JagatPlay: Game of the Year 2017

Reading time:
December 30, 2017

Hardware of the Year: Nintendo Switch

Di akhir tahun 2016 yang lalu, banyak orang yang bertanya kira-kira apa yang akan dilakukan Nintendo dengan konsol terbaru mereka, apalagi setelah kegagalan Nintendo Wii U dari sisi penjualan. Ketika Nintendo menjawabnya dengan Switch – sebuah konsol hybrid yang terlihat begitu unik dan aneh, kita dihadapkan dengan fakta jelas: bahwa seperti generasi sebelumnya, Nintendo memutuskan untuk tidak bersaing dari kemampuan mentah melawan Playstation 4 dan Xbox One. Bahwa daya tariknya, adalah inovasi. Rasa skeptis masih tersisa dan kemudian seperti halnya sebuah tsunami yang menerpa keras, hancur berantakan ketika Nintendo memastikan tahun rilis pertamanya berakhir diperkuat dengan banyak game eksklusif yang kian memperkuat daya tarik yang ada. Switch harus diakui, memang salah satu konsol dengan rilis game tahun pertama terbaik sepanjang masa.

Best Sports: PYRE

Dengan nama game seperti Transistor dan Bastion yang berdiri di bawah bendera mereka, tidak akan ada satupun gamer yang akan meragukan kualitas game yang ditawarkan oleh Supergiant Games. Produk terbaru mereka – PYRE memang sudah diperkenalkan cukup lama dan selalu didengungkan sebagai game action RPG yang berisikan banyak karakter yang menarik di dalamnya. Namun begitu Anda menjajal dan menyelaminya, yang Anda dapatkan adalah sebuah kejutan. Bahwa ritual yang diracik sebagai fokus gameplay PYRE ternyata lebih cocok untuk didefinisikan sebagai sebuah game olahraga, daripada sebuah game action RPG. Anda bermain sebagai satu tim, berhadapan dengan tim lain, dengan fokus untuk membawa sebuah bola ke “kandang cahaya” milik lawan. Kombinasi anggota tim dan fakta bahwa setiap anggotanya punya karakteristik animasi serangan dan pergerakan sendiri, membuat PYRE berakhir jadi game olahraga dengan kebutuhan strategi yang bahkan lebih intens. Bayangkan sebuah game Rocket League, namun setiap varian mobil akan punya kemampuan, kelebihan, dan kekurangan mereka sendiri-sendiri.

Best Fighting: Injustice 2

Bukan perkara mudah memang untuk meracik sebuah game fighting yang tidak hanya seru untuk dimainkan saja, tetapi juga dilandaskan pada pondasi yang kuat untuk sebuah cerita yang keren dan menggugah. Melanjutkan apa yang mereka tawarkan di Injustice pertama, hal tersebut berhasil disempurnakan Netherrealm Studio di Injustice 2. Walaupun punya roster yang terhitung minim di awal, namun ia mengeluarkan pesona karkater superhero dan villlain yang dimiliki oleh semesta DC, dengan rombak animasi serangan pemungkas beberapa karakter yang kini juga terasa lebih baik. Kesempatan untuk menghadirkan lebih banyak varian karakter “pendukung” dengan sistem Gears yang ia usung tentu pantas disambut dengan tangan terbuka, walaupun cukup mengecewakan, dihadirkan berbalut sistem lootbox. Namun mengesampingkan hal tersebut, kembali menikmati baku hantam karakter DC yang punya level kualitas setara atau bahkan lebih tinggi dibandingkan DC Animated Universe adalah sebuah pencapaian tersendiri.

Best Male Character: William “B.J.” Blazkowicz

 

Jika kita membicarakan sebuah game action tembak-tembakan dengan penuh darah, potongan tubuh, hingga mecha pencabut nyawa yang bisa menelan belasan butir peluru tanpa kerusakan sedikit pun, daya tarik karakter utamanya mungkin hal terakhir yang bisa Anda pikirkan. Berangkat melanjutkan perjalanannya dari New Order ke New Colossus, ia kembali menjadi pejuang garda depan untuk menendang ideologi Nazi yang kini menguasai dunia dan juga Amerika Serikat, lewat teknologi militer mutakhir mereka. Namun berbeda dengan New Order yang memotretnya sekedar sebagai “pahlawan cadas” yang tidak kenal rasa takut, New Colossus mengangkat cita rasa dan isu yang lebih personal. Bahwa pahlawan yang begitu ditakuti oleh Nazi tersebut ternyata juga dihantui oleh masa kecil yang terus mengikuti seperti layaknya horror, kecemasan soal kemampuannya melindungi keluarga kecilnya, hingga rasa bimbang ketika berbicara soal pengorbanan. New Colossus membawa sisi seorang William “B.J.” Blazkowicz yang lebih humanis.

Pages: 1 2 3 4 5 6
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…