Review Hellblade – Senua’s Sacrifice: Lebih dari Sebuah Game Action!

Reading time:
August 9, 2017
Hellblade jagatplay (2)

Bersanding dengan Platinum Games, Ninja Theory memang pantas disebut sebagai salah satu developer game action dengan sepak terjang yang tak perlu lagi diragukan. Gamer yang sempat memiliki Playstation 3 mungkin mengenal namanya lewat Heavenly Sword yang cukup memesona di kala itu. Sementara tak sedikit yang baru mengenalnya lewat proyek reboot Devil May Cry dalam proyek DmC yang sempat memicu kontroversi karena perubahan bentuk karakter utama – Dante yang cukup drastis di kala itu. Kini mereka kembali setelah sempat melewati beberapa kali proses penundaan. Sang proyek teranyar – Hellblade: Senua’s Sacrifice akhirnya meluncur ke pasaran.

Apa yang membuat Hellblade menarik? Karena ini adalah proyek pertama mereka sebagai developer indie. Ini berarti, Ninja Theory memutuskan untuk tidak melibatkan publisher sama sekali dan mendorong rilis game action ini dengan uang dari kantong pribadi mereka sendiri. Sementara di sisi lain, mereka juga berambisi untuk mendorong kualitas game AAA darinya lewat implementasi Unreal Engine 4 yang optimal.

Kebebasan kreatif yang diusung Hellblade tanpa campur tangan publisher termanifestasi dalam sebuah tema yang jarang disentuh oleh industri game itu sendiri. Sebuah game yang siap untuk membuatnya Anda mempertanyakan soal kenyataan itu sendiri. Sebuah game yang bahkan akan membuat Anda tak bisa lagi membedakan mana yang nyata ataupun tidak.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Hellblade: Senua’s Sacrifice ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai lebih dari sebuah game action belaka? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

(Dimainkan dan di-review dengan SI HITAM MK.I)

Plot

Seperti nama yang ia usung, Anda akan berperan sebagai Senua.
Seperti nama yang ia usung, Anda akan berperan sebagai Senua.

Seperti yang diusung oleh nama yang ia usung, Hellblade akan membawa Anda masuk ke dalam dunia seorang karakter wanita yang hidup di peradaban Nordic di masa lalu – Senua. Seorang prajurit dengan kemampuan pedang luar biasa yang memutuskan untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi haknya.

Terinspirasi dari begitu banyak cerita tragedi yang menghiasi mitologi tidak hanya Yunani, tetapi juga Norse di masa lalu, Senua tengah berada dalam misi sucinya untuk menantang dan melawan takdir. Tidak bisa menerima fakta bahwa kekasihnya – Dillion tak lagi bisa ia sentuh, cium, dan jamah, Senua memutuskan untuk mengambilnya kembali dari penguasa Helheim (neraka dalam Norse) – Hela. Semata-mata untuk menyempurnakan hidup yang bagi Senua, kini tak lagi akan pernah sama. Berbekalkan pedang, niat, dan komitmen untuknya, ia siap untuk menembus kabut dan kematian untuk satu nama – Dillion.

Tidak terima dengan kematian kekasihnya, Senua hendak berangkat ke Helheim dan menemui dewi penguasanya - Hela.
Tidak terima dengan kematian kekasihnya, Senua hendak berangkat ke Helheim dan menemui dewi penguasanya – Hela.
Ia siap untuk mempertaruhkan segalanya demi mendapatkan dan menghidupkan kembali Dillion.
Ia siap untuk mempertaruhkan segalanya demi mendapatkan dan menghidupkan kembali Dillion.

Tentu saja, perjalanan ini tidak mudah. Sebagai salah satu penjaga dunia yang bahkan tak berani diganggu-gugat oleh dewa-dewi Norse yang lain, Helheim dan Hela menjadi sebuah tujuan yang terdengar mustahil. Bahkan untuk bisa membuka pintu ke neraka tersebut, Senua harus bertarung melawan dua dewa yang lain menjaganya – Surt untuk api dan Valravn untuk ilusi. Tidak hanya itu saja, seekor binatang buas yang siap menerkam di kala malam di dekatnya juga akan menghalangi perjalanan Senua. Namun pada akhirnya, Senua masih punya satu tantangan besar sebelum ia mampu mengambil kembali Dillion.

Tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh Senua?
Tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh Senua?

Mampukah Senua menyelamatkan Dillion dari Hela? Tantangan seperti apa yang harus ia hadapi? Masalah terbesar apa yang akan dihaadapi oleh Senua? Anda tentu saja bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan memainkan Hellblade: Senua’s Sacrifice ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 28, 2021 - 0

Review Fatal Frame – Maiden of Black Water: Mengkilap, Menegangkan!

Apakah Koei Tecmo akan mengeksplorasi kembali Fatal Frame sebagai sebuah…
October 27, 2021 - 0

Review House of Ashes: Selangkah Lebih Baik!

Ambisius adalah kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang tengah…
October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…