Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Reading time:
April 6, 2021

 Aksi yang Luwes

nier replicant broll jagatplay 2
Ditangani Toylogic, ia menawarkan pengalaman action RPG yang luwes dan memuaskan.

Lupakan sementara kontroler DualShock 3 yang di kala itu memang pantas digadang sebagai salah satu kontroler Playstation yang paling tidak nyaman sepanjang masa, karena harus diakui, Anda tidak akan banyak mendengar puja-puji soal sistem game action RPG yang ditawarkan seri originalnya. Kini dengan proses remaster yang ada, apalagi dengan komparasi melawan NieR Automata yang notebene ditangani Platinum Games – salah satu developer game action terbaik di industri game, tentu ada kekhawatiran soal aspek yang satu ini untuk NieR Replicant remaster ini. Berita baiknya? Ia datang sebagai game action yang berujung memuaskan.

Anda memang tidak akan bertemu dengan mekanisme baru ala game Platinum dimana timing hindar biasanya akan menghasilkan kemampuan menghentikan waktu yang bisa Anda manfaatkan secara strategi di NieR Replicant remaster ini. Namun bukan berarti ia tidak menawarkan sensasi action yang memuaskan. Didukung dengan gerak putar kamera yang lebih cepat dan animasi berbeda-beda untuk setiap senjata yang Anda gunakan, ia akan menawarkan sensasi pertarungan yang tetap intens. Apalagi Anda juga dibekali dengan Grimoire Weiss – sang buku magis yang akan berperan sebagai eksekutor serangan range dan magis Anda. Dengan bar mana sebagai resource, pilihan beragam serangan magis ini akan jadi kunci untuk menundukkan ancaman yang ada, apalagi jika Anda kombinasikan bersama dengan serangan fisik.

nier replicant broll jagatplay 9
Serangan frontal, parry, dan evade jadi strategi yang bisa Anda tempuh di sini.
nier replicant broll jagatplay 6
Mengkombinasikan serangan fisik dan magis dari Weiss, apalagi melawan musuh berjumlah besar, terasa begitu asyik.

Rasa pertarungan puas ini juga datang dari fakta bagaimana segala sesuatunya tampil lugas, sederhana, dan cepat. Di versi Playstation 4 yang kami jajal, d-pad akan langsung membuka akses menu cepat untuk mengganti senjata serta menggunakan beragam item penyembuh jika dibutuhkan. Fakta bahwa Anda bisa menggunakan dan bahkan melakukan charging serangan magis yang ada sembari melakukan serangan fisik dan melepasnya di momen yang menurut Anda krusial, juga meninggalkan kepuasan tersendiri. Apalagi jika Anda mengeksekusinya di tengah para musuh bernama Shades yang siap untuk menyerang dalam jumlah besar di ragam titik cerita. Sementara untuk pertarungan boss? Ia biasanya datang dengan strategi khusus, namun tidak sedikit pula yang meminta Anda untuk bertarung secara terbuka.

Jenis Shades yang Anda hadapi akan bertambah seiring dengan progress cerita berjalan. Beberapa terasa lebih efektif jika Anda memanfaatkan magic, beberapa mudah dihabisi dengan senjata yang lebih berat, namun tidak sedikit pula yang butuh ekstra waktu untuk ditundukkan, terutama yang hadir dalam bentuk boss dan mini-boss. Untuk pertahanan? Selain kesempatan untuk melakukan evade, Anda juga bisa melakukan parry dengan menahan tombol block di timing yang tepat. Ini akan membuat pertahanan musuh terbuka dan Anda bisa memasukkan damage yang cukup besar. Tidak jarang juga Anda akan bertemu dengan situasi dimana satu-satunya cara untuk melukai boss adalah melalui serangan range milik Weiss, terutama untuk sesi bullet-hell yang memang identik dengan seri NieR itu sendiri.

nier replicant broll jagatplay 12
Beberapa boss butuh strategi untuk ditundukkan.

Maka kombinasi dari semua hal ini membuat NieR Replicant remaster ini terasa seperti game action RPG yang memuaskan. Kombinasi serangan fisik beragam senjata yang masing-masing punya animasinya sendiri, yang kemudian digabungkan dengan serangan magis milik Weiss yang juga punya sistem penguatan unik, berhadapan dengan varian Shades yang siap menantang dari segi kualitas dan kuantitas, akan membuat Anda – para pecinta game action, untuk menikmati apa yang ditawarkan game ini.

Tua?

nier replicant broll jagatplay 15
Apakah ia berujung terasa seperti game yang usang dan tua? Iya dan tidak.

Sebagai gamer yang masuk ke dalam semesta NieR untuk pertama kalinya via Automata, kesempatan untuk kembali  ke seri lawas yang kini melewati proses modernisasi tentu saja adalah sesuatu yang kami sambut dengan tangan terbuka. Namun mengingat ini adalah sebuah game remaster plus alih-alih remake ala Final Fantasy VII misalnya, maka hampir sebagian besar konten yang ditawarkan oleh seri originalnya tentu akan tetap dipertahankan di versi ini sekalipun. Pertanyaannya tentu saja satu, apakah ia terasa basi dan tua? Kami harus menjawabnya dengan kata iya, dan tidak.

Tidak untuk cerita utama. Bahwa ide gila Yoko Taro dan kemampuannya untuk bercerita lewat mekanik gameplay unik yang tersedia, lewat dunia penuh misteri yang ia tawarkan, dan karakterisasi menarik yang tercermin di hampir setiap karakter pendukung cerita, adalah sesuatu yang tidak lekang dimakan masa. Game ini langsung memancing rasa penasaran kami dari menit pertama dan terus mempertahankannya hingga titik dimana artikel preview ini ditulis. Bahkan gamer-gamer yang datang karena Automata seperti kami juga berkesempatan untuk menikmati konten yang tidak pernah diketahui ternyata merupakan easter egg dari NieR Replicant, seperti perpustakaan milik Popola yang notabene jadi tempat yang istimewa, misalnya. Atau untuk sosok seperti Emil.

Namun kami harus menjawab “Iya” untuk desain misi yang jika dibandingkan dengan game-game action RPG modern, memang bisa terasa usang. Apalagi jika kita bicara soal misi sampingan yang ia tawarkan. Hampir sebagian misi sampingan ini akan meminta Anda untuk membunuh monster tertentu atau mencari item spesifik dalam jumlah banyak sebelum mengembalikannya ke mereka. Mendengar dialog super pendek untuk setiap tugas ini, sebelum berangkat dan berlari menuju ke area yang mereka tunjuk, dan terkadang membunuh musuh berulang-ulang untuk mencapainya memang bukan lagi pendekatan yang Anda temui di banyak game RPG modern saat ini.

Salah satu hal lain yang terasa usang juga mengakar dari caranya membangun progress cerita yang kembali, akan terasa basi dan tua jika dibandingkan dengan apa yang ditawarkan RPG modern saat ini. Bahwa alih-alih berjalan secara natural dimana karakter utama, Emil, dan Kaine terasa seperti seorang petualang, Anda justru terasa seperti “suruhan” Popola. Mengapa? Karena konsep cerita memang mengharuskan Anda untuk terus kembali ke sosok karakter ini untuk mendapatkan konklusi misi yang baru Anda selesaikan, sebelum diminta untuk melakukan sesuatu di lokasi yang lain, dan kemudian mengulang hal yang sama hingga artikel preview ini ditulis. Konsep pergerakan cerita seperti ini tentu saja terkesan malas dan di kacamata modern, bukanlah sesuatu yang bisa disambut dengan tangan terbuka.

Apakah kelemahan-kelemahan Ini, sejauh ini, menghancurkan keasyikan kami bermain NieR Replicant remaster ini? Untung saja tidak. Pertama, karena kekuatan cerita utama penuh misteri yang ditawarkan Yoko Taro akan cukup untuk membuat Anda untuk terus bergerak, bahkan jika ia harus berakhir dengan pengulangan interaksi dengan Popula sekalipun. Kedua? Mengingat dialog yang terjadi pendek di hampir semua elemen misi sampingan dan interaksi dengan Popola ini, ia tidak akan terasa bertele-tele dan berujung membosankan. Segala sesuatunya berjalan cepat dan ringkas seperti yang Anda inginkan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…