JagatPlay NgeRacau: 10 Hal yang Gua Pelajarin dari Pergi ke E3 2018!

Reading time:
July 3, 2018
  1. Event Penuh Stress untuk Para Dev.

20180613 164054
Terlihat mana developer yang lagi stress, dan mana yang datang tanpa beban.

Sebagai gamer, kita semua selalu nungguin E3. Gimana kagak, ada game baru diumumin, informasi baru muncul, terus kita semua pengen dapat jawaban soal beberapa misteri juga. Kita sebagai gamer, udah pasti seneng lagi. Tapi sayangnya, kondisi sebaliknya justru terjadi sama para developer. Buat mereka, event E3 biasanya berujung jadi deadline yang harus dikejar, penuh beban, penuh resiko apalagi kalau mereka punya sesuatu yang harus di-showcase ke publik, dan tentu aja, butuh kerja keras untuk dilewatin secara optimal.

Buat para pengunjung biasa yang datang buat sekedar nikmatin event-nya doank dan nyobaiin game sih, gak akan berasa. Tetapi untuk media yang berkesempatan buat ketemu sama developer-nya secara langsung, termasuk kita – JagatPlay, itu beban dan stress memang terlihat jelas di raut muka. Lu bisa lihat dengan jelas mana developer yang lagi pusing dan stress mikirin game mereka yang akhirnya di-showcase ke publik, dan mana developer yang udah “lega” karena game mereka udah dirilis dan dapat respon positif. Developer pertama akan kelihatan dingin dan serius parah, sementara yang kedua, akan terlihat lebih tenang, murah senyum, dan terbuka pada banyak pertanyaan. Cory Barlog sama Shuhei Yoshida kayaknya masuk kategori kedua ini.

Jadi, agak egois buat lu kalau lu datang dan berharap kalau para developer akan menyambut semua jenis media yang notabene harusnya “nguntungin” mereka juga, dengan tangan terbuka. Ada tekanan dan beban di situ, dan lu bisa lihat dengan jelas. Dari liputan gua selama di E3 2018, itu yang kayaknya tersirat di muka para developer Naughty Dog terutama si Neil Druckmann, dan tentu saja si – Tetsuya Nomura yang showcasing Kingdom Hearts III di event yang sama. Dingin, enggak pernah senyum, seperti tengah tergesa-gesa untuk bergerak ke event selanjutnya, lu bisa ngelihat kalau E3 bukalah momen yang “menyenangkan” buat mereka.

  1. Lu itu, Bukan Siapa-Siapa

20180611 170638
Di tengah gempuran media sebanyak ini, Anda akan mulai menyadari bahwa popularitas Anda di Indonesia bukanlah “apa-apa” di event kaliber internasional sekelas E3.

Terlepas dari apakah gua nyombong atau kagak, tapi sebagian besar dari lu pada yang ngebaca ini artikel setidaknya udah ngerti apa itu JagatPlay.com. Kalau lu sempat nonton video dari Youtuber “TheLazyMonday” yang ikut kontingen Indonesia juga kesana, gua rasa juga lu seharusnya udah kenal sama Aldo ataupun David. Dengan kombinasi kita, setidaknya lu udah ngerti dan paham sepak terjang kita selama ini. Lu tahu kita siapa, dan lu tahu apakah kita termasuk kritikus game yang kredibel ataupun kagak. Tapi populer di negara sendiri memang hitungannya gak beda sama “jago di kandang” sendiri. Begitu lu masuk ke event sekelas E3 misalnya, lu akan datang dengan sebuah pil pahit yang harus lu telan tanpa minum air – Lu itu, bukan siapa-siapa.

Lu bisa jadi Youtuber dengan jutaan subscriber di Indonesia, gaming media tajir mampus yang bisa ngerjaiin puluhan karyawan misalnya, atau gamer cewek super manis yang basis fans di Indonesia-nya udah setia ngikutin lu kemana aja. Tetapi ketika lu diposisikan ke peta global industri game, terutama untuk game-game AAA baik konsol ataupun PC, lu itu bukan siapa-siapa. Enggak ada yang kenal lu, enggak ada yang nganggap lu penting, lu enggak lebih dari bagian “rutinitas” yang harus mereka lewatin sebelum mereka ketemu sama media yang lebih besar sekelas IGN ataupun Gamespot, yang bahkan punya basecamp terpisah di dalam E3 2018 itu sendiri. Ini adalah sebuah penyadaran diri yang pengalamannya akan ngebuat lu seharusnya, lebih rendah hati.

Lu hanya satu media di antara ratusan sampai ribuan media yang datang dari seluruh belahan dunia di satu ruang yang sama, untuk ngantri barisan yang sama, untuk nyobaiin game yang sama. Media yang lebih penting dan punya nama selalu punya ruang buat ketemu sama developer / publisher begitu saja dan jalur khusus buat nyobaiin game mereka tanpa proses antrian, sampai kesempatan wawancara eksklusif 1 on 1. Pada akhirnya, lu bukan siapa-siapa untuk ukuran media gaming dan fan-base. Gua yakin misalnya, kalau lu nerobos pengen foto sama Shawn Layden – boss SIE America yang terus didampingin sama bodyguard misalnya, karena betapa kagak dikenalnya lu, bisa dianggap copet terus digebukin sampai mati kalik. LOL.

Di atas adalah 10 hal yang gua cukup kaget, gua dapetin dan pelajarin selama proses gua ngeliput di E3 2018. Memang semuanya enggak berfokus di event itu sendiri dan berpusat sama pengalaman pribadi gua, tetapi ya buat kacamata gua, menjadi sesuatu yang menarik untuk gua bahas ke lu pada. Gua sih akan sangat terbuka dan senang sekali kalau gua diundang lagi tahun depan kalau dianggap pantas. Namun perjalanan ini juga ngebuka dan nutup mimpi gua, yang selama ini selalu mengidam-ngidamkan ngumpulin duit buat ke E3 sendiri sebagai “jiarah” gamer yang sesungguhnya. Karena berdasarkan pengalaman yang ada, gua yakin itu akan berakhir jadi sumber kekecewaan baru yang akan terus gua obrolin kemana-mana. Wkwkwkwkwk, so thanks Sony for that. Gua rasa itu sesi NgeRacau kali ini, semoga lu enjoy dan nikmatin kontennya, dan jangan lupa Like dan Subscribe (YOUTUBER KALEEEEEKKKKKKK). That’s all folks! 😀

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…