Review Assassin’s Creed IV – Black Flag: Game Bajak Laut Terbaik!

Reading time:
November 13, 2013

Dramatis lewat Dunia yang Dinamis

Salah satu kekuatan terbaru AC IV: Black Flag adalah dunia yang dinamis, membuat atmosfer terkadang terlihat begitu dramatis.
Salah satu kekuatan terbaru AC IV: Black Flag adalah dunia yang dinamis, membuat atmosfer terkadang terlihat begitu dramatis.

Bayangkan betapa membosankannya Karibia dan AC IV: Black Flag secara keseluruhan, jika yang Anda temukan hanyalah sebuah dunia penuh sinar matahari yang tenang selama menjelajahinya. Untungnya, teknologi yang diterapkan Ubisoft untuk memastikan Black Flag tampil sebagai proyek next-gen yang menarik untuk diikuti tidak hanya sekedar berkisar visualisasi atau dunia yang lebih luas untuk dieksplorasi. Penambahan fitur dinamis yang diusungnya benar-benar membuat Black Flag terasa jauh lebih menyegarkan dan tentu saja memesona, di saat yang sama. Terlihat sederhana memang, namun dunia yang dinamis ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Black Flag menghadirkan pengalaman dramatis.

 

Pergantian siang dan malam menghasilkan efek visual tersendiri ketika Anda mengeksplorasi luasnya Karibia.
Pergantian siang dan malam menghasilkan efek visual tersendiri ketika Anda mengeksplorasi luasnya Karibia.
Namun kekuatan utama justru ada pada perubahan cuaca yang mampu menghasilkan efek dramatis, apalagi ketika Anda berlayar di tengah laut.
Namun kekuatan utama justru ada pada perubahan cuaca yang mampu menghasilkan efek dramatis, apalagi ketika Anda berlayar di tengah laut.

Sebuah dunia yang tidak lagi terpaku pada skenario yang tengah Anda jalankan, Black Flag kini hadir dengan fitur siang-malam untuk memberikan kesan dan pengalaman eksplorasi yang berbeda, tidak hanya di darat tetapi juga laut. Namun bukan pergantian tugas matahari – bulan yang membuatnya pantas untuk dipuja-puji, tetapi fakta bahwa mereka akhirnya menyuntikkan konsep pergerakan yang serupa untuk cuaca. Seperti dunia open-world sekelas GTA, misalnya, cuaca di Black Flag juga dapat berubah secara acak. Hal ini mungkin terasa biasa saja ketika Anda tengah berada di pulau dan terlibat dalam aksi Anda sebagai seorang Assassin. Namun begitu Anda merasakan efek perubahan ini ketika Anda tengah berlayar? Tidak ada yang lebih dramatis selain melihat hujan dan angin besar yang terus menggulung laut dan mempersulit setiap manuver kapal yang Anda butuhkan. Angin topan yang turun dari awan membentuk pusaran yang bisa menyedot dan menghancurkan kapal Anda dengan mudah, atau bagaimana Anda harus bergerak memecah ombak supaya memastikan Jackdaw selamat dari cuaca ekstrim ini. Memadukan semua pengalaman ini dengan situasi dimana Anda tengah bertempur hebat dengan kapal besar dari sisi musuh? Epic! Hal ini kian disempurnakan dengan salah satu phsyics gerak air laut terbaik yang pernah kami nikmati di industri game.

Hint untuk Assassin’s Creed Selanjutnya?

 

 

*Might Contain Spoilers – Proceed With Caution*

 

 

Seperti seri-seri AC sebelumnya, setting masa modern di Black Flag tetap dihadirkan. Namun Anda kini berperan sebagai salah satu pegawai baru Abstergo yang kebetulan diminta untuk menangani memori milik Desmond Miles.
Seperti seri-seri AC sebelumnya, setting masa modern di Black Flag tetap dihadirkan. Namun Anda kini berperan sebagai salah satu pegawai baru Abstergo yang kebetulan diminta untuk menangani memori milik Desmond Miles.

Timur Tengah, Italia, Revolusi Amerika, dan akhirnya – Karibia, apalagi yang akan dipersiapkan Ubisoft untuk AC tahun depan? Kebudayaan apalagi yang akan mereka jual sebagai pesona utama? Pertanyaan ini selalu menjadi misteri setiap kali sebuah seri terbaru AC diluncurkan. Beragam spekulasi dan harapan gamer mengemuka, namun Ubisoft selalu berhasil tutup mulut dan baru membuka tabir misteri ini hanya pada saat pengumuman resmi diluncurkan. Namun di AC IV: Black Flag, kita mendapatkan hint yang cukup jelas. Seri AC baru seperti apa yang pantas untuk kita antisipasi?

Masa modern memang masih menjadi bagian penting dari Black Flag. Namun tidak lagi harus berperan sebagai Desmond, Abstergo kini memiliki teknologi yang memungkinkan orang lain untuk mengakses memorinya via Animus. Berperan sebagai karyawan baru Abstergo yang memang ditugaskan untuk menjalani hidup sebagai Edward Kenway dan mencari tahu tata letak Observatory di dunia modern, Anda dihadapkan pada sebuah “sudut pandang” Abstergo yang baru. Sebagai pegawai Abstergo, Anda memiliki akses ke beragam email rahasia yang bertebaran di perusahaan raksasa yang memiliki asosiasi kuat dengan para Templar ini. Salah satu email yang membahas garis keturunan Desmond yang masih menjadi subjek memori utama menjadi hint untuk seri AC selanjutnya.

Lewat email yang didistribusikan internal di antara pegawai Abstergo, Anda akan melihat potensi setting untuk seri AC selanjutnya dari garis darah ayah dan ibu Desmond sendiri.
Lewat email yang didistribusikan internal di antara pegawai Abstergo, Anda akan melihat potensi setting untuk seri AC selanjutnya dari garis darah ayah dan ibu Desmond sendiri.
Tidak hanya itu saja, beberapa artwork juga terlihat di email tersebut.
Tidak hanya itu saja, beberapa artwork juga terlihat di email tersebut.

Seperti di screenshot yang terlihat, email ini menjelaskan silsilah keturunan Desmond dan kebudayaan apa saja yang pernah menjadi bagian dari sosok yang satu ini. Dari garis keturunan sang ayah, Abstergo menemukan jejak kebudayaan Italia, Ottoman, Amerika Serikat, dan New England di dalamnya. Sementara dari garis keturunan sang ibu, memori Desmond memuat kebudayaan Timur Tengah, Mesir, Jepang, Perancis, Taiwan, dan Pantai Pasifik Amerika. Di email ini juga, event spesifik masing-masing kebudayan tertulis: Renaissance, Ashikaga Shogunate, Revolusi Perancis, hingga Summer of Love. Email juga ini memuat beberapa artwork fans dan official Ubisoft yang menggambarkan seperti apa kebudayaan tersebut.

Dan untuk pertama kalinya, sesuai dengan mimpi yang selama ini kami bangun, potensi untuk melihat Assassin’s Creed dari zaman klasik Jepang terbuka lebar. Hell do Ubisoft, we want it!

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…