15 Game Paling Menyita Waktu!

Reading time:
May 26, 2015

7. Football Manager

football manager 2015

“Game itu soal grafis”, “Visual yang enggak bagus akan bikin game susah buat dinikmati”, dan semua argumen tersebut akan hancur berantakan ketika Anda melihat bagaimana dedikasi seorang gamer Football Manager membangun tim-nya. Dedikasi yang mungkin membuat para pelatih tim raksasa di dunia nyata ikut kagum. Football Manager adalah game yang perlahan namun pasti, menyerap waktu dari Anda, seperti Anda tengah berada di dalam pengaruh guna-guna. Sihirnya? Otak Anda yang terus mengeluarkan kata “Satu pertandingan lagi, satu pertandingan lagi, satu pertandingan lagi”, sembari mengotak-ngatik formasi tim Anda yang tengah berjuang memuncaki papan klasemen atau berjuang memperebutkan piala bersaing, dari matahari terbenam hingga terbit lagi, tanpa ada rasa lelah sekalipun. Dan ketika tim Anda berhasil menjadi yang terkuat sekalipun? Selalu ada season selanjutnya, selalu ada pertandingan selanjutnya, selalu ada pemain potensial selanjutnya untuk diincar. Tidur? Lebih tepatnya, selamat tinggal hidup.

6. Cities: Skyline

cities-skyline

Kritik pada pemerintah di dunia nyata yang sekedar lewat kata tanpa solusi itu mudah luar biasa. Namun ketika kita sendiri yang diminta untuk menata kota yang mampu mengayomi kebutuhan semua penduduk dengan serangkaian kompleksitas di dalamnya?  Tidak perlu langsung berjuang untuk menjadi presiden atau gubernur, selalu ada cara “melatih diri” lewat Cities: Skyline. Intinya bukan lagi sekedar membangun kota yang paling megah, bersinar, atau yang paling cantik di region, tetapi sebuah kota “pintar” yang efektif dengan permasalahan seminim mungkin. Sebuah kota yang butuh perencanaan di setiap titik eksekusi, memastikan ia tidak berujung menghasilkan masalah rumit lain. Ada kepuasan melihat kota Anda tumbuh, perlahan namun pasti. Namun di sisi lain, ada pula keinginan untuk melihat ia terus tumbuh tanpa kendala. Hasrat yang membuat mata Anda terus tertuju di televisi selama ratusan jam, melihat kelipan cahaya di jalan raya kota racikan Anda.

5. Bloodborne

Bloodborne™_20150328110704

Anda “hanya” butuh waktu sekitar 40-60 jam untuk menyelesaikan sebuah game Bloodborne. Waktu yang terhitung “singkat” untuk kategori menyita waktu. Kami menyadari hal tersebut. Namun pernahkah Anda bertanya pada gamer yang berhasil menyelesaikan Bloodborne, apakah mereka langsung berhenti dan menyimpan game ini di lemari begitu mereka mengetahui cerita  dan menamatkannya? Kami yakin, sebagian besar dari mereka akan menjawab tidak. Maka Anda akan bertemu dengan gamer-gamer yang terus menghabiskan waktu di New Game+, New Game++, New Game+++++, dengan satu keinginan utama – disiksa lebih banyak dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Terdengar seperti karakter masokis? Tidak juga. Karena keberhasilan Anda berhasil melewati setiap area dan menundukkan boss yang menguasainya terasa seperti pencapaian yang membuat Anda bangga. Sensasi yang membuat Anda ingin lagi dan lagi. Hal yang sama juga terjadi di seri Souls lain yang digawangi oleh developer yang sama – From Software.

4. Civilization V

civ 51

 

Membangun pasukan sebanyak-banyaknya, atau mengkombinasikan beberapa unit berbeda yang lebih efektif dan kemudian menyerang basis musuh? Game strategi klasik bukanlah genre yang butuh waktu lama untuk diselesaikan. Sekarang bayangkan jika konsep seperti ini kemudian dipertebal dengan lebih banyak elemen seperti agama, politik, perdagangan, dan budaya, dengan masing-masing negara berjuang untuk kepentingan mereka sendiri-sendiri? Negosiasi alot, pertempuran di perbatasan, sembari terus memastikan negara tumbuh dari sisi ekonomi dan teknologi, Civilization V menawarkan kompleksitas yang terlalu menggoda. Tidak ada yang pernah tahu hasil akhir seperti apa yang didapatkan, atau kejutan apa yang muncul di tengah permainan. Satu yang pasti, untuk satu kemenangan absolut saja, Anda bisa saja melewatkan makan siang dan makan malam, tanpa Anda sadari. Kombinasikan beberapa permainan di beberapa bulan ke depan? Ribuan jam, dan Anda tetap tidak akan bosan.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…