Review The Evil Within 2: Versi Lebih Superior!

Reading time:
October 24, 2017

Ruang Terbuka

The Evil Within 2 bukan sekedar game survival horror yang selama ini Anda kenal.
The Evil Within 2 bukan sekedar game survival horror yang selama ini Anda kenal.

Secara garis besar, status The Evil Within 2 sebagai sebuah game survival horror sepertinya sudah menjelaskan bentuk gameplay seperti apa yang Anda dapatkan. Benar sekali, ini adalah game action yang akan meminta untuk mengatasi setiap ancaman yang ada dengan resource yang terbatas. Sebastian juga tetap akan dipersenjatai dengan beragam senjata mumpuni, dari sekedar handgun, crossbow, shotgun, hingga sniper rifle sekalipun. Untuk menghemat sumber daya yang ada, Anda juga bisa membunuh sebagian besar musuh yang ada secara stealth. Yang perlu Anda lakukan adalah mengendap dan berjalan sedekat mungkin dengan mereka, menekan satu tombol yang dibutuhkan, dan menikmati animasi brutal yang ada. Tentu saja, di beberapa kasus monster yang “spesial”, Stealth tidak akan bisa menghabisi mereka dengan sekali tikam saja. Terkadang ada ekstra peluru yang harus Anda lontarkan, atau bahkan, ada kasus dimana Anda tidak akan bisa melakukan stealth sama sekali.

Tentu saja, untuk memperkuat cita rasa horror ini, Tango Gameworks juga membubuhkan beberapa ekstra konten gameplay menarik di sini. Akan ada situasi dimana Anda berhadapan dengan sensasi horror yang sebenarnya tanpa mode “survival” di sini. Mengapa? Karena berdasarkan cerita yang ada, monster yang Anda hadapi ternyata tidak mempan tembakan atau ledakan. Sesi gameplay seperti ini akan lebih berfokus pada usaha untuk bersembunyi, menghindar, dan akhirnya menemukan jalan keluar yang ada. Berita baik untuk Anda yang tidak senang dengan gameplay seperti ini? Sesinya sendiri tidak berlangsung begitu lama. Yang kedua? Di salah satu sesi gameplay, sensasi horror diperkuat lewat sesi yang diambil dari kacamata orang pertama. Tidak bisa melawan selain menggunakan serangan stealth, sesi singkat ini tentu memberikan perspektif baru untuk The Evil Within 2. Menariknya lagi? Untuk Anda yang memainkan game ini di PC, sesi ini ternyata bisa dimodifikasi untuk keseluruhan gameplay, dari awal hingga akhir.

Akan ada sesi gameplay dimana Anda tidak bisa melawan dan hanya bisa menghindar.
Akan ada sesi gameplay dimana Anda tidak bisa melawan dan hanya bisa menghindar.
Namun daya tariknya tentu mengakar pada desain semi open-world yang keren.
Namun daya tariknya tentu mengakar pada desain semi open-world yang keren.

Namun dari semua hal baru yang ditawarkan oleh The Evil Within 2, konsep semi open-worldnya lah yang paling pantas untuk mendapatkan perhatian. Benar sekali, tidak lagi seperti seri pertama yang linear dan terbatas, The Evil Within 2 menawarkan konsep dunia yang lebih terbuka untuk Union City – “arena bermain” Anda. Seperti salah satu sesi gameplay di The Last of Us, kota ini menyediakan begitu banyak rumah dan lokasi untuk Anda masuki, jelajahi, dan kemudian tundukkan dengan para “Lost” yang menghantuinya, baik sendiri maupun berkelompok. Mengisinya, Tango Gameworks juga menyediakan beragam misi sampingan dengan reward yang terlalu menggoda untuk dilewatkan begitu saja. Ia bisa berisikan senjata baru, sekedar peluru, hingga beragam material untuk proses crafting.

Benar sekali, The Evil Within 2 kini menyuntikkan sistem crafting di dalamnya. Dengan beragam material yang tersebar, komponen-komponen ini bisa Anda kumpulkan untuk meracik hal-hal yang Anda butuhkan. Gunpowder misalnya, bisa diracik menjadi peluru. Namun semakin besar senjata yang ada, semakin banyak pula gunpowder yang dibutuhkan untuk meraciknya. Sebagai contoh? Handgun butuh 2 gunpowder / peluru, sementara Shotgun butuh 5 buah. Menariknya lagi? The Evil Within 2 menyuntikan mekanisme yang unik di sistem crafting ini. Anda bisa melakukannya di dua tempat yang disediakan: Bench Table spesifik atau dimanapun Anda inginkan. Melakukan crafting di bench table akan memungkinkan Anda menciptakan item yang Anda inginkan dengan jumlah resource yang lebih sedikit. Sementara melakukannya di luar bench table, membuat resource yang dituntut semakin banyak. Contoh? Peluru Shotgun yang tadinya butuh 5 gunpowder di bench table, berakhir butuh 8 gunpowder di luar bench table. Sistem seperti ini akan memfasilitasi beragam situasi yang mungkin dihadapi oleh gamer, namun hadir dengan konsekuensi yang memicu banyak pertimbangan. Brilliant!

Crafting kini memainkan peran lebih penting.
Crafting kini memainkan peran lebih penting.
Tidak sekedar misi sampingan yang bisa diselesaikan untuk ekstra reward, ada event tak terprediksi pula yang meminta Anda untuk membantu survivor yang ada.
Tidak sekedar misi sampingan yang bisa diselesaikan untuk ekstra reward, ada event tak terprediksi pula yang meminta Anda untuk membantu survivor yang ada.

Konsep crafting ini jugalah yang membuat konsep dunia lebih terbuka dari The Evil Within 2 berhasil. Karena akan selalu terdorong dengan kebutuhan untuk mempersiapkan diri dengan lebih matang, proses eksplorasi menjadi menarik untuk mengejar hal tersebut. Lewat beragam tempat yang bisa Anda masuki dan beragam misi sampingan yang bisa Anda selesaikan, penghargaan lewat reward yang bisa didapatkan menjadi sesuatu yang terlalu menggiurkan untuk dilewatkan begitu saja. Kita berbicara soal potensi untuk mendapatkan lebih banyak peluru, senjata baru, atau sekedar “membersihkan” wilayah dari ancaman di masa depan. Kerennya lagi? Ada beberapa titik di dalam peta yang juga berisikan orang-orang awam yang masih bertahan hidup yang bisa Anda bantu. Ini membuat Union sendiri, terasa sedikit lebih hidup.

Namun tidak hanya sekedar Union saja, Anda juga akan punya “taman bermain” lain yang disebut sebagai The Marrow, yang merupakan jalan akses rahasia milik anggota tim Mobius yang sekarang, juga hancur luluh lantak karena serangan para Lost. Bisa mengaksesnya lewat beragam komputer yang ada ala Matrix, The Marrow menjadi semacam ruang ekstra untuk gerak cerita linear The Evil Within 2. Walaupun terkadang Anda harus bolak-balik menjelajahinya atas nama resource atau sekedar menyelesaikan misi sampingan yang ada, ia tidak lebih dari ruang lebih “tertutup” yang harus dijelajahi Sebastian, mau tidak mau, untuk menemukan Lily.

Selain Union City, ada tempat lain bernama
Selain Union City, ada tempat lain bernama “The Marrow” yang akan sering Anda jelajahi, walaupun konsepnya lebih linear.

Konsep ruang lebih terbuka The Evil Within 2 ini tentu saja pantas disambut dengan tangan terbuka, apalagi dengan eksekusi yang pantas untuk diacungi jempol. Mereka juga berhasil membuat kota ini dipenuhi dengan para Lost yang akan menawarkan banyak tantangan, dari sekedar varian saja. Ada Lost yang berdiri sendiri dan bisa Anda habisi dengan mudah via stealth, namun terkadang mereka hadir berkelompok yang menuntut strategi berbeda. Kondisi lebih kacaunya lagi adalah ketika mereka bergerombol dengan tipe monster lebih spesial yang lebih sulit untuk ditundukkan. Anda bisa menghabiskan resource Anda untuk membuat mereka punah, tetapi juga selalu punya opsi untuk “bermain cantik” untuk memastikan jumlah peluru Anda tidak lenyap begitu saja. Anda punya ruang untuk memutuskan, mana yang lebih cocok untuk Anda.

Mempersiapkan Diri

Kesempatan memperkuat diri juga akan menjadi motivasi untuk sedikit melakukan eksplorasi.
Kesempatan memperkuat diri juga akan menjadi motivasi untuk sedikit melakukan eksplorasi.

“Jika memang resource begitu terbatas dan langka, mengapa tidak melarikan diri begitu saja?”, Anda mungkin bertanya. Percaya atau tidak, opsi tersebut memang dimungkinkan. Bukan tidak mungkin, di luar pertempuran yang memang scripted, Anda bisa saja berjalan mengendap-ngendap untuk mencapai satu titik tertentu yang dibutuhkan, bahkan saat di Union City sekalipun. Namun ada satu hal yang akan Anda lewatkan jika melakukannya. Benar sekali, kesempatan untuk memperkuat Sebastian Castellanos.

Karena untuk setiap Lost yang Anda tundukkan, Anda selalu akan mendapatkan reward di atas mayat mereka. Ia bisa berakhir menjadi sekedar resource untuk crafting atau yang lebih penting, resource untuk proses leveling Sebastian. Benar sekali, kembali memanfaatkan kemampuan unik Tatiana yang kini ikut kembali sebagai karakter pendukung, Anda bisa memperkuat Sebastian lewat sebuah pohon skill yang melekat pada konsep RPG. Dibagi ke dalam beragam kategori yang berbeda dari Health, Stealth, Combat, Atletik, hingga Recovery, masing-masing dari mereka akan menawarkan efek penguatan yang berbeda. Stealth tentu saja akan memudahkan Anda untuk menghabisi para Lost secara diam-diam, sementara Recovery misalnya, akan mempengaruhi kemampuan regen HP Anda dari beragam kondisi, misalnya.

Setiap Lost yang Anda bunuh mungkin menjatuhkan Green Gel - resource untuk memperkuat Sebastian.
Setiap Lost yang Anda bunuh mungkin menjatuhkan Green Gel – resource untuk memperkuat Sebastian.
Good old times?
Good old times?

Untuk memperkuat masing-masing hal ini, Green Gel menjadi resource paling esensial. Untuk mengaktifkan setiap tile yang ada, Anda akan dituntut untuk mengorbankan jumlah Green Gel tertentu. Kerennya lagi? Tidak selalu sekedar memperkuat efek yang ada, beberapa tile spesifik juga akan menawarkan kemampuan baru untuk Sebastian, seperti skill untuk menendang Lost yang tengah berada dalam posisi stun hingga buff permanen yang akan meningkatkan damage Anda untuk setiap peluru yang berhasil mengenai satu monster spesifik.  Beberapa sesi di dalam setiap kategori juga akan dikunci oleh “mata uang” lain bernama Red Gel yang biasanya akan jadi dinding pembatas untuk efek yang lebih kuat. Red Gel juga bisa didapatkan dari sesi eksplorasi Anda.

Dengan fakta bahwa tiap Lost punya kemungkinan Anda untuk menjatuhkan Green Gel dalam jumlah tertentu, apalagi yang memang hadir sebagai monster spesial, maka usaha untuk membinasakan setiap Lost yang Anda temui menjadi sesuatu yang lebih pantas untuk dikejar. Hasilnya? Mendorong proses eksplorasi di Union City lebih dari sekedar mencari resource saja. Anda juga bisa memperkuat Sebastian melalui sistem Weapon Upgrade – yang seperti namanya, memang membuat senjata yang Anda gunakan akan lebih efektif.

Mengumpulkan resource bernama Weapon Parts, Anda juga bisa memperkuat senjata pilihan Anda.
Mengumpulkan resource bernama Weapon Parts, Anda juga bisa memperkuat senjata pilihan Anda.
Tentu saja, untuk membuat senjata ini lebih efektif atau bahkan, hadir dengan kemampuan baru yang lebih dekstruktif.
Tentu saja, untuk membuat senjata ini lebih efektif atau bahkan, hadir dengan kemampuan baru yang lebih dekstruktif.

Untuk memperkuat senjata Anda, dengan konsep yang sama seperti Green Gel, Anda harus mengumpulkan resource baru lain bernama Weapon Parts. Dengannya, Anda bisa memperkuat aspek tiap senjata yang ada, dari sekedar damage, kecepatan reload, jumlah peluru di setiap magazine, hingga pada akhirnya – melahirkan efek “spesial” yang pantas untuk dikejar setelah membuka beragam efek tersebut via resource langkah lainnya bernama High Parts. Jika Anda memperkuat senjata Harpoon / Crossbow Anda hingga akhir misalnya, Anda bisa melahirkan efek bernama “EX” yang membuat peluru normal Harpoon Anda kini ditenagai dengan sebuah efek api yang mampu membakar Lost yang Anda serang.

Pada akhirnya, sistem seperti ini tidak hanya memberikan sensasi progress untuk Sebastian yang tentu akan semakin kuat, jika Anda menumpahkan lebih banyak usaha untuk menundukkan para Lost saja, tetapi juga memfaslitasi beragam gaya bermain Anda itu sendiri. Namun sayangnya, kami harus menyebut bahwa sistem ini sendiri, masih terlalu dangkal untuk menyiapkan diri Anda untuk  beragam skenario yang ada. Ia tidak akan memfasilitasi Anda yang ingin bermain dan bertempur secara terbuka, misalnya.

Mengapa? Karena Anda akan selalu dibatasi oleh jumlah resource terbatas yang membuat Anda tidak ingin menyia-nyiakan peluru yang ada. Padahal, Tango bisa menyuntikkan kategori yang lebih bisa menawarkan kesempatan itu dengan memungkinkan Anda untuk memanfaatkan resource crafting dengan lebih efektif. Sebagai contoh? Kategori yang memungkinkan Anda untuk menciptakan 1 peluru handgun / gunpowder, atau sekedar membuat efek RNG 40% bahwa setiap proses crafting 5 peluru, Anda punya kesempatan untuk mendapatkan dua peluru atau sejenisnya. Melepas kategori Health dan Recovery dalam dua ruang terpisah adalah tindakan yang sia-sia menurut kami.

Sayangnya, sistem skill ini tidak akan memfasilitasi Anda yang ingin bermain dengan lebih
Sayangnya, sistem skill ini tidak akan memfasilitasi Anda yang ingin bermain dengan lebih “terbuka”.
Pertarungan boss akan menguras resource Anda.
Pertarungan boss akan menguras resource Anda.

Anda juga tidak pernah bisa memainkan game ini secara Stealth penuh, karena mau tidak mau, beberapa kondisi berakhir mengharuskan Anda bertempur dengan senjata secara terbuka. Baik dari fakta bahwa beberapa varian monster spesial tidak bisa dibunuh dengan hanya satu serangan spesial atau tidak bisa ditundukkan dengan stealth sama sekali, hingga fakta bahwa sebagian besar pertarungan boss yang ada memang mengharuskan Anda untuk melukai mereka dengan senjata. Untuk urusan terakhir ini, bukan pemandangan yang langka pula bahwa mereka akan “mengurasnya” dengan jumlah yang signifikan.

Tetapi setidaknya, dari sistem ini, Anda akan bisa merasakan progress untuk Sebastian dan sekaligus muncul sebagai motivasi untuk memanfaatkan fungsi semi open-world yang ia usung dengan jauh lebih optimal dan efektif. Elemen-elemen ini kemudian saling mendukung satu sama lain dan menciptakan game survival horror yang pantas untuk diacungi jempol.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…