Review Ni No Kuni II – Revenant Kingdom: Penggemar JRPG Pasti Puas!
Menjadi Seorang Raja

Evan adalah seorang raja, bukan hanya di cerita, tetapi juga di gameplay itu sendiri. Bahwa mimpinya untuk membangun sebuah kerajaan tanpa konflik adalah sesuatu yang diadaptasikan oleh Level-5 menjadi misi sampingan yang bisa Anda kejar. Bahwa statusnya sebagai seorang pemimpin yang harus melindungi kerajaan dan penduduknya dari segala macam marabahaya, adalah sesuatu yang juga bisa Anda rasakan secara langsung. Satu yang pasti, kombinasi keduanya membuat seri kedua ini tampil adiktif.
Ni No Kuni II: Revenant Kingdom memungkinkan Anda untuk membangun dan memperluas Evermore, kerajaan baru Anda. Dibekali dengan tanah berukuran kecil di awal, Anda bisa membangun beragam fasilitas yang dibutuhkan, menyempurnakan dan memenuhi syarat upgrade yang ada, kemudian memperkuat kastil Anda, memperluas tanah Anda, dan seterusnya. Intinya tentu bergerak pada usaha untuk mendorong Kerajaan Anda untuk berujung menjadi sebuah wilayah yang megah. Namun tidak seperti game lawas ala Legend of Mana misalnya yang memungkinkan Anda membangun dan mengalokasikan fasilitas yang ada semau Anda, sistem bangun Kerajaan Ni No Kuni II sudah menyediakan sebidang tanah spesifik untuk fasilitas tertentu. Anda membutuhkan resource spesifik untuk membangun fasilitas-fasilitas ini, yang jumlahnya akan bisa Anda kumpulkan kapanpun Anda inginkan, dengan batas tertentu tentu saja. Semakin banyak fasilitas, semakin banyak resource Anda dapatkan, semakin banyak pula fasilitas yang Anda bangun.


Lantas, mengapa ia pantas dikejar? Selain untuk kepentingan bermain peran sebagai Evan yang notabene memang raja atau sekedar mengejar trophy di versi Playstation 4, setiap fasilitas yang Anda bangun akan memberikan keuntungan tersendiri bagi aksi Evan di gameplay action RPG yang ada. Beberapa fasilitas utama akan menyediakan fitur “Research” yang akan meningkatkan efektivitas proses pembangunan Evermore atau memberikan buff permanen bagi perjalanan Evan, seperti jumlah EXP lebih besar atau akses bagi proses crafting senjata dan armor yang lebih kuat, yang tentu saja di akhir, tidak akan bisa Anda dapatkan dimanapun. Menunggu resource cukup dan mengembangkan Evermore ke batas maksimal akan menghasilkan reward yang menarik untuk dikejar. Apalagi beberapa fasilitas lain seperti Hunting Lodge atau Mining Area misalnya, akan secara konsisten memberikan Anda supply beragam material dari beragam kategori yang bisa digunakan untuk aksi crafting atau memasak makanan yang juga akan memberikan buff dalam waktu tertentu. Research dan supply material secara konsisten akan jadi motivasi yang kuat.
Maka darinya, Anda akan berhadapan dengan misi sampingan ekstra yang akan memperpanjang waktu gameplay Ni No Kuni II sendiri – perekrutan. Karena pada akhirnya, Kerajaan Anda membutuhkan penduduk untuk mengisi dan mendukung ragam fasilitas yang ada. Seperti sesuatu yang Anda dapatkan dan sukai dari Suikoden 2, ada 100 penduduk yang bisa Anda rekrut, yang masing-masing menuntut kebutuhan yang berbeda-beda untuk bergabung dengan Anda. Setiap penduduk juga punya spesialisasi masing-masing yang membuat mereka lebih efektif untuk dipekerjakan di fasilitas tertentu. Beberapa bahkan mengusung sifat dan spesialisasi kunci untuk membuka upgrade, fasilitas, hingga research baru yang Anda butuhkan. Semakin rajin Anda mengeksplorasi dunia Ni No Kuni II untuk mendapatkan mereka, semakin mudah pula perjalanan Anda selanjutnya.


Ni No Kuni II memang bukan game yang sulit, hingga Anda mungkin bingung, kenapa ini dibutuhkan. Namun perlu Anda ingat, untuk Anda yang menginginkan segala sesuatunya sempurna, ada sebuah dungeon rahasia yang menawarkan ekstra tantagan di dalamnya. Tantangan yang disebut sebagai “Dream Door” yang tersebar di seluruh dunia ini memiliki monster kuat di dalamnya yang harus Anda bunuh, sekaligus dungeon random yang butuh Anda lewati, dengan beberapa di antaranya memuat puluhan tingkat. Memperkuat karakter Anda lewat proses pembangunan Evermore tersebut akan memudahkan hal tersebut. Lagipula, gamer JRPG mana yang tidak tertarik untuk mengejar membangun senjata terkuat yang bisa mereka dapatkan.
Peran Evan sebagai raja tidak hanya berhenti sampai di sana saja. Tidak sekedar harus membangun Kerajaan Evermore, ia juga harus jadi pemimpin langsung di medan pertempuran melawan ancaman apapun yang berusaha meratakan apa yang berusaha ia bangun. Lewat sebuah game ala strategi, pertempuran antara pasukan ini pun menjadi bagian lain dan unik Ni No Kuni II. Bisa membawa empat buah jenis pasukan yang tentu saja variasinya akan bergantung pada karakter “komandan” yang berhasil Anda rekrut, ia mengusung sistem gunting – batu – kertas yang mudah dipahami. Pasukan tombak mengalahkan pasukan pedang, pedang mengalahkan palu, dan palu mengalahkan tombak. Beberapa musuh dan unit pasukan juga bergerak netral seperti pemanah ataupun penyihir dengan serangan bola api, yang bisa ditundukkan atau menundukkan varian musuh apapun. Tidak hanya bandit dan pasukan negara lain, Anda juga berhadapan dengan para monster yang ada.


Entah harus menyebutnya sebagai kelebihan ataupun kekurangan, mode pertempuran ini juga berakhir begitu mudah dan tak butuh banyak strategi sebenarnya. Dengan empat anggota pasukan yang bisa Anda bawa, memastikan Anda membawa setidaknya satu varian dari setiap senjata, sembari melakukan proses rolling untuk memastikan pasukan terdepan memang bisa mengeksploitasi kelemahan pasukan lawan akan menyelesaikan semua masalah misi sejenis ini, bahkan yang disebut-sebut punya level tinggi sekalipun. Selain mendorong progress cerita atau memungkinkan Anda merekrut karakter spesifik, tidak ada keuntungan secara real yang bisa didapatkan gamer untuk aksi action RPG-nya itu sendiri, berbeda dengan sistem kastil Evermore.
Maka dengan kombinasi dua gaya permainan baru ini, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom menawarkan tambahan konten yang tidak hanya memperkuat konsep role-playing Evan sebagai raja saja, tetapi juga menawarkan pengalaman berbeda untuk konten yang tidak monoton. Reward yang terasa pantas untuk dikejar, apalagi di mode kastil Evermore akan membuat Anda teradiksi. Dengan konsep tabungan material yang ada misalnya, tidak ada kebutuhan proses grinding untuk mencari senjata dan equipment yang Anda butuhkan, kecuali untuk senjata terakhir yang materialnya, memang hanya bisa diakses dengan dungeon istimewa.
Kesimpulan

Lantas, apa yang bisa disimpulkan dari Ni No Kuni II: Revenant Kingdom ini? Kami akan menyebutnya sebagai JRPG yang menawarkan dua sensasi mumpuni: mengejutkan dan tepat sasaran. Mengejutkan karena kami tidak pernah menyangka bahwa ia akan menawarkan gameplay yang menyenangkan dan adiktif, tetapi juga mengeksekusi dunia fantasinya yang secara visual seperti dongeng anak-anak, menjadi sebuah dunia kaya yang pantas untuk dilirik. Tepat sasaran karena semua eksekusi elemen yang ada, seperti gameplay, proses grinding, meta-game soal membangun kerajaan, hingga voice acting misalnya berada di level kualitas di atas standar, membantu Anda menciptakan rasa apresiasi tersendiri. Dengan semua kombinasi seperti ini, sulit rasanya untuk tidak merekomendasikan Ni No Kuni II: Revenant Kingdom ini bagi semua pencinta JRPG.
Tetapi tentu saja, game ini tidak sempurna. Selain dua hal yang kami bicarakan sebelumnya: desain variasi musuh super minim yang juga berkontribusi pada tingkat kesulitan yang rendah serta musik yang sama sekali tidak memorable, kami juga harus menyoroti satu aspek yang menurut kami tidak dieksplorasi secara penuh – cerita untuk karakter sampingan itu sendiri. Dari awal sampai akhir permainan, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom hanya berfokus pada konflik dan pertumbuhan dua karakter – Evan dan Roland saja. Karakter pendukung lain yang memang direkrut setelah Anda menyelesaikan konflik di jalur cerita utama ini tidak mendapatkakn porsi perhatian yang pantas. Agak sedikit mengecewakan melihat begitu banyak karakter yang datang mendukung Anda, namun Anda tidak benar-benar “mengenal” setiap dari mereka. Walaupun punya konflik, karakter-karakter ini tidak pernah menjadi “bintang” utama di konflik tersebut. Tidak ada keraguan pada Evan, tidak ada beban internal yang harus dibawa, tidak ada misi sampingan yang berfokus pada sosok mereka secara spesifik, dan sejenisnya.
Namun di luar kekurangan tersebut, Ni No Kuni II: Revenant Kingdom tetap hadir sebagai sebuah game JRPG yang sulit untuk ditolak. Gamer JRPG manapun, apakah Anda mencintai pendekatan lawas ataupun modern akan jatuh hati jika tidak pada keseluruhan aspek, tetapi pada satu aspek spesifik dari apa yang ditawarkan Level-5 di seri kedua ini. Berita yang lebih baiknya lagi? Anda tidak perlu harus memainkan seri pertama untuk menikmati cerita seri kedua yang berdiri terpisah.
Kelebihan

- Dunia Fantasi yang ditawarkan
- Gameplay action RPG yang cepat
- Sistem bangun kerajaan
- Cerita yang lumayan menyentuh
- Proses perekrutan karakter mengingatkan pada sensasi ala Suikoden
- Voice acting Inggris
- Sistem loot acak untuk drop dari musuh
- Tidak butuh banyak grinding untuk mencari material membangun beragam senjata / armor / aksesoris
Kekurangan

- Variasi monster kurang
- Karakter pendamping tidak mendapatkan porsi cerita sama sekali
- Musik yang tidak menggugah
Cocok untuk gamer: pencinta JRPG, penggemar Ni No Kuni pertama
Tidak cocok untuk gamer: yang game RPG dengan sistem super kompleks, butuh game dengan tingkat kesulitan tinggi









