Review DOOM Eternal: Berdansa Panik di Neraka!

Reading time:
March 26, 2020

Kaya Lore

DOOM Eternal jagatplay part 2 2
DOOM Eternal kini menawarkan lebih banyak varian setting.

Tengkorak, lahar, metal, bangunan yang hancur berantakan, api, dan darah sepertinya menjadi pemandangan “umum” yang Anda temukan di sepanjang perjalanan Anda sebagai Doom Slayer di DOOM (2016). Sisi presentasi yang sederhana dan efektif untuk memberikan kesan neraka yang memang menjadi sumber dari segala hal yang bersifat antagonistik di franchise yang satu ini. Selingan teknologi futuristik dari UAC yang notabene menjadi organisasi manusia yang berusaha memanen energi neraka ini berujung menjadi semacam selingan dari pendekatan artistik ini. Di DOOM Eternal, id Software dan Bethesda “memainkan” setting ini lebih jauh. Kini, ia kaya akan lore.

Bahwa tidak lagi sekedar lahar, tengkorak, dan begitu banyak bangunan hancur yang Anda temui, proses eksplorasi Doom Slayer untuk mencari dan membunuh ketiga Hell Priests berujung membawanya mengitari lebih banyak lokasi baru yang tentu saja, otomatis memperluas lore-nya itu sendiri. Menariknya lore-lore ini tidak hanya disampaikan lewat Codex saja, tetapi juga lewat beberapa pendekatan baru. Dari sistem cut-scene sinematik yang kini memperlihatkan lebih banyak interaksi Doom Slayer dengan karakter lain lewat kacamata orang ketiga hingga bagaimana setting yang ia temui kini berbagi sejarahnya sendiri. Anda bisa melihat lebih banyak rerongsokan sisa-sisa perang, bekas-bekas pertempuran epik para Sentinel dan Demon, patung-patung yang kini berdiri hendak berbagi sejarah, hingga lokasi baru dan berbeda yang masih diisi peradaban yang tidak pernah Anda tahu eksis sebelumnya. DOOM Eternal menawarkan itu.

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 44 1
Lore yang diperluas ini kini juga disajikan dalam visualisasi dunia yang memang, terasa lebih epik.
DOOM Eternal part 1 jagaptlay 105 1
\m/

Satu hal ekstra lain yang menarik adalah usaha untuk memberikan lebih banyak penekanan kepada kepribadian Doom Slayer yang kembali, dicitrakan sebagai sosok superhero maskulin yang tidak mengenal kata takut. Namun kepribadian ini sedikit lebih ditonjolkan lewat kesempatan untuk memasuki kamar pribadinya yang kini tersedia di Fortress of Doom. Kamar yang tidak hanya digunakan untuk memajang ragam collectibles yang sudah Anda kumpulkan saja, tetapi juga memperlihatkan ragam koleksi si Doom Slayer. Anda misalnya, bisa melihat bagaimana sosok hero yang satu ini ternyata mengumpulkan setidaknya tiga buah gitar listrik super metal yang terpampang di dinding.

Jika harus dibandingkan, id Software memang menyuntikkan banyak perubahan presentasi dari sisi visual dibandingkan dengan DOOM (2016) bahkan ketika kita bicara soal elemen sama yang dipertahankan. Bentuk senjata seperti Rocket Launcher dan Plasma Gun berubah, ragam iblis yang Anda temui di 2016 kini juga mengalami perubahan desain yang di banyak kesempatan membuat mereka terlihat lebih garang dan mengancam, serta tentu saja – sang Doom Slayer itu sendiri yang kini menggunakan armor baru yang membuat kian terlihat bak pemburu. Untuk pertama kalinya, id Software juga memberikan fitur gonta-ganti skin untuk si karakter utama, yang beberapa alternatifnya memang sedikit mencabut sensasi imersif bahwa Anda adalah seorang Doom Slayer. Namun tidak banyak yang bisa dikeluhkan di sini.

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 78
Dibandingkan dengan seri sebelumnya, beberapa elemen yang kembali berujung mendapatkan perubahan desain.

Maka seperti seri di tahun 2016-nya pula, DOOM Eternal juga hadir dengan dentuman musik yang sepertinya siap untuk membuat telinga para penikmat musik metal di seluruh dunia termanjakan. Tidak kesemua musik dari seri 2016 ini kembali di seri terbaru ini, yang tentu saja, memuat banyak track baru. Ada satu tren menarik yang datang bersama dengan lore yang kini mengisi ruang setting yang ada – bahwa Anda akan bertemu dengan lebih banyak musik atmosferik yang berisikan chanting di dalamya. Sementara musik metal masih menghentak setiap kali Anda terlibat dalam aksi pertempurannya yang super intens. Dari sisi presentasi audio, lengkap dengan bunyi senjata dan percakapan yang Anda temui, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari DOOM Eternal itu sendiri.

Dengan kombinasi presentasi visual, terutama dari sisi setting yang kini menawarkan dan menjual lebih banyak lore dibandingkan seri sebelumnya serta musik metal yang tetap mendominasi situasi pertempuran yang harus Anda jalani, maka DOOM Eternal tetap hadir sebagai sebuah seri DOOM yang Anda inginkan dan harapkan. Lewatnya Anda memahami bahwa Anda adalah alasan mengapa para iblis menangis dan bukan sebaliknya.

Berdansa Penuh Kendali di Neraka

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 59 1
DOOM Eternal masih mengusung basis FPS lugas yang membuat seri sebelumnya begitu dicintai.

Anda yang sudah sempat mencicipi DOOM di tahun 2016 silam sepertinya sudah memahami apa yang menjadi daya tarik game ini, apa yang membuatnya berbeda dengan game FPS kebanyakan, dan bagaimana ia berakhir menjadi salah satu game FPS terbaik yang pernah tersedia di pasaran. Untuk Anda yang tidak terlalu familiar, ia memesona lewat kelugasan yang ia usung. Bahwa intinya, Anda disediakan segudang pilihan senjata, Anda dihadapkan pada belasan hingga puluhan iblis yang menempati satu area, Anda diminta untuk membersihkan mereka dengan sebaik dan seefektif mungkin, dan bisa bergerak ke area selanjutnya. Tambahan sedikit segmen pertarungan boss di beberapa titik cerita dan voila! Anda baru saja menemukan mengapa DOOM berujung fantastis. Tidak ada omong kosong di sini, hanya Anda dan para iblis yang berusaha untuk bertahan hidup dari kepungan pilihan senjata yang Anda miliki.

DOOM Eternal juga didirikan dengan konsep yang sama, namun dengan pace lebih cepat dan aksi lebih intens. Fakta bahwa mereka membuang handgun sebagai senjata dan membuat Anda memulai dengan shotgun sembari menyediakan Gatling Gun sebagai salah satu pilihan senjata sepertinya menjadi bukti dari pendekatan yang lebih menegangkan ini. Sejak awal permainan, misi Anda jelas, menjadi neraka yang sesungguhnya untuk para iblis ini. Mekanik dari seri sebelumnya seperti kesempatan untuk melakukan Glory Kills – sejenis serangan pemungkas ringkas yang bisa dieksekusi untuk musuh-musuh sekarat yang menyala biru untuk mendapatkan sedikit ekstra Health dan sistem upgrade yang memungkinkan setiap senjata untuk memiliki setidaknya dua mode serangan spesial, seperti Shotgun yang bisa melontarkan granat dan / atau tampil bak machine gun untuk ekstra power tetap tersedia di DOOM Eternal. Namun, ada sesuatu yang berbeda di sini.

DOOM Eternal jagatplay part 2 3
Seri yang satu ini memberikan Anda lebih banyak kendali dan strategi.

Kata kuncinya? Kendali. Bahwa tidak lagi seperti DOOM (2016) dimana Anda harus berjuang keras untuk mencari ammo dan armor dalam proses eksplorasi demi mempersiapkan diri untuk tantangan apapun yang Anda hadapi selanjutnya, id Software dan Bethesda kini menyerahkan kendali atas resource tersebut langsung ke tangan Anda. Bahwa kini, Anda bisa mengatur dan menentukan sendiri kapan Anda membutuhkan dan langsung mendapatkan resource ini – Ammo dan Armor.

Jawabannya terletak pada tools baru sang Doom Slayer dan tentu saja, perubahan cara kerja salah satu senjata yang sudah tersedia sejak seri sebelumnya – Chainsaw. Jika di masa lalu, Chainsaw bekerja dengan sistem fuel yang terbatas yang membuat Anda harus menimbang dan menentukan timing eksekusi untuk membuat musuh menjatuhkan ekstra ammo yang Anda butuhkan, Chainsaw di DOOM Eternal diposisikan bak skill dengan sistem cooldown. Ini berarti, Anda selalu punya kesempatan untuk mengakses Chainsaw Anda kapanpun Anda butuhkan untuk mendapatkan ammo esensial, bahkan saat di tengah panasnya pertempuran sekalipun. Sistem Fuel memang tetap dipertahankan, namun berfungsi bak “level” untuk Chainsaw itu sendiri. Jika Anda mengumpulkan ekstra Fuel, hingga maksimal 3 level, Anda akan bisa mengeksekusi varian musuh lebih besar secara instan dan tetap mendapatkan ammo yang Anda butuhkan.

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 47
Chainsaw kini diposisikan layaknya skill berbasis cooldown.
DOOM Eternal part 1 jagaptlay 63
Flamethrower untuk ekstra armor!

Tools baru yang dimiliki Doom Slayer saat ini adalah sebuah Flamethrower. Damage yang ia hasilkan memang tidak besar, namun fungsinya sebagai utility baru milik Doom Slayer membuat alat baru ini bahkan lebih penting. Jika Glory Kills memberikan Anda ekstra Health, Chainsaw untuk ekstra ammo, maka Flamethrower akan memberikan Anda resource Armor yang Anda butuhkan! Flamethrower akan bekerja dalam dua kondisi yang berbeda. Pertama, musuh yang terkena Flamethrower akan terbakar yang secara visual jelas terlihat dan karenanya akan menjatuhkan kepingan armor setiap kali peluru Anda mengenai mereka. Kedua? Kepingan armor akan jatuh lebih banyak jika Anda berhasil menghabisi mereka dalam posisi terbakar. Oleh karena itu, Anda punya opsi yang lebih fleksibel untuk tools baru ini. Anda misalnya, bisa menggunakannya untuk melawan Iblis lebih alot yang Anda tahu tidak bisa Anda bunuh dengan cepat atas nama ekstra armor saat bertempur. Tetapi Anda juga bisa membakar musuh yang Anda tahu bisa Anda bunuh dengan cepat, demi ekstra armor yang jatuh tersebut.

Bersama dengan ekstra kendali ini, id Software tentu harus memastikan bahwa sensasi bermain tetap seseru dan se-intens seri pertama. Sebuah konsep berimbang yang berhasil mereka eksekusi dengan manis. Kami bahkan tidak malu mengakui bahwa untuk urusan tingkat kesulitan, di level normal sekalipun, game ini akan siap untuk membuat Anda bertekuk lutut. Tingkat kesulitan ini datang dari desain level di beberapa pertempuran yang justru mengakar pada lokasi sempit dan terbatas, yang membuat Anda tidak punya banyak celah untuk menghindar. Namun pada akhirnya, sang sumber utama datang dari varian musuh-musuh baru yang Anda temui di sini.

Karena perang Anda untuk menghentikan isi neraka ini tentu “mengundang” lebih banyak iblis untuk ikut bertempur. Ada beberapa varian seperti Carcass yang secara aktif mengaktifkan shield untuk melindungi Iblis yang lain, Whiplash yang datang bak ular cepat dengan serangan melee mematikan, hingga Pain Elemental yang secara aktif akan menembakkkan proyektil tengkorak ke Anda. Namun jika kita harus berbicara soal monster baru paling menyebalkan, maka ada dua nama yang meninggalkan trauma mendalam untuk kami: Marauder dan Arch-vile. Mengapa? Karena keduanya tampil bak sebuah mini-boss ketika mereka muncul ke dalam arena.

Marauder adalah sebuah demon bersenjatakan shotgun, kapak, dan sebuah shield yang siap untuk menahan semua jenis serangan, bahkan Flamethrower Anda sekalipun. Begitu solidnya sistem pertahanan yang ia miliki, hingga satu-satunya kesempatan Anda menyerang hanyalah pada saat ia “membuka” diri saat berusaha memukul Anda dengan serangan melee, yang juga ditandai dengan matanya yang berwarna hijau. Berbeda dengan kebanyakan musuh di DOOM Eternal yang lugas, Marauder hanya bisa ditundukkan dengan strategi dan kesabaran, menawarkan pacing yang jelas jauh berbeda. Sementara Arch-Vile muncul bak necromancer di game RPG, dimana ia tidak hanya “melahirkan” puluhan musuh beragam varian ke arena tetapi juga memberikan mereka buff speed yang signifikan. Arch-vile jelas harus menjadi fokus pertama yang harus Anda habisi jika ia muncul. Namun seperti yang bisa diprediksi, ia alot dan ia punya sistem shield berbasis api-nya sendiri.

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 119 1
FUCK MARAUDER!
DOOM Eternal jagatplay part 2 8
Kombinasi varian demon baru dengan fungsi spesifik ini membuat pertempuran DOOM Eternal lebih sulit dan kompleks.

Sekarang bayangkan apa yang terjadi jika musuh-musuh baru yang notabene butuh strategi tersendiri untuk ditundukkan ini, yang punya sifat dan fungsi berbeda dalam kontribusinya di arena, dan punya gaya serang dan kecepatan berbeda-beda ini muncul dalam satu arena yang sama. Tidak hanya satu, tetapi belasan dari mereka berusaha menghabisi Anda secepat mungkin. Dari sanalah datang tingkat kesulitan DOOM Eternal yang tidak memberikan banyak ruang untuk kesalahan. Anda harus berpikir super cepat untuk menentukan senjata mana yang hendak Anda gunakan, kemana Anda harus bergerak menghindar, siapa yang harus Anda habisi dulu, mencari kira-kira apakah ada resource lain tersedia, jalur aman untuk lari, dan kira-kira setingkat apa kepanikan Anda pantas mengemuka. Situasi yang akan secara konstan terjadi ini berujung memaksa Anda untuk tidak lagi sekedar menggunakan cara lawas ala DOOM (2016). Bahwa pada akhirnya, Anda harus berperan aktif untuk menggunakan Chainsaw dan Flamethrower yang Anda miliki, kapanpun ia dimungkinkan.

Berita baiknya, untuk pertempuran dengan kuantitas lebih besar ini, Doom Slayer kini juga disediakan ekstra pelontar granat – yang kini bisa Anda pilih antara granat peledak (biasa) atau granat es yang mampu membuat musuh membeku selama beberapa waktu dan berujung Anda serang dengan bebas. Ekstra tools di sisi ofensif ini tentu saja memberikan Doom Slayer lebih banyak kendali atas aksi crowd-control yang beragam situasi memang sangat dibutuhkan. Ekstra solusi lain tentu saja kini bergantung pada senjata ultimate dengan peluru super terbatas. Selain BFG yang kembali dan siap untuk menghabisi hampir sebagian besar jenis monster yang ia lalui, Doom Slayer juga akan dibekali sebuah pedang maha dahsyat bernama “Crucible” mendekati akhir cerita, dimana berbasis peluru (maksimal 3), ia akan membelah iblis sebesar apapun secara instan. Dengan sistem seperti ini, maka jelas, Anda kini punya solusi ekstra untuk iblis yang bisa berakhir menyulitkan Anda seiring dengan waktu hidup yang ia miliki.

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 122 1
Doom Slayer juga kini dibekali 2 varian granat berbasis cooldown – api dan es untuk ekstra kemampuan crowd-control.
DOOM Eternal part 1 jagaptlay 86 1
Ada beragam resource yang bisa Anda gunakan untuk memperkuat Doom Slayer.

Untungnya, ketersediaan tools-tools in sendiri belum mengakhiri apa saja hal baru yang disediakan DOOM Eternal. Hadir sebagai reward jika Anda rajin melakukan proses eksplorasi, Anda kini juga dihadiahkan beragam jenis upgrade yang siap untuk membuat Anda berujung lebih kuat. Ada setidaknya dua resource berbeda – satu yang memungkinkan Anda memiliki bar health, armor, dan jumlah peluru lebih banyak dan satu yang disematkan pada armor dan memberikan buff ekstra untuk beragam tools yang Anda miliki, seperti meningkatkan kemampuan granat hingga yang mendukung proses eksplorasi. Resource-resource ini juga hadir untuk satu alasan yang jelas – memberikan Anda motivasi untuk melompat kesana dan kesini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…