Review The Evil Within: Kenikmatan Survival Horror Klasik!

Reading time:
October 27, 2014
The Evil Within_20141016145657

Sebuah ironi memang melihat sebuah franchise yang di masa lalu, disebut-sebut sebagai akar popularitas genre survival horror justru berkembang menjadi sebuah game yang lebih pantas disebut sebagai game action. Benar sekali, kita tengah membicarakan Resident Evil. Tidak mengherankan jika kondisi seperti ini akhirnya mendorong sang otak di balik franchise ini – Shinji Mikami yang sudah hengkang dari Capcom untuk melemparkan reaksi keras. Tidak dalam bentuk umpatan atau pernyataan tertulis, tetapi lewat sebuah karya lain yang begitu diantisipasi – The Evil Within. Bersama dengan studio barunya – Tango Gameworks dan bernaung di bawah bendera Bethesda, Mikami ingin mengembalikan identitas genre survival horror itu sendiri.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah punya sedikit gambaran akan apa yang ditawarkan The Evil Within ini. Berangkat dari rasa paranoia bahwa kami mungkin tidak akan cukup berani untuk menikmati game yang satu ini, The Evil Within ternyata tidak semenyeramkan yang kami bayangkan, apalagi jika dibandingkan dengan game-game horror yang tidak memungkinkan Anda untuk melakuan perlawanan seperti Oulast atau P.T. Resource yang terbatas memang senantiasa membuat Anda merasa berada di ujung tanduk, namun tidak lantas “merebut” sensasi kontrol atas nasib Anda sendiri. Jika Mikami ingin menciptakan sebuah game yang benar-benar mengusung genre survival horror, maka impresi pertama yang ia tawarkan pantas menyandang predikat tersebut

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Evil Within ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah kenikmatan survival horror klasik? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda berperan sebagai seorang detektif kawakan bernama Sebastian
Anda berperan sebagai seorang detektif kawakan bernama Sebastian “Seb” Castellanos.

Darah, kematian, dan kasus pembantaian besar-besaran di Rumah Sakit Jiwa Beacon di kota Krimson akhirnya mendorong detektif handal, sekaligus sang tokoh protagonis utama – Sebastian “Seb” Castellanos untuk keluar dari “sarang”-nya. Bersama dengan dua orang partner utamanya – Joseph dan Julie, Seb menemukan kondisi rumah sakit jiwa yang penuh dengan mayat dan darah, yang tidak bisa dijelaskan secara rasional. Investigasi ringan yang ia lakukan mempertemukan Seb dengan sosok karakter misterius dengan wajah yang mulai hancur lewat kamera keamanan. Tidak hanya sosoknya yang mengancam, karakter ini juga bergerak tidak seperti manusia biasanya. Cepat, mematikan, bahkan Seb yang terhitung veteran tak punya kesempatan untuk melakukan apapun. Si karakter misterius ini membuat Seb jatuh pingsan.

Menyelidiki kasus pembantaian di rumah sakit Beacon, Seb berhadapan dengan mimpi buruk yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya.
Menyelidiki kasus pembantaian di rumah sakit Beacon, Seb berhadapan dengan mimpi buruk yang tidak pernah ia perkirakan sebelumnya.
Sosok pria misterius berjubah putih yang akhirnya diketahu bernama Ruvik ini ditengarai sebagai tersangka utama.
Sosok pria misterius berjubah putih yang akhirnya diketahu bernama Ruvik ini ditengarai sebagai tersangka utama.

Tidak sadarkan diri untuk waktu yang cukup lama, Seb terbangun dengan kondisi yang bahkan lebih absurd dibandingkan sebelumnya. Ia terperangkap di sebuah ruangan menyeramkan yang berisikan sosok raksasa kanibal yang tengah memotong-motong tubuh tanpa ampun. Bergerak sembunyi-sembunyi sembari berusaha memastikan diri selamat, Seb ternyata harus berhadapan dengan para monster yang siap untuk menghabisi nyawanya – The Haunted. Di tengah perjalanan inilah, Seb menemukan fakta bahwa ia ternyata bukanlah satu-satunya orang yang selamat dari mimpi buruk ini. Ia juga bertemu dengan seorang dokter dari rumah sakit yang sama – Marcelo Jimenez yang tengah berusaha mencari sang pasien penting bernama Leslie Withers. Berhasil keluar dari rumah sakit ini, ia bahkan berhadapan dengan kejadian yang lebih mengejutkan.

Tak sadarkan diri karena serangan Ruvik, Seb menemukan dirinya terdampar di rumah jagal yang berisikan potongan tubuh manusia.
Tak sadarkan diri karena serangan Ruvik, Seb menemukan dirinya terdampar di rumah jagal yang berisikan potongan tubuh manusia.
Berusaha melarikan diri bersama dengan dua orang rekannya - Julie dan Joseph, serta seorang dokter bernama Martinez dan pasiennya - Leslie, Seb terjebak dalam kekacauan skala masif.
Berusaha melarikan diri bersama dengan dua orang rekannya – Julie dan Joseph, serta seorang dokter bernama Martinez dan pasiennya – Leslie, Seb terjebak dalam kekacauan skala masif.
Kemarahan Ruvik  membuat kota Krimson luluh lantak.
Kemarahan Ruvik membuat kota Krimson luluh lantak.

Kemarahan sang karakter berjubah putih misterius yang akhirnya lebih dikenal dengan nama Ruvik ternyata bukanlah sekedar amuk biasa. Ruvik berhasil membuat kota Krimson hancur berantakan, dengan gedung-gedung tinggi yang saling menimpa satu sama lain, dengan jalan yang luluh lantak tidak terkendali. Di tengah kekacauan ini, Seb yang berusaha menyelamatkan diri ternyata tidak bisa berbuat banyak. Ruvik berhasil menghentikan usaha Seb dan teman-teman, membuat mereka terpencar lebih jauh. Mimpi buruk Seb belum berakhir, tetapi baru akan dimulai. Sebuah misi investigasi, menjadi misi bertahan hidup.

Berhasil selamat dari kecelakaan yang memisahkan karakter-karakter ini, Seb justru jatuh ke dalam pusaran kejadian absurd yang mencekam.
Berhasil selamat dari kecelakaan yang memisahkan karakter-karakter ini, Seb justru jatuh ke dalam pusaran kejadian absurd yang mencekam.
Apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan Seb? Siapa pula sosok Ruvik ini?
Apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan Seb? Siapa pula sosok Ruvik ini?

Lantas siapa sebenarnya Ruvik ini? Mengapa ia memiliki kekuatan yang begitu besar? Ancaman seperti apa yang harus ditemui oleh Seb? Mampukah ia bertemu dan menyelamatkan dua partnernya yang lain – Joseph dan Julie? Apa yang sebenarnya terjadi dengan semesta yang harus dihadapi oleh Seb ini? Semua jawaban dari misteri ini bisa Anda temukan dengan memainkan The Evil Within ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…