JagatPlay: 100 Game Terbaik Satu Dekade (2010 – 2019)

Reading time:
December 5, 2019
  1. Fortnite: Battle-Royale (2017)

Anda mungkin gamer yang jatuh hati pada Fortnite: Battle Royale atau berkebalikan, justru membencinya setengah mati. Namun sulit untuk menyangkal bahwa apa yang berhasil dilakukan Epic Games dengan game yang satu ini memang menjadi fenomena yang pantas untuk dipuji dan dirayakan. Kita berbicara soal sebuah game dengan visualisasi kartun dan efek kekerasan tak signifikan yang ternyata berhasil menyihir hati jutaan gamer anak-anak dan remaja di seluruh dunia, yang memujanya dengan beragam video tari viral. Sementara di sisi lain, Epic Games terus membuatnya terasa menyegarkan dengan menyuntikkan sistem Battle Pass yang solid. Pada akhirnya, Fortnite menjadi populer sekaligus jadi pundi uang Epic Games hingga saat ini. Statusnya sebagai salah satu game terpopuler yang pernah dirilis di industri game, tidak terbantahkan.

  1. Amnesia: The Dark Descent (2010)

Mendefinisikan genre horror di masa lalu memang lebih sering berkaitan dengan game-game survival horror yang memungkinkan Anda untuk setidaknya melawan dengan satu atau dua hal. Di tangan Amenesia: The Dark Descent, sensasi horror tersebut didorong lebih jauh dengan tidak hanya atmosfer mencekam saja, tetapi juga karakter utama super rentan yang tidak bisa melakukan banyak hal selain berlari dan bersembunyi. Popularitas yang berhasil diraih Amnesia selama eksistensinya, apalagi ia juga didukung dengan aksi para Youtuber seperti Pewdiepie yang juga meraih pamor lewat proses playthrough yang ia lewati, membuat Amnesia secara konstan menjadi bahan diskusi. Yang kemudian diikuti dengan usaha beberapa game horror lanjutan untuk mengekor konsep yang sama, namun dengan tema berbeda dan penyempurnaan beberapa elemen yang lain.

  1. Halo: Reach (2010)

Menyebut Halo sebagai game shooter terbaik di pasar konsol bukanlah kalimat yang berlebihan. Dunia dan karakter yang dibangun Bungie di kala itu bisa dibilang sebagai penyelamat Microsoft dan brand “Xbox” yang hendak ia dorong. Satu yang fantastis dari pergerakan karakter dan dunia yang diusung Halo adalah fakta bahwa kedalaman yang ia tawarkan tidak selalu terbatas hanya pada sosok protagonis utama – Master Chief saja. Halo: Reach (yang baru saja dirilis di PC saat artikel ini ditulis) mengeksplorasi karakter yang berbeda dan berujung menghasilkan keterikatan emosional yang lebih kuat dibandingkan seri Halo manapun. Sebuah game yang membuat Anda hendak berdiri dan memberikan hormat panjang di akhir cerita.

  1. Journey (2012)

Seperti layaknya sebuah karya seni yang hidup, Journey adalah manifestasi dari dua kata: inovasi dan emosi. Bahwa perjalanan Anda di sebuah dunia yang misterius dan penuh dengan landscape indah ini menyempurna bersama dengan sistem multiplayer inovatif yang semakin menggetarkan jiwa. Sebuah multiplayer kooperatif dimana satu-satunya alat komunikasi hanyalah dengan menggunakan suara-suara tanpa makna. Namun uniknya, cukup untuk membuat Anda berusaha memaksimalkannya sebaik mungkin untuk mengekspresikan emosi, dari senang, cemas, hingga sedih. Sebuah karya fantastis yang pengalamannya, sulit direka ulang oleh game lain.

  1. Ni No Kuni: Wrath of the White Witch (2013)

Di tengah rasa dahaga yang begitu kuat untuk sebuah game JRPG yang berkualitas di sisi cerita dan visual, Level-5 dan Ghibli Studio melahirkan Ni No Kuni: Wrath of the White Witch yang fenomenal. Anda dibawa ke dalam sebuah dunia dan cerita bak dongeng yang siap membuat hati Anda merintih, namun tetap diperkuat dengan musik dan visualisasi yang begitu memanjakan indera. Sistem gameplay dimana Anda harus menangkap, memelihara, dan menyempurnakan musuh yang Anda tangkap bak Pokemon juga ternyata seru dan menyatu baik dengan elemen yang lain. Ni No Kuni: Wrath of the Witch seolah membuka sebuah pintu untuk pendekatan JRPG yang saat ini, tumbuh menjadi identitas Level-5.

  1. Saints Row IV (2013)

Di kala seri-seri pertama eksistensinya, Saints Row adalah sebuah game open-world yang berfokus pada perseteruan antar gang yang dibuat serealistis mungkin untuk menandingi dominasi GTA dari Rockstar. Setidaknya di tiga seri terakhir. Ketika mulai masuk seri keempat? Volition meracik sebuah proyek super gila yang memosisikan Anda tidak hanya sebagai presiden saja, tetapi juga presiden yang menyelamatkan dunia dengan ragam kekuatan dan senjata-nya yang aneh. Bersama dengan lelucon kocak di sisi cerita, karakter memorable, dan dunia yang menarik untuk dijelajahi, Saints Row IV mendorong Volition untuk mempertahankan citra “game open-world nyeleneh” di seri-seri selanjutnya.

  1. Doki Doki Literature Club (2017)

Satu atau dua kali dalam beberapa tahun, Anda biasanya akan menemukan sebuah game yang begitu inovatif dan berbeda-nya hingga sulit untuk tidak terus membicarakannya. Apalagi di tengah kultur live-streaming, playthrough, dan meme, game-game yang mampu memaksimalkan plot-twist dan shock value di sisi konten yang ia usung biasanya akan langsung menempatkan diri di tangga popularitas. Hal inilah yang terjadi dengan Doki Doki Literature Club yang hadir secara cuma-cuma via Steam. Di atas permukaan, ia adalah sim dating dengan karakter-karakter wanita super imut yang membuat hati Anda hangat. Namun seiring dengan waktu Anda bermain, Anda akan mulai mengerti bahwa semua keindahan ini tidak ubahnya topeng untuk sebuah mimpi buruk yang tidak pernah Anda prediksi sebelumnya.

  1. Watch Dogs 2 (2016)

Anda selalu bisa mengandalkan Ubisoft untuk urusan menerima kritik di seri perdana game yang mereka racik dan memperbaiki semua keluhan tersebut di seri kedua. Kultur fantastis yang sempat terjadi di Assassin’s Creed ini juga mereka bahwa di Watch Dogs yang seri keduanya, memang terasa lebih superior di hampir semua elemen. Pergerakan lebih luwes, hilangnya sistem tower membosankann yang sempat mendefinisikan game-game open-world Ubisoft, lebih banyak aktivitas yang bisa Anda akses sebagai seorang hacker, kustomisasi atas nama gaya dan keren, hingga cerita yang terasa lebih relevan dengan kondisi dunia saat ini menjadi highlight Watch Dogs 2. Sayangnya, sang karakter utama tidak seberapa memorable.

  1. Ori and the Blind Forest (2015)

Siapa yang bilang bahwa di era gaming modern saat ini, game-game platformer yang menawarkan cita rasa dua dimensi tidak lagi relevan? Lihat saja apa yang berhasil dicapai dengan Ori and the Blind Forest yang indah tetapi juga mengusung cerita yang super emosional. Desain level cerdas dan memesona digabungkan dengan beragam kekuatan baru yang bisa Anda akses seiring dengan progress cerita berjalan menghadirkan tantangan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahwa terlepas dari bentuknya yang imut, ia akan menutut akurasi mata dan otot yang intens untuk bisa diselesaikan.

  1. Dragon Ball FighterZ (2018)

Setelah berkutat dengan begitu banyak game Dragon Ball, yang  lahir dari beragam genre dan “cerita original”, hadirlah sebuah game yang menurut kami, pantas untuk disejajarkan sebagai yang terbaik di antara yang terbaik. Ia ditangani langsung oleh Arc System Works yang begitu mahir meracik game fighting, menggunakan Unreal Engine 4 sebagai dasar untuk visualisasi anime-nya yang tepat sasaran termasuk urusan bayangan sekalipun, hingga sistem fighting yang sederhana tetapi juga tetap punya kedalaman untuk dikuasai terutama Anda yang mengincar status pro. Tidak mengherankan lewat kombinasi ini, Dragon Ball FighterZ bahkan sempat dijadikan sebagai event utama untuk turnamen game fighting terbesar tahunan – EVO.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…

PlayStation

February 26, 2021 - 0

Review NBA 2K21 (Next-Gen): Nombok Dong! Nombok Dong!

Anda yang secara aktif mengikuti JagatPlay sepertinya sudah mengetahui bagaimana…
February 25, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Hardware): Si Bongsor yang Buas!

Berapa banyak dari Anda yang masih ingat soal kekhawatiran tidak…
February 20, 2021 - 0

Review Playstation 5 (Software): Indah, Elegan, Cepat!

Diskusi terkait konsol generasi terbaru memang lebih banyak didominasi soal…
February 17, 2021 - 0

Menjajal BETA Guilty Gear Strive: Siap Menjadi yang Terbaik!

Seperti halnya posisi Codemasters di dunia game racing, nama Arc…

Nintendo

March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.