JagatPlay: 25 Momen Video Gaming Yang Mendefinisikan Satu Dekade (2010 – 2019)

Reading time:
January 15, 2020
  1. Konsol Hybrid

Dinamika kehidupan manusia modern saat ini memang mengedepankan mobilitas. Hal ini pulalah yang membuat perangkat pintar portable seperti smartphone saat ini mulai mengintegrasikan tidak hanya performa yang mumpuni saja tetapi juga beragam fitur dan fungsi yang membuatnya bisa digunakan untuk beragam aktivitas. Arah untuk mengembangkan sebuah konsol hybrid yang bisa bekerja layaknya sebuah konsol konvesional tetapi juga bisa dibawa kemana saja saat dibutuhkan ditawarkan oleh Nintendo via Nintendo Switch. Sejauh ini, apa yang mereka lakukan memang terhitung berhasil. Dengan munculnya Dell Alienware Concept UFO beberapa waktu yang lalu di CES 2020, sepertinya tinggal tunggu waktu untuk para produsen lain berusaha mengekor konsep yang sma. Baik lewat konsep hybrid serupa, atau sistem streaming dari mesin utamanya sendiri.

  1. No Man’s Sky Comeback!

Menemukan kasus “From Hero to Zero” adalah perkara mudah. Ada begitu banyak kasus dimana game-game yang dulunya begitu dicintai dan dihormati kini jatuh kasta menuju game yang penuh olokan karena pendekatan yang setengah hati dan penuh keserakahan. Oleh karena itu menjadi sesuatu yang istimewa ketika yang terjadi justru sebaliknya, dimana game yang sempat dicaci tersebut tumbuh menjadi “From Zero to Hero”. Hal inilah yang terjadi dengan game simulasi luar angkasa dari Hello Games – No Man’s Sky. Di awal rilisnya, ia terus mendapat cemoohan karena kualitas buruk dan begitu banyak janji yang berakhir tidak ditepati. Namun alih-alih menyerah, Sean Murray memilih untuk membalas setiap keraguan ini dengan aksi. Dukungan terhadap No Man’s Sky terus berlanjut via patch cuma-cuma yang tidak hanya menyempurnakan gameplay saja, tetapi juga menambahkan segudang fitur di dalamnya. Pelan tapi pasti, No Man’s Sky kini mulai berwujud bak game simulasi luar angkasa yang sempat mereka janjikan tempo hari.

  1. Games Done Quick

Uji kemampuan soal penguasaan dan pengetahuan terhadap sebuah game spesifik tidak hanya dibuktikan oleh aksi para atlit esports di ragam game kompetitif saja. Di sepanjang dekade kemarin, scene speedrun video game juga masuk ke dalam tingkat popularitas yang terus meroket. Melihat aksi para gamer yang berkomitmen dan punya konsitensi berupaya menyelesaikan satu  buah game secepat yang mereka bisa, baik menggunakan glitch ataupun tidak, adalah sebuah pemandangan memesona. Di tangan event bernama Games Done Quick, kemampuan speedrun tersebut didorong menjadi tontonan massal dengan tujuan untuk mengumpulkan donasi amal demi kepentingan genting seperti penelitian kanker dan Doctor Without Borders. Seiring dengan waktu berjalan, event Games Done Quick yang diselenggarakan 2 kali / tahun ini terus tumbuh dan berkembang. Selain dari variasi game keren dengan speedrun memesona, GDQ juga berhasil mengumpulkan tidak kurang dari USD 25 juta untuk kepentingan amal sejak tahun 2010. Sebuah prestasi yang layak dirayakan.

  1. Game Original Mulai Hidup di Indonesia

Negara besar dengan jumlah penduduk yang juga banyak biasanya dilihat sebagai pasar potensial yang tidak sulit untuk mengundang modal asing. Di antara jumlah penduduk besar tersebut, secara rasional, kita juga seharusnya bertemu dengan jumlah gamer yang tidak kalah banyak. Bahkan persentase dalam satu digit saja seharusnya membuat banyak publisher dan developer berbondong-bondong masuk ke pasar Indonesia. Namun yang terjadi justru tampak menyedihkan. Indonesia di masa lalu, tidak pernah dilihat sebagai pasar potensil bagi banyak publisher untuk dilirik dan diberikan fokus. Semuanya semata-mata karena kontribusi nihil yang lahir dari scene pembajakan yang begitu marak. Walaupun tidak sepenuhnya selesai, menjadi sesuatu yang melegakan bahwa kesadaran untuk mulai melirik game-game original mulai terlihat jelas di satu dekade terakhir. Ada usaha untuk mendukung publisher dan developer, lokal ataupun tidak, yang kini mulai tumbuh menjadi perhatian-perhatian khusus dari nama besar sekelas Playstation, Bandai Namco, atau Ubisoft. Sebuah tren yang kita harap, terus tumbuh di dekade baru ini.

Tags:

Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

January 22, 2021 - 0

Preview Playstation 5: Tibanya Sang Generasi Baru!

Harus menunggu selama setidaknya tiga bulan lamanya sebelum bisa menikmati…
December 28, 2020 - 0

Review Cyberpunk 2077: Terjebak Ilusi Korporasi!

Game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini, tidak ada…
December 15, 2020 - 0

Preview Cyberpunk 2077: Berandal Masa Depan!

Menyebutnya sebagai game dengan hype terbesar di tahun 2020 ini…
December 4, 2020 - 0

Review Assassin’s Creed Valhalla: Saga Sang Penjarah!

Tidak lagi mengusung sistem rilis tahunan dan memberikan sedikit ruang…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…