Review Mortal Kombat 11: Keren dan Inovatif, Tetapi…

Reading time:
May 13, 2019

Dengan Inovasi, Dengan Ekstra “Tetapi”

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 167 1
Membangun karakter yang Anda inginkan adalah motivasi utama untuk terus memainkan Mortal Kombat 11.

Menjadi alasan untuk terus bertarung di Mortal Kombat 11 setelah mode cerita yang tidak bisa dibilang panjang adalah mimpi untuk membangun dan memperkuat karakter favorit Anda. Seperti halnya yang sudah mereka implementasikan di Injustice 2, setiap karakter yang diusung punya puluhan jenis kostum kosmetik, Gear yang mempengaruhi gameplay, Variation Icon, hingga animasi pembuka dan penutup berbeda untuk dibuka. Untuk bisa membuka segala sesuatunya, Anda tentu harus mengumpulkan setidaknya 3 buah resource berbeda – Koins, Soul Fragment, dan Heart untuk bisa mendapatkannya. Selain tentu saja, ada beberapa quest yang akan langsung menghadiahi Anda beragam item tersebut.

Mortal Kombat 11 kembali membawa konsep Krypt, namun kini dengan pendekatan berbeda. Kesempatan untuk mengeksplorasi lebih dalam dunia Mortal Kombat ini kini diimplementasikan layaknya game action orang ketiga. Terbagi ke dalam beberapa area besar, ia akan memuat beragam peti dan item yang bisa Anda buka untuk mendapatkan loot-loot esensial seperti item kosmetik dan gear yang bisa digunakan untuk setiap karakter yang ada. Beberapa bisa dibayar dengan Koins, sementara yang lain membutuhkan Soul Fragment atau Hearts. Kontennya sendiri tampil acak, hingga satu-satunya cara untuk mengejar item incaran Anda hanyalah dengan membuka sebanyak mungkin peti dan berharap bahwa ia berakhir memperkuat atau mempercantik karakter favorit Anda. Proses ini menjadi salah satu alasan Anda akan terus memainkan Mortal Kombat 11.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 196
Krypt dalam perspektif orang ketiga memberikan kesempata menyelami dunia MK sembari menjadikannya ruang untuk lootbox.
Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 197
Menggunakan resource yang Anda dapatkan, Anda bisa membuka ragam peti di dalam Krypt ini.

Satu yang menarik, Krypt juga tampil tidak sesederhana yang kita bayangkan. Walaupun di atas kertas ia terasa seperti aksi eksplorasi untuk sekedar membuka peti, Netherrealm Studio menyuntikkan sesuatu yang cukup unik di dalamnya. Seperti halnya sebuah game petualangan, karakter yang Anda gunakan pelan tapi pasti juga akan menemukan beragam item seperti palu Shao Khan hingga penutup mata Kenji yang memungkinkannya untuk mengakses tempat yang baru. Yang unik adalah kehadiran beberapa pintu terkunci yang item pembukanya tidak hanya akan Anda temukan di Krypt itu saja, tetapi juga lewat mode yang lain. Pintu terkunci yang bisa berakhir membawa Anda ke area baru atau peti dengan isi berharga ini memuat tantangan ekstra untuk Krypt itu sendiri. Sebagai contoh? Salah satu pintu misalnya membutuhkan 3 buah keping Key Item yang hanya bisa didapatkan dengan mengeksekusi 10 Fatality, 10 Mercy, dan 10 Brutality di Tower of Time. Ada keterkaitan seperti ini.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 261
Towers of Time dengan konten yang terus dirotasi menjadi “sumber utama” Anda mengumpulkan resource utama. Setiap tower berisikan lebih banyak tower kecil dengan tantangannya tersendiri.

Netherrealm Studios sendiri memfasilitasi ekstra konten ini dengan menawarkan sebuah mode khusus yang mereka sebut sebagai Tower of Time. Konsepnya mirip dengan sistem Tower Mortal Kombat lawas, hanya saja kontennya kini akan terus berubah dan di-update via koneksi internet. Setiap Tower of Time biasanya akan memiliki namanya sendiri dan berisikan Tower-Tower kecil yang butuh dirampungkan untuk membuat 1 Tower tersebut dianggap rampung. Bergantung pada tema yang ada, Anda akan mendapatkan reward yang pantas untuk dikejar. Ia biasanya berujung menghadiahkan Anda satu set cukup lengkap Gear, Augmentation, dan item kosmetik satu karakter spesifik dan juga beragam resource seperti Koins dan Soul Fragment. Tiap tower juga biasanya punya objektif spesifik untuk mendapatkan ekstra bonus.

Di sini ada inovasi yang memesona. Bahwa di luar Tower “standar” dimana Anda harus bertarung melawan AI 1 vs 1, Netherrealm Studios menyuntikkan sesuatu yang baru dan layak diimplementasikan banyak game fighting di masa depan untuk konsep yang sama – Group Battle. Bahwa alih-alih seorang diri, Anda dan beberapa player lain harus bertarung bahu-membahu melawan 1 ancaman yang sama, sesuatu yang mengingatkan Anda pada konsep RAID di game MMORPG. Musuh ini biasanya hadir dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dan HP yang lebih tebal, serta didukung dengan Modifier yang super menyebalkan. Berita baiknya? Anggota tim Group Battle yang menunggu di belakang layar juga ikut berperan aktif dengan kesempatan menyuntikkan buff ke user yang tengah bertarung dengan sistem cooldown, seperti membuat serangan mereka memiliki efek vampiric, instant health, hingga modifier yang bisa mengacaukan kombo musuh. Membuat kerjasama jadi esensial.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 170
Beberapa Towers of Time meminta Anda bermain kooperatif bersama player lain melawan AI musuh yang lebih mematikan dan tangguh. Seperti mode Raid di game MMORPG.
mortal kombat 11 jagatplay part 2 58
Sementara Tag Team memungkinkan Anda saling bertarung bergantian.

Sistem pertarungan grup ini juga dicerminkan lewat Tag Team Battle yang sebenarnya mengusung esensi yang sama. Namun tidak seperti Group Battle yang berisikan 3 user, Tag Team hanya memuat pertarungan 2 orang tanpa sistem buff sama sekali. Tingkat kesulitan musuh yang dihadapi memang tidak “segila” Group Battle, namun tetap menawarkan tantangan tersendiri. Seperti namanya, Tag Team Battle memungkinkan user untuk berganti ke user yang lain kapanpun mereka inginkan, dengan user yang beristirahat akan mendapatkan regenerasi HP secara berkala. Anda tentu saja harus bersiap untuk masuk dan keluar kapanpun, mengingat tidak ada format komunikasi di luar voice chat bagi user yang terlibat. Mengingat hampir sebagian besar gamer tidak menggunakan mic, komunikasi memang jadi masalah tersendiri di mode group MK 11 ini. Tidak jarang kami merasa frustrasi melihat user tidak menggunakan buff di Group Battle dan hanya duduk diam melihat anggota tim-nya dihajar AI yang beringas. Mortal Kombat 11 butuh menyuntikkan sistem emoticon atau reaksi instan dengan isi lebih esensial untuk mengatasi hal ini.

Terlepas dari betapa inovatifnya konten Group Battle / Tag Team yang ada, tetapi tetap harus diakui, Towers of Time adalah sebuah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menjadi konten tidak berbatas yang bisa terus mendorong Anda untuk kembali ke Mortal Kombat 11 dan “menikmatinya” untuk waktu yang sangat lama. Namun di sisi yang lain, ia menjadi sumber masalah terbesar Mortal Kombat 11 – Grinding. Bahwa terlepas dari beragam perbaikan yang sempat mereka telurkan untuk mendapatkan jumlah resource yang Anda dapatkan, ini tetap jadi proses grinding yang melelahkan.

Untuk menyelesaikan 1 Towers of Time sebelum mendapatkan resource yang Anda kejar, Anda butuh menghabiskan waktu sekitar 20-30 menit di skenario terbaik. Skenario terbaik berarti Anda memenangkan semua pertempuran yang ada tanpa tantangan sama sekali, tanpa sekalipun kalah. Jika menang, Anda akan mendapatkan belasan hingga puluhan ribu Koins, namun jumlah Soul Fragement dan Hearts yang kecil jika Anda tidak menyelesaikan objektif sampingan berbasis point. Ingat, 30 menit untuk konten acak kosmetik, augmentation, dan gear untuk karakter yang bisa jadi Anda gunakan / tidak gunakan. Bayangkan waktu yang harus Anda habiskan untuk membuka semua kostum yang ada. Ditambah dengan fakta bahwa Anda tidak bisa mengendalikan konten dan reward seperti apa yang ditawarkan Towers of Time di MK 11, Anda juga tidak bisa “mengejar” dan “berfokus” pada karakter yang Anda favoritkan. Sesuatu yang harusnya jadi motivasi pendorong ini pelan tapi pasti, menjadi dinding penghalang yang dengan mudah bisa membangun rasa frustrasi.

Mortal Kombat 11 jagatplay part 1 171
Dengan puluhan konten per karakter saja, bayangkan berapa banyak waktu yang harus Anda habiskan di Towers of Time untuk mendapatkannya, apalagi mengingat konten yang bisa Anda dapatkan tidak bisa Anda kendalikan.
mortal kombat 11 jagatplay part 2 1
Terlepas dari fakta bahwa ia mengusung fitur microtransactions, Anda tidak bisa serta merta menghapus “grinding” yang ada. Mengapa? Karena konten yang dijual bersifat rotasi.

Mortal Kombat 11 memang menyediakan mata uang premium bernama Time Krystal yang bisa Anda beli dengan menggunakan uang nyata. Resource yang juga bisa Anda dapatkan di dalam in-game ini sempat digembar-gemborkan sebagai “solusi” proses grinding yang katanya bisa menyentuh angka ribuan USD untuk dimiliki. Namun mencicipi game ini secara langsung sepertinya menegaskan bahwa dengan mata uang premium seperti inipun, Anda tidak bisa lari dari proses grinding Mortal Kombat 11 yang super panjang. Time Krystal hanya bisa digunakan untuk membeli item kosmetik dari menu khusus yang kontennya secara aktif dirotasi. Tidak ada kesempata bagi Anda untuk memilih dan membeli item kosmetik, gear, ataupun augmentation spesifik yang memang sudah lama Anda kejar.

Untungnya, Mortal Kombat 11 sepertinya mengerti dan memahami betapa melelahkannya proses grinding ini. Anda bisa melihatnya sebagai sesuatu yang positif ataupun negatif untuk fitur yang mereka suntikkan – AI Battle. Benar sekali, selain kesempatan meracik varian baru untuk setiap karakter yang ada, Netherralm Studios juga memberikan opsi bagi Anda untuk menentukan tingkah laku AI yang ia usung, dari mengatur seberapa intensitas ia melakukan combo atau proses zoning misalnya. Pada akhirnya? Hampir sebagian besar Towers of Time (kecuali yang butuh multi co-op atau persyaratan khusus) bisa diselesaikan dengan menggunakan AI Battle ini. Benar sekali, Anda bisa membiarkan karakter Anda dikendalikan komputer, melawan karakter komputer, atas nama grinding item kosmetik dan gear! Lebih parahnya lagi? Untuk memastikan Anda tidak bisa meninggalkan proses ini begitu saja, Netherrealm Studios tetap memaksa Anda untuk menekan tombol “X” untuk melanjutkan ke pertarungan selanjutnya, yang membuat Anda mau tidak mau harus sedikit terlibat aktif.

mortal kombat 11 jagatplay part 2 50
Sebegitu “mengertinya” Netherrealm Studios pada potensi kelelahan proses grinding, ia menawarkan sistem bernama “AI BATTLE”.
mortal kombat 11 jagatplay part 2 66
Bayangkan membayar uang 800 ribu untuk game fighting original dan membiarkan AI menangani semua pertempuran atas nama grinding. Bahwa yang perlu Anda lakukan hanyalah menekan tombol “X” untuk konfirmasi pertarungan selanjutnya. Percaya atau tidak, kita sudah berada di tahap ini.

Kita sudah sampai di sebuah fase dimana skenario yang tidak pernah kami bayangkan akan terjadi sebelumnya. Bahwa kami membayar sebuah game seharga 800 ribu Rupiah, untuk membiarkan sebagian besar waktu gameplay dimainkan oleh AI yang lebih efektif dan mematikan mengeksekusi combo (terutama Noob Saibot), atas nama grinding gear, item kosmetik, dan augmentation yang tujuan akhirnya berakhir di pertarungan online melawan user lain yang sepertinya melakukan hal yang sama, dengan tujuan akhir untuk memastikan kami tetap waras menghadapi proses grinding yang begitu panjang ini. Apa yang dilakukan Netherrealm Studios dengan Mortal Kombat 11 memang menjamin waktu gameplay panjang. Tetapi menyenangkan? Tunggu dulu.

Ketidakadilan Penuh Omong Kosong

mortal kombat 11 jagatplay part 2 5
Netherrealm Studios menyediakan opsi untuk pertarungan online antar user tanpa dipengaruhi efek status dari Gear.

Proses mencari gear dan augmentation memang menjadi salah satu motivasi untuk mencicipi Mortal Kombat 11 lebih panjang. Pada akhirnya, Gear, Augmentation, dan varian karakter yang Anda racik sendiri bisa digunakan untuk pertarungan online yang lebih kompetitif. Berita baiknya? Netherrealm Studios menyediakan opsi dimana Anda bisa memainkan pertarungan online dimana tidak ada satupun dari efek status dari setiap Gear ini berfungsi. Jadi Anda yang tidak ingin melakukan proses grinding dan mencari semua item yang berpengaruh pada performa ini tetap bisa menikmati Mortal Kombat 11 secara optimal.

Salah satu masalah terbesar dari Mortal Kombat 11 selain proses grinding-nya, adalah tingkat kesulitan di Towers of Time yang seolah menegaskan satu hal – bahwa Netherrealm tidak menguji sendiri secara langsung apakah Modifier yang mereka suntikkan memang sesuatu yang secara rasional, bisa ditangani. Karena percaya atau tidak, salah satu hal tersulit di Towers of Time meluncur dari fakta bahwa beberapa pertarungan yang Anda jalani berakhir dengan Modifier yang sepertinya jelas menguatkan satu kesan – bahwa Anda sendiri pun tidak yakin bahwa karyawan Netherrealm Studios bisa menundukkannya.

Modifier berperan sebagai hal-hal unik yang masuk dan mempengaruhi pertempuran. Sebuah konsep yang sebenarnya tidak asing lagi di game fighting. Satu yang unik? Ketika game fighting lain memuat Modifier sebagai elemen yang mempengaruhi dua belah pihak yang tengah bertarung, Mortal Kombat 11 membuat Modifier “menguntungkan” pihak yang menggunakannya atau pihak musuh yang Anda lawan. Ini berarti, bahwa Modifier apapun yang muncul di arena pertempuran akan ditujukan untuk menghasilkan handicap bagi Anda. Ada beberapa modifier yang bisa ditoleransi seperti laser yang tiba-tiba muncul dari sisi lain atau kesempatan untuk memanggil karakter lain sebagai karakter support. Kami bisa memahami modifier seperti ini dan merasa ia adil. Hanya saja, Anda akan bertemu dengan banyak modifier “omong kosong” yang lain.

mortal kombat 11 jagatplay part 2 68
Beberapa modifier bisa dimengerti. Namun tidak jarang Anda bertemu dengan modifier yang membuat tingkat kesulitan menjadi tidak rasional.

Towers of Time, terutama yang memuat item yang berharga untuk dikejar, banyak memuat modifier-modifier tidak rasional yang hampir mustahil untuk dimenangkan. Ia membuat tingkat kesulitan Tower-Tower seperti ini tidak lagi “Rasional”, melainkan naik tingkat ke “Tidak Adil”. Tidak adil karena modifier ini hanya menyerang Anda. Tidak adil karena sebagian besar dari mereka akan menghasilkan damage super masif dalam waktu yang singkat dan membuat kemenangan Anda bisa berbalik menjadi kekalahan dengan jentikan jari. Tidak adil karena alih-alih menguji kemampuan Anda menguasai karakter dan bersenang-senang dengannya, Modifier seperti ini menjadi faktor eksternal yang tidak bisa Anda kendalikan.

Seberapa parah tidak rasionalnya Modifier ini? Kami akan berikan 2 contoh untuk Anda nilai sendiri. Pertama, Tag Battle pertama kami melawan Skarlet. Modifier ini muncul saat Skarlet yang notabene sudah diisi dengan AI tangguh berada di HP kritikal. Tiba-tiba hujan darah muncul di arena dan sebuah tornado darah kecil mengemuka secara acak di arena pertempuran. Jika Anda tidak berdiri di tornado kecil ini, Anda akan secara konsisten kehilangan HP Anda dengan jumlah yang brutal. Jika Anda bertahan di tornado kecil ini? Anda akan mendapatkan regen HP, tapi dibombardir serangan proyektil milik Skarlet. Sekarang bayangkan jika karakter favorit Anda adalah karakter petarung dengan damage super besar di jarak yang dekat. Anda mustahil memenangkan pertarungan yang satu ini.

Contoh kedua, ketika kami berusaha mengejar equipment milik Scorpion dan menemukan bahwa 1 tower spesifik hadir dengan nama modifier bernama “Burn lvl 2”. Modifier yang satu ini membuat musuh akan secara konsisten memancarkan aura api dahsyat yang siap membakar Anda jika Anda terlalu dekat. Berita buruknya? Satu, damage dari aura ini super besar. Dua, dia punya waktu akumulasi super singkat yang membuat Anda hanya butuh sepersekian detik untuk terkena status “Burn” dengan damage besar. Tiga, sebagai game fighting yang menuntut Anda untuk bertukar pukulan dalam jarak dekat, Anda mau tidak mau harus “menelan” aura ini. Semuanya dieksekusi dengan modifier yang sama sekali tidak mempengaruhi lawan, hingga pertarungan yang sudah berat, kini terasa tidak adil dan berat sebelah. Berita buruknya lagi? Aura yang sama, tetapi dengan efek Freeze yang membekukan atau Time yang memperlambat gerak juga hadir dengan efek ketimpangan yang sama.

Masalah dari konsep modifier seperti ini adalah fakta bahwa tidak ada satupun hal yang bisa Anda lakukan. Netherrealm Studios tidak menyediakan opsi atau objektif yang memungkinkan Anda untuk mematikan Aura ini hingga Anda punya kesempatan melawan balik. Aura ini hadir sebagai tantangan yang tidak bisa Anda otak-atik sama sekali. Percaya atau tidak, satu-satunya kemenangan kami melawan Aura omong-kosong ini terjadi ketika di momen Fatality dimana kami kalah, AI memutuskan untuk melakukan “Mercy” dan memberikan kami kesempatan kedua. Mercy akan secara otomatis mematikan efek Modifier manapun yang ada, membuat kami akhirnya menang. Namun di kesempatan yang lain? Hampir mustahil melakukannya, kecuali Anda menggunakan AI racikan Anda sendiri dan membiarkan komputer ini bertarung satu sama lain.

mortal kombat 11 jagatplay part 2 56
Ada kesan bahwa Netherrealm Studios sendiri tidak menguji apakah mereka sendiri “menikmati” pertarungan dengan modifier omong kosong seperti ini.

Netherrealm Studios sebenarnya juga menyuntikkan konsep lain bernama “Consumables” yang harusnya Anda manfaatkan di Towers of Time. Beberapa di antaranya bisa jadi akan membantu Anda, dari memperkecil efek Burn atau Freeze misalnya. Namun mengingat jumlah mereka super terbatas dan hanya bisa didapatkan sebagai reward dari Towers of Time itu sendiri atau Krypt, berharap Anda mendapatkan Consumables yang tepat dan efektif menggunakannya adalah sebuah kemungkinan yang kecil. Gagal beberapa kali dan Anda kemungkinan kehabisan Consumables yang dibutuhkan dan harus melewati proses grinding kembali.

Hadirnya beberapa modifier tidak masuk akal ini seolah kian menegaskan bahwa untuk satu alasan yang jelas, kami merasa bahwa karyawan Netherrealm Studios tidak menguji langsung apakah modifier-modifier ini memang akan berakhir dengan cita rasa pertempuran yang menyenangkan dan adil atau tidak. Ia tentu saja butuh penyesuaian agar gamer tidak mudah merasa frustrasi terhadap Towers of Time yang pada dasarnya sudah grindy, dengan modifier yang membuat ketidakadilan omong kosong mengemuka.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…