Review DOOM Eternal: Berdansa Panik di Neraka!

Reading time:
March 26, 2020
DOOM Eternal part 1 jagaptlay 5 1

Keberhasilan Bethesda untuk membangkitkan kembali franchise lawas mereka dalam pendekatan yang tidak hanya lebih modern saja dari sisi presentasi, tetapi juga gameplay yang seolah memahami apa yang membuat judul-judul ini berhasil di masa lalu memang pantas untuk diacungi jempol. Namun harus diakui, setidaknya selama beberapa seri terakhir, eksploitasi lebih lanjut justru membuat judul-judul ini seolah kehilangan daya magis yang seharusnya. Kegagalan Wolfenstein: Youngblood dan Fallout 76 menjadi bukti nyata soal tren yang mengkhawatirkan ini. Namun di mata banyak gamer, tidak pernah ada keraguan dan kekhawatiran bahwa di situasi ini, id Software tetap akan mampu mengeksekusi dengan manis DOOM Eternal yang akhirnya tersedia di pasaran. Dan itu terbukti.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah memiliki gambaran lebih jelas soal apa yang ditawarkan oleh DOOM Eternal. Ia masih mempertahankan cita rasa game FPS lugas yang membuat seri tahun 2016-nya begitu dicintai, namun kini hadir dengan beragam penambahan mekanik. Dari senjata yang berbeda, varian musuh baru yang butuh strategi untuk ditundukkan, hingga yang paling signifikan – ekstra tantangan platforming yang ternyata cukup menantang. Satu yang pasti, dibandingkan dengan seri tahun 2016-nya, Eternal tampil sebagai game DOOM yang tidak hanya lebih gila dan intens, tetapi juga siap untuk membuat Anda kelabakan karena lonjakan tingkat kesulitan yang ia usung.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh DOOM Eternal ini? Apa yang membuat kami menyebutnya sebagai game yang akan meminta Anda berdansa penuh kepanikan di neraka? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

DOOM Eternal jagatplay part 2 20
DOOM Eternal mengambil timeline 2 tahun setelah event seri sebelumnya.

Diposisikan sebagai sebuah seri sekuel, DOOM Eternal mengambil timeline 2 tahun setelah event di DOOM (2016). Namun tidak seperti pertama yang punya cerita sederhana dan lugas, lompatan kisah yang ditawarkan Eternal mungkin akan terasa membingungkan di awal karena minimnya penjelasan eksplisit yang ia usung. DOOM Eternal kini mengandalkan Codex – collectibles tulisan yang bisa Anda temukan di sepanjang jalan untuk memberikan penjelasan lebih baik soal apa yang terjadi.

Setelah event DOOM (2016), Doom Slayer kini harus berhadapan dengan fakta bahwa bumi kini berada di ambang kehancuran. Terlepas dari upaya yang sudah ia lakukan, neraka berhasil menemukan jalannya ke planet tercinta kita dan berhasil menghanguskan sekitar 60% dari total populasi. Doom Slayer yang kini juga menguasai sebuah satelit luar angkasa yang disebut sebagai Fortress of Doom tentu tidak tinggal diam. Satu-satunya cara untuk menghentikan invasi dari neraka ini adalah dengan membunuh Hell Priests – 3 penyihir neraka yang menjadi sumbernya. Namun usaha untuk melacak dan menghabisi mereka justru membawa Doom Slayer ke dalam porsi konspirasi yang lebih besar.

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 10 1
Serangan para iblis berhasil menghabisi sekitar 60% populasi bumi.
DOOM Eternal part 1 jagaptlay 9 1
Sang Doom Slayer kembali dan berusaha memburu 3 Hell Priests yang dianggap sebagai sumber invasi ini.

Bahwa pertempuran Anda melawan neraka ini ternyata melibatkan pihak lain yang melihat dan menjadikan manusia tidak lebih dari sebuah sumber energi untuk keberlangsungan hidup mereka.  Bersama dengan ancaman yang semakin kuat dan meningkat, aksi berburu Hell Priests ini juga diikuti dengan kesempatan untuk menyelami masa lalu Doom Slayer itu sendiri dan juga akses untuk lebih banyak senjata yang lebih gila. Tentu saja, sebuah ancaman yang lebih besar akan menunggu di akhir.

DOOM Eternal jagatplay part 2 5
Mampukah Doom Slayer menjalankan tugas “harian”-nya?

Lantas, mampukah Doom Slayer menghabisi ketiga Hell Priests ini? Tantangan seperti apa yang harus ia hadapi? Siapa pula yang sebenarnya bertanggung jawab untuk semua malapetaka yang harus ia bersihkan? Semua jawaban dari pertanyaan ini tentu saja bisa Anda dapatkan dengan memainkan DOOM Eternal ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…