JagatPlay: 25 Momen Video Gaming Yang Mendefinisikan Satu Dekade (2010 – 2019)

Reading time:
January 15, 2020
25 best momen of decade

Tidak terasa, kita sudah melewati 10 tahun terakhir sebagai seorang gamer. Dalam satu dekade terakhir, tepatnya dari tahun 2010 – 2019, kita memang menemukan begitu banyak game-game berkualitas yang pantas untuk dirayakan, baik karena keunikan ataupun karena kualitasnya sendiri yang memesona. Beberapa bahkan hadir sebagai kombinasi elemen-elemen dalam kapasitas nyaris sempurna, menawarkan sesuatu yang belum pernah eksis di industri ini sebelumnya. 10 tahun bukanlah waktu yang singkat, terlepas dari betapa cepatnya ia terasa berlalu. Dalam kurun waktu yang panjang ini, industri game juga sempat melewati masa pasang surut yang menarik untuk dibicarakan. Begitu banyak hal baru yang muncul, tetapi tidak sedikit pula yang berakhir meredup, terlepas dari apakah ia berada dalam kendali atau di luar kendali gamer sebagai pasar utama.

Maka mengikuti artikel-artikel satu dekade kami sebelumnya dimana kami sempat membicarakan 100 game yang kami anggap pantas menyandang predikat sebagai yang terbaik di antara yang terbaik dan juga musik-musik memorable yang mengisinya, artikel kali ini lebih berfokus pada “fenomena” dan kejadian penting yang bisa disebut, mendefinisikan satu dekade ini. Setiap momen ini menjadi perbincangan aktif, momen penuh inspirasi, atau sebuah konsekuensi negatif yang selayaknya menjadi momen pembelajaran yang layak untuk dicatat oleh developer, publisher, atau bahkan gamer sendiri soal apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dilakukan.

Lantas, dari kesemua momen memorable di sepanjang dekade dari tahun 2010 – 2019, momen-momen mana saja yang kami anggap mendefinisikan industri game selama satu dekade terakhir? Ini dia versi JagatPlay:

  1. Visceral Games Ditutup (2017)

dead space 2 600x338 1

Kian mengukuhkan status “EA” sebagai salah satu publisher dengan korban penutupan studio terbanyak di industri game, dimana banyak developer yang sempat punya nama besar di masa lalu harus berakhir tewas di bawah kepemimpinan mereka tanpa alasan yang jelas. Namun tidak akan ada satupun gamer yang sempat memprediksi bahwa Visceral Games akan berakhir nasibnya sama dengan Westwood. Terlepas dari gagalnya Dead Space 3 dari sisi kualitas dan penjualan, Visceral harus diakui berhasil meracik sebuah judul legendaris dengan Dead Space dan Dead Space 2. Namun prestasi tersebut, lengkap dengan campur tangan mereka di Battlefield Hardline, ternyata tidak cukup memuaskan EA. Visceral Games ditutup di tahun 2017, meninggalkan duka bagi gamer, apalagi dengan nasib Dead Space sebagai franchise yang masih terkatung-katung hingga saat ini.

  1. Konami VS Kojima (2015)

konami tears

Dari seekor “angsa emas” yang menghasilkan pundi-pundi uang bagi Konami lewat popularitas franchise Metal Gear Solid menjadi “tawanan” yang kemudian mencederai hubungan profesional keduanya. Perseteruan antara seorang Hideo Kojima dan Konami memang menjadi salah satu konflik yang menarik perhatian di dekade ini. Mengapa? Karena perseteruan ini tidak berakhir menjadi sekedar pemutusan hubungan kerja belaka. Kojima sempat diberitakan “ditahan” oleh Konami di dalam ruangan terpisah dibandingkan dengan staf-nya yang lain, dilarang untuk berpergian ke luar negeri untuk mengunjungi beberapa acara penghargaan atas MGS V: TPP, dan berujung pada pembatalan proyek Silent Hills yang sempat memicu hype sebelumnya. Perlakuan tidak manusiawi dan tidak profesional yang didapatkan Kojima ini cukup untuk membuat nama Konami tercederai, bahkan pada saat artikel ini ditulis.

  1. Playstation 4 “Second Game” Burn (2013)

Hampir sebagian besar gamer mengetahui “titik kemenangan” Playstation 4 atas Xbox One di awal persaingan konsol generasi terkini di momen yang satu ini. Bahwa setelah “blunder” besar yang dilakukan Microsoft untuk mendorong Xbox One ke  arah konsol penuh dengan DRM dan mulai berfokus pada digital, Sony datang dengan pendekatan konvesional yang identik dengan konsol generasi selanjutnya. Ketika Microsoft diterpa soal berita sulitnya proses pinjam-meminjam game kerena judul yang akan terikat pada akun, Sony mengolok mereka dengan melemparkan satu buah video instruksi pendek bagaimana cara melakukan aksi pinjam-meminjam atau bahkan, menjual game second Anda. Di titik inilah, kita semua tahu, Playstation 4 “menang”.

  1. Lahirnya Souls-Like (2011)

dark souls remastered1

Pendekatan inovatif yang ditawarkan oleh From Software di Demon’s Souls yang tersedia hanya untuk Playstation 3 yang popularitasnya kemudian didorong rilis game lain – Dark Souls untuk lebih banyak platform di bawah bendera Bandai Namco, mendorong sebuah fenomena yang tidak pernah kita prediksi sebelumnya. Bahwa terdapat sebuah pasar yang kuat dimana gamer menginginkan game-game action RPG dengan tingkat kesulitan tinggi dan rasional di saat yang sama. Popularitas Dark Souls akhirnya melahirkan sub-genre Souls-like yang membuat banyak game berusaha mengekor pendekatan yang sama dengan tetap menawarkan identitas unik mereka sendiri. Ia menawarkan sesuatu yang berbeda dan menyegarkan.

Tags:

Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…