Review Call of Duty – Modern Warfare Reboot: Pisau Tumpul Realita!

Reading time:
November 7, 2019

Kesimpulan

Harus diakui, apa yang dilakukan Infinity Ward dengan seri teranyar ini memang membuatnya pantas menyandang nama Modern Warfare – sebuah nama yang melekat dengan memori positif di hati banyak gamer. Butuh penyempurnaan untuk membuat seri kelanjutan dari cerita reboot ini berakhir lebih kuat dan berkesan, tetapi di sisi yang lain, Anda bisa memahami bahwa hati dan ambisi mereka sudah berada di tempat yang tepat.

Ada begitu banyak klaim yang dilontarkan Infinity Ward untuk Call of Duty: Modern Warfare Reboot, dari janji untuk menawarkan cita rasa perang lebih relevan, kualitas visualisasi yang lebih memesona, hingga beragam kondisi yang kabarnya akan menguji kompas moral gamer dan membiarkan mereka “menelan” konsekuensi yang ada. Terlepas dari berapa banyak hal tersebut yang terbukti dan memang tereksekusi manis, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa jelas untuk seri tahun ini, Infinity Ward memang berusaha menawarkan sesuatu yang berbeda. Ada beberapa hal baru yang membuat kami jatuh hati dari implementasi mode multiplayer baru seperti Gunfight dan Night Playlist, cut-scene yang secara lugas memperlihatkan para korban sipil yang cukup membuat hati terenyuh, sensasi pertempuran yang lebih personal dan lambat, hingga kualitas visual yang lebih baik. Ada banyak hal baru dan peningkatan yang ia usung.

Namun di sisi lain, juga sulit untuk menyangkal bahwa tidak segala sesuatunya bekerja sebaik dan semenarik yang dijanjikan Infinity Ward. Contoh sederhana? Masalah pilihan aksi yang terus digembar-gemborkan akan menggelitik moral Anda, misalnya. Karena pada akhirnya, beberapa aksi yang seharusnya punya konsekuensi super berat seperti secara sadar membunuh bayi atau anak kecil atas nama “menggapai” misi Anda justru dibatasi oleh Infinity Ward dengan layar “Game Over” sebagai konsekuensi. Ini berarti Infinity Ward tidak memberikan ruang dan kesempatan untuk memproyeksikan ragam skenario perang yang bisa terjadi atas nama melindungi diri dari kontroversi yang bisa terjadi. Sesuatu yang sangat disayangkan. Kelemahan ini juga melebur dengan beberapa point yang kami bicarakan di atas.

Tetapi harus diakui, apa yang dilakukan Infinity Ward dengan seri teranyar ini memang membuatnya pantas menyandang nama Modern Warfare – sebuah nama yang melekat dengan memori positif di hati banyak gamer. Butuh penyempurnaan untuk membuat seri kelanjutan dari cerita reboot ini berakhir lebih kuat dan berkesan, tetapi di sisi yang lain, Anda bisa memahami bahwa hati dan ambisi mereka sudah berada di tempat yang tepat.

Kelebihan

Masih Price yang Anda kenal.
  • Kualitas visualisasi memesona
  • Price masih terasa Price yang selama ini Anda kenal
  • Presentasi konsekuensi perang yang brutal dan lugas
  • Sensasi multiplayer terasa baru dan berbeda
  • Mode seperti NVG dan Gunfight ternyata asyik
  • Ground War memenuhi mimpi dasar gamer yang menginginkan perang skala besar
  • Misi Raid berhasil menghadirkan cita ras intens

Kekurangan

Karakter pasukan khusus yang menolak perintah atasan setelah beberapa misi? C’mon..
  • Cerita terasa tidak relevan dan realistis
  • Rusia berakhir jadi tokoh antagonis “satu dimensi”
  • Spec Ops sulit ditangani dengan sekedar matchmaking
  • Momen yang harusnya menghantui moral justru “dilindungi” dengan layar Game Over
  • Cut-scene orang ketiga yang terasa menggerus identitas Modern Warfare
  • Desain beberapa peta multiplayer terlalu mendorong camping sebagai solusi

Cocok untuk gamer: yang mencintai Call of Duty: Modern Warfare masa lampau, menginginkan game FPS multiplayer kompetitif yang menyenangkan

Tidak cocok untuk gamer: yang berharap bahwa presentasi perang brutalnya akan berada di level optimal, yang menginginkan Ground War “segila” Battlefield

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.