Review Mortal Kombat 11: Keren dan Inovatif, Tetapi…

Reading time:
May 13, 2019

Brutalitas yang Keren!

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 78 1
Pendekatan sisi cerita yang dipresentasikan ala film dengan sudut pandang sinematik terasa memuaskan!

Masih menggunakan Unreal Engine 3 yang dimodifikasi habis-habisan, Mortal Kombat 11 harus diakui, terlihat memesona dari sisi presentasi visual. Bahwa hampir sama dengan apa yang berhasil mereka capai dengan Injustice 2 beberapa waktu yang lalu, ia menghadirkan cita rasa visual yang siap untuk membuat mata Anda termanjakan. Presentasi sinematik ala film Hollywood untuk mode Story bekerja dengan seharusnya, dengan cut-scene yang tidak sekedar dipenuhi dengan dialog saja, tetapi juga ekstra scene pertarungan yang memukau. Dengan reaksi wajah yang tetap terasa hidup dan sudut kamera yang memesona, Anda akan jatuh cinta pada salah satu kekuatan utama Netherrealm Studios ini. Sebuah standar yang sudah selayaknya diikuti oleh game-game fighting di masa depan yang memang masih berniat untuk menawarkan sisi cerita di dalamnya (Dead or Alive 6, catat!).

Namun jika harus memberikan apresiasi paling utama untuk sisi presentasi, maka desain adalah kejutan yang mengagumkan dari Mortal Kombat 11. Ambisi untuk menyuntikkan puluhan jenis desain kostum dan senjata untuk setiap karakter yang tetap terlihat keren dan cocok ketika dipadu-padankan memperlihatkan keseriusan yang tinggi. Konten masif seperti ini tentu saja jadi nila jual, tetapi sayangnya, juga jadi masalah terbesar Mortal Kombat 11 yang akan kita bicarakan nanti. Kami juga berujung jatuh hati pada desain level-nya yang harus diakui, tidak ada satupun yang mengecewakan. Memang ia tidak mengusung sistem perpindahan level seperti Injustice 2 atau Dead or Alive 6 misalnya, namun stage yang ada terlihat memiliki identitas yang kuat sekaligus pergerakan dinamis yang keren. Beberapa memuat monster yang bergerak dinamis di belakang, sementara yang lain statis namun memuat lore Mortal Kombat yang kuat, seperti “makam” seorang Goro yang ikonik misalnya.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 293
Desain level yang ditawarkan pantas mendapatkan apresiasi tersendiri.
Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 148 1
Puluhan item kosmetik yang tetap terasa keren dipadu-padankan harus diakui memesona.

Maka di atas semua detail memesona yang mereka tawarkan bersama dengan desain super keren di banyak hal ini, Mortal Kombat 11 tetap mempertahankan identitas yang membuat namanya begitu populer di industri game – brutalitas tanpa batas. Netherrealm Studios tetap mempertahankan sistem visualisasi serangan X-Ray yang memperlihatkan hancurnya tulang-tulang target serangan, walaupun kini membalutnya dengan mekanik yang berbeda. Level brutalitas ini naik dengan serangan jenis baru – Fatal Blow yang kini diperkuat dengan cipratan darah dan suara erangan sakit dengan animasi serangan yang lebih brutal dan dramatis. Puncaknya tentu saja tetap pada serangan Fatality yang walaupun terasa lebih singkat, namun tetap memperlihatkan kekerasan eksplisit yang tidak lagi sekedar membuat tubuh hancur berantakan, tetapi juga detail organ yang kini tak sulit bertebaran. Beberapa serangan Fatality terasa konyol dan cukup untuk menciptakan gelak tawa, sementara yang lain siap untuk membuat Anda mengernyit ngeri.

mortal kombat 11 jagatplay part 2 22
Fatal Blow yang menjadi fitur mekanik baru hadir dengan animasi brutal tanpa kompromi
mortal kombat 11 jagatplay part 2 24
Beberapa Fatality tampil super kejam, sementara yang lain begitu absurdnya hingga cukup untuk membuat Anda tersenyum atau tertawa.

Sementara untuk urusan tata suara, musik memang harus diakui, tidak pernah menjadi tumpuan utama sebuah seri Mortal Kombat. Walaupun musik-musik yang dipilih terhitung cukup baik di ragam bahan promosi sebelum rilis, terutama trailer, sentimen yang sama tidak akan kami bagi untuk rilis di versi final ini. Anda tidak akan bertemu dengan musik yang tiba-tiba berujung memorable. Namun kualitas tata suara yang lain seperti suara efek untuk tulang yang retak atau organ tubuh yang hancur hadir dengan presentasi yang seharusnya, membuat kekejaman kini juga menyeruak lewat telinga Anda juga. Kualitas voice acting untuk mode Story dan sekedar interaksi antar karakter yang unik di awal pertarungan juga terasa natural. Setidaknya, dari sisi yang satu ini, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun harus diakui, ada satu hal yang menurut kami sedikit menjadi bumerang dari presentasi penuh brutalitas milik Mortal Kombat 11. Tentu saja kita tidak akan bicara soal rating umur atau pasar yang sudah jelas hendak mengarah ke kelompok umur yang mana. Tetapi lebih ke flow pertarungan itu sendiri. Entah karena minimnya jumlah karakter roster atau memang animasi yang lambat, animasi serangan seperti Fatal Blow misalnya, terasa bertele-tele baik ketika Anda berada dalam posisi yang menyerang ataupun yang diserang, terutama saat pertarungan berada di intensitas yang paling tinggi. Ia mungkin terlihat memesona di awal, namun melihat aksi yang sama berulang-ulang dari satu karakter yang sama justru membuatnya membosankan. Kami sendiri bingung perasaan ini muncul dari mana. Apakah karena memang animasi yang terbatas? Roster sedikit hingga animasi yang sama rentan Anda temui? Atau karena animasi Fatal Blow yang berjalan di 30fps sementara gameplay di 60fps, yang membuat kesan bahwa animasi serangan super lambat? Kami juga penasaran dengan perasaan yang satu ini.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 289 1
Entah karena panjang animasi, rasa bosan karena karakter roster terbatas, atau karena framerate animasi itu sendiri, eksekusi Fatal Blow terkadang terasa merenggut intensitas pertempuran yang tengah berlangsung.
Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 291 1
Ini masih seri Mortal Kombat yang selama ini Anda kenal, tetap dengan visualisasi yang lebih mumpuni.

Tetapi tetap harus diakui, Netherrealm Studios melakukan tugas yang sangat baik dengan Mortal Kombat 11 itu sendiri. Kualitas visualisasi menawan terutama dari desain dan detail semakin fantastis dengan komitmen brutalitas yang tetap tidak mengenal kata kompromi. Bahkan bisa dibilang, ia naik ke level yang baru.

Cita Rasa Mortal Kombat yang Seharusnya

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 150
Walaupun varian default untuk tiap Karakter hanya dua, namun Anda bisa meracik varian karakter Anda sendiri dengan menyematkan gear dan serangan spesial favorit Anda.

Jika Anda termasuk gamer yang sempat mencicipi Mortal Kombat X atau Injustice 2, Anda sepertinya tidak akan asing lagi dengan mekanik yang ditawarkan Netherrealm Studios untuk Mortal Kombat 11. Roster karakter yang ditawarkan mungkin terlihat kecil, namun jika dikombinasikan dengan fakta bahwa setiap karakter didukung dengan setidaknya dua varian yang setiap darinya punya jenis serangan dan fokus yang berbeda-beda, “Roster” karakter yang bisa Anda gunakan sebenarnya bervariasi. Plus, di Mortal Kombat 11, Anda juga diberi kesempatan untuk meracik “varian” Anda sendiri, dengan kesempatan untuk memilih dan menggabungkan serangan spesial yang jadi favorit Anda. Jadi walaupun tidak seperti di MKX yang hadir dengan tiga varian untuk tiap karakter, Mortal Kombat 11 tetap tampil sebagai seri yang lebih fleksibel.

Sistem bertarung juga masih mengingatkan Anda pada sensasi pertarungan Mortal Kombat yang seharusnya. Kunci terbesar terletak pada usaha untuk mengeksekusi serangan kombinasi panjang untuk damage output yang besar, sembari mempelajari kapan timing yang tepat untuk tampil penuh menyerang, bertahan, atau berusaha meraih sedikit keuntungan lewat serangan lompat “ikonik” Mortal Kombat. Sistem lama seperti kesempatan untuk menggunakan beragam objek di dalam lingkungan kini juga kembali, lengkap dengan efek serangan yang lebih dramatis. Dengan spesialisasi kelas setiap roster, baik yang datang sebagai default ataupun Anda racik sendiri, ada banyak yang perlu Anda pelajari. Untungnya, Mortal Kombat 11 juga menyediakan sesi tutorial terpisah untuk membantu Anda.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 144
Mortal Kombat 11 tetap berfokus pada eksekusi kombo panjang yang menawarkan damage optimal.
Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 58 1
Serangan X-Ray kini otomatis terjadi dengan damage besar jika Anda berhasil menyerang bagian spesifik berulang kali. Biasanya ada eksekusi serangan spesial yang memungkinkan hal tersebut terjadi.

Pertanyaannya kini tinggal satu, apa yang berbeda dibandingkan Mortal Kombat X misalnya? Selain jenis serangan spesial beberapa karakter dan jurus kombinasi yang bisa mereka eksekusi, Netherrealm Studios juga mengubah dan menyuntikkan beberapa fitur baru. Serangan X-Ray yang dulunya diposisikan sebagai “serangan spesial” dengan efek dramatis dan menyeramkan kini diintegrasikan dengan mulus sebagai konsekuensi dari serangan konsisten ke bagian tubuh musuh yang spesifik. Bahwa dengan mengeksekusi serangan ini berulang kali atau ketika serangan yang sama masuk sebagai counter dari serangan musuh, efek ini akan muncul bersama dengan damage yang jauh lebih besar. Mempelajari kira-kira serangan mana saja dari karakter favorit Anda yang bisa menghasilkan efek ini juga jadi salah satu kunci untuk tampil relevan di Mortal Kombat 11.

Sementara untuk “menggantikan” posisi serangan X-Ray adalah sebuah jenis serangan baru yang disebut sebagai Fatal Blow. Hadir sebagai akses serangan istimewa yang hanya bisa digunakan 1 kali dalam 1 pertarungan (terlepas dari berapa banyak pun ronde yang dihadirkan), Fatal Blow berakhir bukan sekedar serangan yang memanjakan mata saja. Serangan yang bisa Anda akses jika HP Anda berada di bawah 30% ini benar-benar diposisikan mematikan. Hadir dengan damage super besar dengan animasi serangan super brutal, satu serangan Fatal Blow yang masuk bisa berakhir membalikkan keadaan pertarungan. Damage yang bisa ia hasilkan memang tidak main-main. Sementara untuk proses balancing, Netherrealm membuatnya memiliki waktu cooldown tersendiri jika ia gagal masuk sebelum Anda bisa menjajalnya kembali.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 175
Bisa dieksekusi ketika HP berada di bawah 30%, Fatal Blow tidak sekedar dengan animasi keren tetapi juga damage yang masif.
mortal kombat 11 jagatplay part 2 70
Mercy! atau kata lainnya, “KAMU CUPU!”

Ketika semua serangan berhasil masuk dan Anda berujung menang, maka rutinitas khas Mortal Kombat pun dimulai. Mortal Kombat 11 menawarkan tiga buah jenis “serangan pemungkas” yang bisa terjadi. Fatality tentu saja penutup paling segar dengan serangan fatal penuh darah dan potongan tubuh, setidaknya dua varian untuk masing-masing karakter. Mortal Kombat 11 juga membawa kembali Brutality yang secara otomatis akan bisa diakses jika Anda menghabisi musuh dengan jenis serangan tertentu di akhir, cepat dan efektif, sembari mengingatkan Anda akan citarasa “Fatality klasik” seri-seri awal Mortal Kombat. Akses aksi ketiga adalah Mercy – yang alih-alih membunuh musuh Anda, justru menghidupkan mereka kembali dengan bar HP dalam jumlah kecil. Anda bisa menggunakan Mercy untuk dua tujuan: atas dasar rasa kasihan dan memberikan kesempatan mereka untuk melawan balik ATAU sebagai penegasan dan aksi pasif agresif untuk menyampaikan satu pesan jelas – KAMU CUPU!.

Maka dari sisi mekanik dasar, Mortal Kombat 11 tidak bisa dibilang berbeda dengan seri Mortal Kombat sebelumnya. Memang ada sesuatu yang baru dan berbeda lewat implementasi sistem baru seperti Fatal Blow, kesempatan meracik varian dari setiap roster yang ada via fitur kustomisasi yang ditawarkan, hingga animasi serangan baru yang butuh penyesuaian, namun ia masihlah game fighting yang Anda kenal. Sebuah game fighting yang menuntut Anda untuk mempelajari serangan kombinasi panjang untuk damage masif super efektif di setiap kesempatan yang ada.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…