Review DOOM Eternal: Berdansa Panik di Neraka!

Reading time:
March 26, 2020

Kesimpulan

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 39 1
DOOM Eternal berhasil menjadi seri penerus yang pantas untuk DOOM (2016). Ia mengerti apa yang membuat seri sebelumnya begitu memesona, sembari menawarkan sesuatu yang membuatnya terasa baru dan berbeda. Pada akhirnya, ini selalu soal menghadirkan terror baru dengan ragam tools dan senjata Anda untuk para iblis di neraka dan seperti yang bisa diprediksi, Doom Slayer melakukannya dengan begitu memesona.

Berhasil memenuhi antisipasi begitu tinggi dari para fans, terutama mereka yang jatuh hati dengan DOOM (2016), id Software dan Bethesda harus diakui berhasil melakukan pekerjaan yang fantastis dengan DOOM Eternal. Ia masih menawarkan pertempuran super cepat dan intens, namun kini dengna tingkat kesulitan yang bahkan lebih tinggi karena kehadiran varian musuh baru yang punya kontribusi berbeda untuk membuat Anda kewalahan. Di atasnya, ia kini menuntut Anda untuk lebih secara aktif menggunakan tidak hanya semua senjata yang tersedia, tetapi juga tools-tools baru yang disediakan untuk memberikan Anda lebih banyak kendali atas nasib Anda sendiri. Dipadukan dengan setting lebih kaya lore dan mode Battlemode yang ternyata seru, DOOM Eternal akan membuat Anda tampil bak seorang balerina di neraka, lengkap dengan rasa panik yang seharusnya. Tentu saja, diiringi dengan musik metal.

Sayangnya, ia tidak bisa dibilang sempurna. Walaupun kami menyenangi sisi platforming yang ia tawarkan, yang notabene berhasil menawarkan tantangan ekstra untuk aksi petualangan Anda, ia terkadang berakhir mencabut “pacing” dan intensitas pertempuran yang seharusnya. Semakin lama Anda gagal, semakin terasa ia seperti masa istirahat yang sama sekali tidak seru. Tercabutnya masalah pacing ini juga membuat kami memasukkan konsep musuh bernama Marauder sebagai salah satu kelemahan juga, karena ia menghasilkan konsekuensi yang sama. Ketika musuh lain tampil lugas dan menuntut Anda bergerak reaktif untuk membasmi mereka secepat mungkin, Marauder menuntut Anda lebih banyak berdiam, menunggu, dan berlari menghindar. Kelemahan lain? Hal teknis seperti HUD objektif yang seringkali tidak bisa diandalkan.

Namun di luar kedua kelemahan tersebut, DOOM Eternal berhasil menjadi seri penerus yang pantas untuk DOOM (2016). Ia mengerti apa yang membuat seri sebelumnya begitu memesona, sembari menawarkan sesuatu yang membuatnya terasa baru dan berbeda. Pada akhirnya, ini selalu soal menghadirkan terror baru dengan ragam tools dan senjata Anda untuk para iblis di neraka dan seperti yang bisa diprediksi, Doom Slayer melakukannya dengan begitu memesona.

Kelebihan

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 43 1
Kayanya lore yang ia sajikan via setting cukup mengejutkan.
  • Desain setting kaya lore
  • Varian musuh baru yang membuat sensasi pertempuran lebih kompleks
  • Tingkat kesulitan tinggi
  • Sisi platforming cukup menantang
  • Pertempuran cepat, seru, penuh rasa panik
  • Musik \m/
  • Battlemode yang ternyata seru

Kekurangan

DOOM Eternal part 1 jagaptlay 120
MARAUDER SUCKSSSSSS!!
  • Marauder mengacaukan ritme pertempuran
  • Platforming mengacaukan ritme permainan
  • HUD Objektif seringkali membingungkan

Cocok untuk gamer: pencinta DOOM (2016), yang membutuhkan game FPS yang cepat dan seru

Tidak cocok untuk gamer: mudah panik dan menyerah, tidak terbiasa dengan FPS ritme tinggi

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

December 3, 2021 - 0

Review CHORUS: “Menari” di Angkasa Luar!

Seberapa sering Anda menemukan video game yang mengambil luar angkasa…
November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…

PlayStation

December 2, 2021 - 0

Review Battlefield 2042: Setengah Matang!

Bagi mereka yang mencintai FPS sebagai genre, Battlefield dari EA…
November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…