15 Hal yang Harus Diketahui Fans Pendatang Baru Final Fantasy!

Reading time:
November 28, 2016
feat-image

Final Fantasy XV akhirnya berada di depan mata. Tak ada lagi penundaan, tak ada lagi berita mengejutkan yang berakhir jadi pembatalan, tak ada lagi omong kosong soal informasi baru yang tak kunjung datang. Setelah penantian selama 10 tahun, game yang diracik dengan nama Final Fantasy Versus XIII di awal eksistensinya tersebut akhirnya siap untuk dicicipi oleh gamer itu sendiri. Square Enix sendiri memang sudah menetapkan tanggal 29 November 2016 besok sebagai tanggal rilis resmi untuknya, namun hype yang terlewat besar sepertinya menjadi pedang yang berhasil mendobrak “pelindung” tersebut. Hasilnya? Beberapa hari sebelum rilis, beberapa gamer bahkan sudah bisa menikmatinya, bahkan di Indonesia.

Satu yang pasti, popularitas dan hype yang mengitari nama Final Fantasy XV tentu saja membuat banyak gamer penasaran akan apa yang ia tawarkan. Beberapa gamer “tua” seperti kami yang menikmatinya sejak era Playstation pertama atau bahkan NES / SNES sekalipun sepertinya sudah mengerti daya tarik franchise ini, dan punya alasan kuat untuk mengantisipasi setiap seri baru yang muncul, terlepas apakah ia berakhir memenuhi ekspektasi atau tidak. Namun di kasus Final Fantasy XV yang akan jadi seri Final Fantasy pertama untuk Playstation 4 dan Xbox One, ia juga akan jadi “pintu gerbang” untuk banyak gamer pendatang baru untuk akhirnya mengenal franchise ini untuk pertama kalinya. Ia akan melahirkan banyak penikmat baru, walaupun belum bisa dipastikan apakah mereka akan menikmatinya atau tidak.

Bagi gamer yang sama sekali tak familiar dengan franchise Final Fantasy, angka “XV” di belakang nama Final Fantasy tersebut tentu akan terasa mengancam. Untuk sebuah franchise yang sudah punya identitas selama puluhan tahun, berusaha melangkah masuk ke dalam sebuah dunia yang sudah terbangun solid tentu bukan pekerjaan yang bisa dibilang mudah. Ada ekspektasi yang harus diatur dan dibangun, ada realita hasil akhir yang harus dihadapi, dan pastinya – ada banyak hal yang seharusnya berakhir jadi identitas yang menggoda tak dilihat sebagai sesuatu yang signifikan.

Anda termasuk gamer baru Final Fantasy yang baru hendak masuk menikmatinya lewat seri XV besok? Ada beberapa hal yang harus Anda mengerti dan ketahui. Apa saja? Berikut adalah list versi JagatPlay:

  1. Desain Karakter Pria yang Selalu “Cantik”

vaan

“Boyband” adalah kata yang sering muncul dari banyak gamer di dunia maya setiap kali melihat desain Noctis dkk di Final Fantasy XV. Beberapa bahkan menyebutnya mirip Andika “Kangen Band” di Indonesia, yang memang sulit untuk dibantah jika hanya melihat desain rambut yang ada. Namun satu yang menarik, desain karakter pria dengan pakaian, gaya rambut, dan animasi serangan berlebihan adalah sesuatu yang “khas” Final Fantasy. Karakter pria di Final Fantasy adalah pria-pria “cantik” dengan pakaian glamor dan senjata dengan efek serangan fantastis, sesuatu yang sudah dimulai bahkan sejak sera Cloud Strife (Final Fantasy VII) dan Squall Leonheart (Final Fantasy VIII). Tak pernah ada sesuatu yang “biasa” dengan desain karakter Final Fantasy, dan itulah yang menjadi salah satu identitas utamanya. Selalu jadi sesuatu yang menarik untuk melihat seperti apa karakter Final Fantasy seri selanjutnya diracik oleh tangan dingin Tetsuya Nomura.

  1. Franchise yang Tak Takut Berinovasi

xv-machine4

 

Usianya mungkin puluhan tahun, namun Final Fantasy punya satu benang merah yang jelas – bahwa ia adalah sebuah franchise yang tak takut berinovasi sedari dulu. Anda akan menemukan banyak pencinta seri FF “klasik” yang mengeluh bahwa XV terasa terlalu action dan mereka lebih mendambakan ATB untuk kembali. Namun sepertinya mereka lupa bahwa untuk setiap seri baru Final Fantasy yang muncul, ia tak pernah mengusung sistem permainan yang sama. Final Fantasy VII hadir dengan sistem Materia, FF VIII berpindah ke sistem Draw untuk  mengambil magic dan membuang sistem Equipment. Ketika Final Fantasy X hadir dengan sistem bergilir, Final Fantasy XII hadir dengan kesan MMO yang lebih kentara lewat sistem Gambits yang begitu mengalir. Ini adalah franchise yang berdiri di atas satu kata – inovasi.

  1. Kadang Sulit Dimengerti

orphan

Anda berakhir tak mengerti apa yang terjadi di dalam game setelah menyelesaikan sebuah seri  Final Fantasy? Tenang saja, Anda tak sendiri. Terlepas dari cerita klise khas Jepang yang berputar soal kehancuran dunia, magalomaniac, atau sekedar perang antar dua faksi, Final Fantasy selalu punya lapisan cerita di atasnya yang membuatnya terasa lebih “berat” dibandingkan yang seharusnya. Cukup berat hingga Anda mungkin butuh memainkannya dua kali untuk dimengerti, atau sekedar mengunjungi beragam forum untuk menangkap diskusi yang ada. Final Fantasy VII berfokus pada masalah psikologis Cloud yang bahkan “memerankan” hidup orang lain di pertengahan game, Final Fantasy VIII tiba-tiba memperkenalkan party Anda sebagai anak yatim piatu yang tinggal bersama, hingga Final Fantasy X yang memuat kritik pedas pada organisasi keagamaan yang menjadikan ketakutan sebagai “bahan bakar”. Selalu ada lapisan di sana, yang pemahamannya, akan bergantung pada seberapa inginnya Anda.

  1. Banyak Media Lain

Walaupun ia lebih dikenal sebagai sebuah franchise video game, Final Fantasy juga punya punya media lain untuk menjelaskan semesta sebuah seri dengan lebih jelas. Salah satu yang paling jelas adalah Final Fantasy VII yang terdiri dari Advent Children – sebuah seri CGI yang berperan sebagai sekuel dan Last Order – sebuah seri anime yang berperan sebagai prekuel. Format sama yang kemudian ditempuh oleh Square Enix dengan XV, yang muncul dalam bentuk Kingsglaive dan lima episode seri anime Brotherhood. Square Enix bahkan sempat membawa nama Final Fantasy ke penonton yang lebih besar lewat sebuah seri film bioskop yang berakhir gagal – Spirits Within yang selamanya akan tercatat sebagai salah satu mimpi buruk mereka. Setidaknya untuk urusan terakhir ini, Anda mendapatkan OST keren dari band rock Jepang – L’arc en Ciel.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.