbeda. Dark Zone mulai terlihat lebih berbahaya, seperti apa yang diinginkan Ubisoft darinya.

Di level tinggi, tak sedikit player yang mulai “jatuh ke sisi kegelapan” Dark Zone dan mulai memosisikan diri sebagai seorang Rogue yang secara intensif membunuh dan memburu player yang lain, entah untuk sekedar senang-senag belaka atau memang berfokus mencuri loot yang mereka miliki. Kami bahkan sempat menemukan sekelompok Rogue yang bahkan terdiri dari 2 tim berbeda yang saling bekerjasama. Benar sekali, 2 tim yang masing-masing berisikan 4 orang pemain (total 8 orang) terus menyusuri Dark Zone dan membunuh siapapun yang mereka temui. Sebuah ancaman yang tentu tak mudah ditundukkan tanpa koordinasi antar player lain yang mumpuni. Aksi PvP menjadi sesuatu yang lebih sering Anda temui di level-level tinggi seperti ini.

Kini tak sedikit tim yang berjalan bersama, yang bisa memuat anggota hingga 8 orang untuk menjadi kekuatan Dark Zone yang sulit dibendung. Screenshot ini seperti yang bisa Anda prediksi, tak berakhir baik untuk kami.
Kini tak sedikit tim yang berjalan bersama, yang bisa memuat anggota hingga 8 orang untuk menjadi kekuatan Dark Zone yang sulit dibendung. Screenshot ini seperti yang bisa Anda prediksi, tak berakhir baik untuk kami.
“Jalur belakang”, tak sedikit player yang sengaja menghalangi jalur tembak Anda untuk membuat Anda jatuh ke status Rogue. Dengan demikian, ia bisa membunuh dan mencuri loot Anda tanpa resiko sama sekali.

Tak hanya itu saja, player juga mulai mencari “jalur belakang” untuk mencuri loot yang lain dengan cara yang lebih aman. Salah satu yang kami temui? Dengan “memaksa” Anda untuk jatuh ke status Rogue terlebih dahulu. Karena membunuh seorang Rogue tak akan membuat sang pembunuh jatuh ke status Rogue sehingga ia bisa melenggang bebas tanpa perlu khawatir akan diburu oleh player yang lain. Yang ia lakukan? Sengaja berdiri tepat di depan jalur tembak Anda, ketika Anda tengah berusaha membunuh musuh AI yang lain. Sudah jadi reflek tersendiri bahwa kita akan mengosongkan peluru secepat dan seefektif mungkin ketika berhadapan dengan musuh tanpa mempertimbangkan hal yang lain. Ketika tubuh player lain ini tiba-tiba berada di depan Anda, Anda biasanya sudah melontarkan 5-6 peluru ke tubuh mereka sebelum Anda sadari. Efeknya? Anda jatuh ke status Rogue, ia membunuh Anda begitu saja tanpa status Rogue, membawa kabur loot Anda, dan melenggang bebas tanpa bisa dilacak. Menyebalkan dan pintar di saat yang sama.

Bertarung melawan boss, mengambil loot, extract, dan kemudian mengulangi proses yang sama kembali.
Bertarung melawan boss, mengambil loot, extract, dan kemudian mengulangi proses yang sama kembali.
Dunianya sendiri juga sayangnya, terasa begitu datar.
Dunianya sendiri juga sayangnya, terasa begitu datar.

Terlepas dari daya tarik yang ia usung, sayangnya seperti dunia utama yang ada, Dark Zone juga didesain tak menarik. Hampir semua boss yang bisa Anda bunuh untuk “segenggam” loot akan bertahan di area yang sama dan tak akan bergerak ke manapun. Hasilnya? Sebagian besar permainan Anda akan berakhir dengan berlari dan membunuh boss di Dark Zone dari satu area ke area selanjutnya, melakukan extract ketika batas item penuh, dan kemudian mengulanginya lagi. Dunianya sendiri begitu statis di Dark Zone, tak ada event acak ataupun event harian unik yang membuat seolah ia terasa bergerak. Ubisoft juga tak menyuntikkan mode ataupun misi apapun di dalamnya atau mungkin mendorong PvP yang lebih intensif untuk membuatnya lebih semarak.

Dark Zone adalah konsep unik yang super menarik yang belum pernah diimplementasikan game manapun sebelumnya, dan sejauh ini ia memang berhasil membuat kami kembali dan kembali. Namun seiring dengan waktu permainan dan sensasi familar yang ia munculkan, proses membunuh boss dari satu ke area yang bergerak di situ-situ saja sangat mungkin berakhir jadi sesuatu yang terasa monoton dan membosankan. Apalagi jika ia berakhir terlalu “damai”.

End-Game: Sesuatu yang Baru Dimulai!

Anda sudah mencapai level 30 alias mentok? Tenang, tantangannya baru dimulai sekarang.
Anda sudah mencapai level 30 alias mentok? Tenang, tantangannya baru dimulai sekarang.

Salah satu pertanyaan yang mungkin menghantui kepala Anda adalah end-game yang ditawarkan oleh The Division ini. Apakah ia bisa dinikmati atau tidak begitu Anda sudah menyelesaikan garis cerita utama yang ada? Bagaimana jika Anda sudah membangun markas secara penuh dan sudah berada di level tertinggi untuk zona biasa – Level 30 dan Dark Zone – Level 50? Tenang saja, begitu Anda sudah mencapai status end-game, ada sesuatu hal baru yang ditawarkan oleh The Division ini. Bahkan kami bisa menyebut, bahwa tantangan sebenarnya baru dimulai ketika Anda tiba di titik yang satu ini.

Begitu Anda mencapai level 30 untuk karakter utama Anda, ada beberapa hal baru yang akan tersedia di saat itu juga. Dua hal yang paling esensial adalah munculnya mata uang baru bernama “Phoenix Credits” dan juga sesuatu yang disebut sebagai “Daily Mission”. Phoenix Credits adalah mata uang baru istimewa yang bisa Anda gunakan untuk membeli senjata dan equipment “High-End” yang merupakan equipment dengan tingkat kelangkaan tertinggi. Anda bisa membelinya secara “mentah” atau sekedar membeli resep yang kemudian bisa diracik via fitur Crafting yang disertakan. Tentu saja, Anda harus mengorbankan sejumlah Phoenix Credits untuk melakukannya. Di sinillah, Daily Mission muncul sebagai sumber untuk tantangan yang baru.

Sebuah mata uang baru bernama
Sebuah mata uang baru bernama “Phoenix Credits” kini muncul, bisa digunakan untuk membeli equipment level tinggi atau sekedar resep yang bisa dibuat dengan sistem Crafting yang juga disertakan.
Untuk mengumpulkan Phoenix Credits, Anda harus menyelesaikan 3 Daily Mission yang akan di-refresh setiap harinya. Kerennya lagi? Salah satu misi ini punya tingkat kesulitan baru - Challenging.
Untuk mengumpulkan Phoenix Credits, Anda harus menyelesaikan 3 Daily Mission yang akan di-refresh setiap harinya. Kerennya lagi? Salah satu misi ini punya tingkat kesulitan baru – Challenging.

Seperti yang bisa diprediksi, cara terbaik untuk mengumpulkan Phoenix Credits adalah dengan menyelesaikan Daily Missions – yang akan menuntut Anda untuk memainkan ulang tiga misi utama yang terus berubah setiap harinya. Lebih sulit dari biasaya, Daily Missions ini akan memberikan Anda ekstra puluhan Phoenix Credits setelah selesai sekaligus kesempatan untuk “memanen” equipment langka dengan cuma-cuma. Anda bisa menyelesaikan misi ini seorang diri jika Anda cukup percaya diri dan bersama dengan 3 player lainnya dalam mode kooperatif untuk membuat prosesnya lebih mudah. Semua musuh di mode Daily Missions ini akan hadir dengan level tertinggi – 30 dengan jumlah yang lebih banyak. Tapi tunggu dulu, Daily Missions masih punya satu ekstra kejutan yang jadi daya tarik utama permainan high-end. Satu di antara ketiga misi harian tersebut akan memuat sebuah tingkat kesulitan baru bernama “Challenging”.

Di sinilah kemampuan karakter utama The Division Anda akan diuji habis-habisan. Tak berlebihan rasanya untuk mensejajarkan mode kesulitan Challenging ini dengan pendekatan ala Dark Souls. Anda masih akan melewati desain level dengan titik respawn musuh yang juga sama tetapi dengan musuh yang jauh lebih mematikan. Setiap musuh ini, yang sekecil apapun, akan terasa seperti pertarungan boss sendiri. Mereka hadir dengan level 32, punya bar HP warna kuning yang tebal, punya akurasi tembakan yang sangat tidak rasional, dan bisa membunuh secara instan terlepas dari seberapa “matang”-nya senjata dan equipment yang mereka miliki. Satu kali tembakan shotgun musuh dari jarak dekat atau bidikan sniper di mode Challenge ini cukup untuk membuat karakter Anda tewas instan begitu saja.

Challenging Mode, ketika The Division berubah jadi Dark Souls.
Challenging Mode, ketika The Division berubah jadi Dark Souls.
Bahkan dengan equipment level tinggi sekalipun, musuh-musuh di mode ini bisa membunuh Anda secara instan jika tidak hati-hati. Butuh strategi dan koordinasi lebih intensif untuk menyelesaikan mode ini.
Bahkan dengan equipment level tinggi sekalipun, musuh-musuh di mode ini bisa membunuh Anda secara instan jika tidak hati-hati. Butuh strategi dan koordinasi lebih intensif untuk menyelesaikan mode ini.

Namun, daya tariknya menguat untuk karakter level atas seperti yang kami miliki. Mode Challenging ini akan memaksa Anda untuk mulai mengatur strategi seefektif mungkin dan tak lagi sekedar memperlakukan The Division selayaknya sebuah game third person shooter “biasa”. Kami dan teman satu tim kami yang selalu bermain bersama bahkan sudah pada tahap mengatur pemilihan skill masing-masing untuk memastikan kesempatan bertahan hidup yang lebih besar. Dan sejauh ini, memang benar efektif. Memastikan bahwa selalu ada karakter yang punya sistem healing lebih baik atau kemampuan disable untuk menghentikan gerak musuh untuk sementara waktu, atau sekedar menentukan timing untuk mengeluarkan Signature Skill – skill terkuat dengan waktu cooldown lama yang – akan membantu Anda selamat dari mimpi buruk ini. Satu Daily Mission dengan tingkat kesulitan Challenging ini bisa memakan waktu 1,5-3 jam untuk diselesaikan. Anda akan melewati banyak proses trial dan error yang akan membuat semangat Anda membara.

Lantas, bagaimana dengan Dark Zone sendiri? Level tertinggi Dark Zone untuk setiap karakter adalah 50, berbeda dengan level karakter di zona utama. Walaupun tak berpengaruh pada equipment yang bisa Anda kenakan, level Dark Zone ini akan sangat menentukan senjata atau equipment Dark Zone seperti apa yang bisa Anda beli. Ada beberapa toko di Dark Zone yang hanya menjual equipment untuk karakter level 50 saja. Beberapa bahkan menuntut sejumlah Phoenix Credits.

Sayangnya, tujuan akhir dari memperkuat karakter Anda sendiri belum jelas. Rumor sempat menyebut bahwa Ubisoft akan menyuntikkan mode Raid terpisah sebagai konten tambahan di masa depan.
Sayangnya, tujuan akhir dari memperkuat karakter Anda sendiri belum jelas. Rumor sempat menyebut bahwa Ubisoft akan menyuntikkan mode Raid terpisah sebagai konten tambahan di masa depan.

Di atas itu semua, Ubisoft juga sempat menjanjikan akan melemparkan lebih banyak konten untuk karakter level tinggi di masa depan sebagai update cuma-cuma. Saat ini masih jadi misteri memang, namun anggap saja semua proses looting ini bisa dilihat sebagai upaya persiapan untuk apapun yang akan mereka lontarkan nantinya. Apalagi salah satu rumor yang sempat beredar di masa lalu sempat menyebut bahwa Ubisoft Massive akan menyuntikkan mode Raid 8 player sebagai konten end-game ekstra yang menggoda. Namun berita buruknya, untuk Anda yang gampang bosan, ini mungkin akan jadi titik yang akan sangat menentukan apakah Anda akan tetap bertahan atau cabut dari The Division. Karena begitu menyentuh level 30 dan sudah menyelesaikan cerita, sisa yang ditawarkan game ini, seperti yang kami jelaskan, akan berpusat pada usaha untuk mendapatkan varian loot yang lebih baik, itu saja. Proses grinding dimulai untuk memastikan karakter Anda sekuat mungkin bukanlah sesuatu yang bisa dinikmati oleh beberapa gamer, itu yang pasti.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…