Review Call of Duty – Warzone: Serupa Tapi Tak Sama!

Reading time:
March 12, 2020

Serupa Tapi Tak Sama

Walaupun basisnya battle-royale, Warzone tetap menawarkan sesuatu yang berbeda.

Salah satu mode yang ditawarkan oleh Warzone adalah “Battle-Royale”, yang seperti konsep game serupa yang lain, menuntut Anda untuk menjadi yang terakhir bertahan hidup. Peta bernama Verdansk yang ia usung benar-benar luas dan memuat begitu banyak lokasi-lokasi ikonik dari peta Modern Warfare masa lampau di dalamnya. Tentu saja, ia cukup untuk memuat pertarungan 150 player di saat yang sama, yang sayangnya pada saat review ini ditulis, hanya bisa dicicipi dalam mode tim 3 orang saja alias Trio. Belum ada opsi untuk terjun masuk ke dalam Verdansk dalam format Solo atau Duo, membuat koordinasi tim menjadi sesuatu yang esensial untuk bisa bertahan hidup. Berita baiknya? Mode Battle-royale Warzone ini tidak sekadar datang tanpa inovasi sama sekali.

Bahwa dengan semua hal baru yang ia usung, yang dikombinasikan dengan pondasi perang realistis dimana ia menapak, kami harus mengakui bahwa kami menyukainya lebih dari kami menyukai apa yang ditawarkan Black Ops 4. Bahwa konsep pertempuran masif dengan akar militer yang lebih realistis ternyata berujung lebih menggugah daripada konsep Black Ops 4 yang masih memuat beragam senjata aneh lengkap dengan area yang dihuni zombie di dalamnya. Apalagi Warzone juga menawarkan beberapa fitur unik dan signifikan yang memang menarik untuk dibicarakan, dan mengubah cara game itu sendiri bekerja.

Salah satu yang paling mengejutkan? Tentu saja, Gulag. Tidak seperti game battle-royale lain dimana kematian seringkali berakhir permanen, Warzone akan membawa player yang tewas ke sebuah lokasi baru yang disebut sebagai Gulag. Di dalam Gulag, mereka harus melewati pertempuran 1 vs 1 melawan player lain yang juga berujung tewas di Verdansk. Dengan set senjata dan equipment yang sudah ditentukan sebelumnya, pemenang dari pertempuran 1 vs 1 akan mendapatkan “kesempatan kedua” untuk hidup kembali dan terjun sekali lagi ke arena battle-royale. Dalam kondisi yang kosong, ia harus mencari senjata dan equipment kembali jika ingin bertahan hidup lebih lama. Karena konsep “kesempatan kedua” dari Gulag ini hanya tersedia satu kali saja. Berita lebih baiknya lagi? Anggota tim yang masih hidup akan secara konstan mendapatkan informasi apakah anggota tim yang sempat tewas dan dilempar ke Gulag berhasil menang atau tidak, hingga Anda bisa mengantisipasi kembalinya mereka ke arena pertempuran.

Tewas tak berarti berakhir. Anda akan dibawa ke Gulag, bertarung 1vs1 melawan player lain. Yang menang akan bisa hidup kembali.
Resource baru bernama “Cash” bisa Anda dapatkan. Cash bisa digunakan untuk membeli Killstreaks hingga membangkitkan kembali anggota tim yang lain.

Lebih gilanya lagi? Kalah di Gulag bukan berarti nasib Anda akan berakhir begitu saja. Mode Battle-Royale COD: Warzone juga memperkenalkan sebuah sistem resource baru bernama “Cash” alias duit yang bisa Anda temukan selama Anda mengeksplorasi peta. Uang yang terkumpul ini bisa Anda gunakan di sebuah lokasi khusus bernama “Buy Station” yang di dalamnya akan memuat beragam hal penting yang bisa membantu Anda mengunci kemenangan. Anda bisa membeli Self-Survive Kit yang memungkinkan Anda untuk bangkit sendiri dari kondisi Down saat dihajar musuh, Killstreaks berisikan serangan udara mematikan untuk membersihkan area yang sempat membuat Anda jengkel, hingga kesempatan untuk membangkitkan teman Anda yang tewas terlepas dari apakah ia sempat menang atau kalah di Gulag. Jumlah uang yang mesti Anda kucurkan juga tetap terhitung seimbang, membuat beberapa ekstra “kekuatan” di Buy Station ini tetap rasional untuk didapatkan namun tidak juga terlalu murah hingga ia bisa dieksploitasi secara berlebihan.

Dari sistem Cash ini, mode battle-royale di Warzone ini menyuntikkan sistem baru lainnya yang tidak kalah menggugah bernama – Contracts. Benar sekali, alih-alih sekedar berjuang untuk menjadi yang terakhir bertahan hidup, Anda juga bisa menemukan sebuah item unik bernama Contracts yang tersebar dengan cahaya terang unik di atasnya. Begitu aktif, Contracts akan langsung melemparkan “misi sampingan” yang harus Anda selesaikan, dari membuka sejumlah peti, berdiri di satu titik Recon selama beberapa waktu, hingga memburu player lain yang dinobatkan sebagai bounty. Menyelesaikan Contracts secara total akan menjatuhkan varian senjata dan equipment yang lebih langka (dan tentu saja lebih kuat) dan sejumlah uang. Namun mengingat sebagian besar misi ini akan meminta Anda hilir mudik, tentu saja resiko untuk dilihat dan diburu oleh tim lain menjadi lebih besar.

Contracts bisa dilihat sebagai “misi sampingan” yang bisa Anda selesaikan untuk reward menggoda.
Tidak se-sporadis game battle royale yang lain, kehadiran Supply Box dengan sinyal bunyi yang kuat akan bisa Anda jadikan sebagai source looting yang lebih pasti.

Proses pencarian loot untuk memperkuat diri kini juga lebih terkoordinasi dibandingkan game battle-royale kebanyakan. Alih-alih menyebar mereka dalam bentuk item terpisah yang tergeletak begitu saja di ragam permukaan, mode battle-royale Warzone jauh lebih mengandalkan Supply Box yang tersebar banyak di beragam lokasi. Peti-peti yang biasanya berisikan senjata, cash, equipment, hingga item Killstreaks ini juga akan mengeluarkan bunyi spesifik untuk “mengundang” gamer mencari dimana lokasi mereka, yang bisa saja berakhir tersedia di satu ruang sempit hingga atap gedung super tinggi. Ini membuat Anda yang ingin memperkuat diri dengan lebih efesien kini bisa punya fokus pergerakan yang lebih baik daripada sekedar berjalan dari satu kamar ke kamar yang lain dan mengharapkan bahwa Anda mendapatkan senjata dan item yang Anda butuhkan. Cari Supply Box dan Anda akan mendapatkan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup, langsung, tanpa basa-basi.

Sisanya? Adalah kombinasi nikmatnya gunplay Call of Duty yang super cepat dan perombakan atas nama Quality of Life yang memesona. Ada banyak pilihan desain yang kami sukai di sini, dari sekedar sistem armor tiga lapis yang kini diposisikan bak item tambahan yang bisa Anda temukan dengan mudah di pertempuran, sistem regenerasi nyawa yang membuat Anda tidak perlu sering mencari dan menggunakan item penyembuh, sistem senjata tanpa attachment yang tidak perlu membuat Anda repot melakukan bongkar pasang hal-hal kecil tersebut, sistem senjata berbasis kelangkaan yang jelas terlihat dari warna dan fungsi sejak awal Anda menggunakannya, hingga ukuran peta yang cukup besar untuk mengakomodasi 150 player yang punya ruang gerak yang masih terhitung luas. Semua kombinasi ini kian menyederhanakan Warzone, menghapus elemen-elemen yang tidak perlu lagi perlu pusing Anda pikirkan, dan langsung terjun masuk untuk mencicipi pengalaman battle-royale yang lebih lugas.

Ukuran petanya cukup luas untuk mengakomodasi 150 player, secara horizontal dan vertikal.
Lewat crate yang jatuh, Anda bisa menggunakan Loadout racikan Anda dari mode multiplayer konvensional.

Satu mekanik tambahan lain yang juga kami sambut dengan tangan terbuka juga eksistensi Loadout Crate. Berbeda dengan game battle-royale lain dimana Crate yang jatuh acak dari angkasa biasanya datang dengan varian senjata dan armor lebih langkam, Crate di Warzone hanya memuat tambahan opsi yang tidak kalah menggoda – memungkinkan Anda menggunakan Loadout sudah Anda racik untuk mode multiplayer yang lain. Ini berarti, Anda berkesempatan untuk menggunakan senjata yang terasa lebih familiar untuk gaya bermain Anda bersama dengan semua attachment dan perk yang ia usung, lengkap dengan granat utama dan secondary yang sudah Anda sematkan sebelumnya. Satu-satunya hal ekstra yang Anda lakukan selanjutnya hanyalah mencari peluru untuk tipe senjata Loadout Anda karena percaya atau tidak, peti raksasa sama sekali tidak memuat peluru di dalamnya.

Mode Battle-royale ini juga menyediakan sistem ping untuk memastikan komunikasi yang lebih solid antar anggota tim tanpa perlu menggunakan voice chat sama sekali. Sistem ping bisa digunakan untuk sekedar memberi tahu anggota tim yang lain soal tata letak senjata, kendaraan, sampai Buy Station atau sekedar mengarahkan mereka untuk lokasi gerak selanjutnya. Anda juga bisa menggunakan sistem ping ini untuk memberi tahu informasi soal tata letak musuh dan kira-kira kemana ia bergerak. Sistem seperti ini membuat gamer yang tidak senang menggunakan Voice Chat, yang notabene sering Anda temukan untuk gamer-gamer di wilayah Asia, untuk tetap berperan dan berperang secara efektif.

Ping! Ping! Ping! Ping!
Sensasi gunplay memuaskan COD masih jadi daya tarik utama!

Maka dengan semua kombinasi ini, mode battle-royale di Warzone menawarkan cita rasa yang cukup unik dan berbeda dengan produk kompetitor yang lain. Kehadiran Gulag yang notabene memberikan kesempatan kedua membuat gaya bermain yang lebih agresif kini diakomodasi dengan lebih baik. Penyederhanaan sistem kelangkaan senjata yang tidak lagi membuat Anda harus mengatur dan mengumpulkan attachment benar-benar membuat pengalaman bermain menjadi jauh lebih lugas dan mudah dinikmati. Namun pada akhirnya, sensasi gunplay super memuaskan yang tidak pernah gagal ditawarkan Call of Duty adalah daya tarik utamanya.

Jika harus berbicara satu-satunya “kelemahan” pada saat review ini ditulis hanyalah mengakar pada fakta bahwa Trio adalah satu-satunya mode yang tersedia. Seperti gamer yang jauh lebih mencintai gameplay solo di mode seperti ini atau setidaknya duo, ini tentu saja jadi keputusan yang membingungkan. Keluhan lain juga mengemuka dari frekuensi munculnya senjata, terutama dari Supply Drops yang saat ini jumlahnya masih terbatas. Dari sesi permainan kami, kami sangat sering menemukan varian senjata LMG daripada senjata yang lain. Butuh lebih banyak varian dari kelas yang sama di masa depan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

January 27, 2021 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Miles Morales: Pahlawan Generasi Baru!

Impresi adalah sesuatu yang esensial untuk memperkenalkan produk baru ke…
January 25, 2021 - 0

Preview Demon’s Souls Remake: Mati dalam Keindahan!

Mengukuhkan statusnya sebagai salah satu developer game-game Remake terbaik di…
January 22, 2021 - 0

Preview Playstation 5: Tibanya Sang Generasi Baru!

Harus menunggu selama setidaknya tiga bulan lamanya sebelum bisa menikmati…
December 28, 2020 - 0

Review Cyberpunk 2077: Terjebak Ilusi Korporasi!

Game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini, tidak ada…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…